BCA dan BI Perluas Transaksi QRIS di Royal Plaza Surabaya Lewat Kompetisi 475 Tenant
Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Upaya mempercepat peralihan ke pembayaran nontunai terus digalakkan. Kali ini, BCA dan BI Perluas Transaksi QRIS di Royal Plaza Surabaya melalui sebuah kompetisi transaksi QRIS yang menyasar sekitar 475 tenant di pusat perbelanjaan tersebut. Program yang berlangsung pada 1-31 Oktober 2026 ini digelar oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur.
Kompetisi tersebut ditujukan untuk meningkatkan penggunaan pembayaran nontunai, memperluas edukasi transaksi digital, dan memperkuat ekosistem pembayaran di pusat perbelanjaan. Sasaran utamanya adalah para tenant yang menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) dan QRIS BCA. Langkah BCA dan BI Perluas Transaksi QRIS di Royal Plaza Surabaya ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara bank sentral dan industri perbankan dalam mendorong digitalisasi transaksi di sektor ritel.
EVP Merchant Business Division BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, menyebut bahwa keterlibatan sekitar 475 tenant mencerminkan antusiasme pelaku usaha terhadap penggunaan QRIS di Royal Plaza Surabaya. Menurutnya, edukasi yang disertai apresiasi sangat diperlukan untuk mendorong peralihan metode pembayaran dari tunai ke nontunai.
“Edukasi yang dipadukan dengan apresiasi bagi tenant diharapkan dapat mempercepat peralihan ke transaksi non-tunai. BCA juga berharap program ini menjadi momentum kolaborasi dengan beberapa mitra dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital di pusat perbelanjaan,” ujar I Ketut Alam Wangsawijaya dalam keterangannya.
BCA dan Bank Indonesia menilai bahwa pelaku usaha ritel perlu terus didorong untuk memanfaatkan pembayaran digital dalam kegiatan perdagangan sehari-hari. Pasalnya, transaksi tunai masih berlangsung dan penggunaan QRIS dinilai belum optimal. Melalui program BCA dan BI Perluas Transaksi QRIS di Royal Plaza Surabaya, diharapkan terjadi peningkatan literasi digital di kalangan pedagang, khususnya di lingkungan pusat perbelanjaan.
Kompetisi ini tidak sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah edukasi bagi para tenant untuk lebih memahami manfaat QRIS. Mulai dari kemudahan pencatatan transaksi, kecepatan pembayaran, hingga potensi peningkatan penjualan karena konsumen lebih praktis dalam bertransaksi. Dengan begitu, BCA dan BI Perluas Transaksi QRIS di Royal Plaza Surabaya diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Sebagai informasi, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan standar kode pembayaran QR nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. QRIS memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran dengan berbagai aplikasi pembayaran yang terhubung, sehingga lebih efisien dan aman. Adopsi QRIS yang lebih luas di pusat perbelanjaan seperti Royal Plaza Surabaya menjadi indikator penting dalam mempercepat inklusi keuangan digital.
Berikut sejumlah manfaat yang dapat diperoleh tenant dari penggunaan QRIS:
- Proses pembayaran lebih cepat dan praktis.
- Mengurangi risiko uang tunai palsu dan kesalahan kembalian.
- Mencatat riwayat transaksi secara digital sehingga memudahkan pembukuan.
- Membuka peluang promosi dan program loyalitas dari penyedia layanan.
- Meningkatkan kepercayaan konsumen karena transaksi tercatat resmi.
Dengan adanya kompetisi ini, BCA dan BI berharap para tenant Royal Plaza Surabaya dapat merasakan langsung manfaat transaksi digital. Program BCA dan BI Perluas Transaksi QRIS di Royal Plaza Surabaya juga diharapkan menjadi contoh bagi pusat perbelanjaan lain dalam mengadopsi pembayaran nontunai secara lebih masif.
Ke depan, kolaborasi antara BCA dan Bank Indonesia diharapkan terus berlanjut, tidak hanya di Surabaya tetapi juga di berbagai kota lain. Dukungan terhadap UMKM dan pelaku ritel melalui edukasi dan apresiasi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai kesimpulan, langkah BCA dan BI Perluas Transaksi QRIS di Royal Plaza Surabaya merupakan inisiatif strategis untuk mendorong percepatan digitalisasi pembayaran di sektor ritel. Dengan melibatkan 475 tenant dan mengedepankan edukasi serta apresiasi, program ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, tetapi juga pada penguatan ekosistem pembayaran digital yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
