Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Kontroversi kembali mewarnai laga bergengsi Liga Inggris 2026/2027 antara Leeds United dan Manchester United. Dalam pertandingan yang berlangsung di Elland Road pada Minggu (18/10/2026), mantan wasit sekaligus eks petinggi PGMOL, Keith Hackett, angkat bicara dan menilai bahwa Leeds United seharusnya dihadiahi penalti. Sorotan utama dalam laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut adalah keputusan wasit Darren England yang dianggap mengabaikan pelanggaran di kotak terlarang. Isu inilah yang membuat Hackett Nilai Leeds United Layak Dapat Penalti atas MU menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola.
Insiden yang menjadi pusat perdebatan terjadi pada babak kedua saat Manchester United menghadapi situasi sepak pojok dari kubu Leeds. Dalam tayangan ulang, bek Manchester United, Harry Maguire, terlihat menarik gelandang Leeds, Ethan Ampadu, hingga membuatnya terjatuh di dalam kotak penalti. Namun, wasit Darren England tidak menunjuk titik putih. Pemeriksaan VAR pun tidak mengubah keputusan di lapangan, sehingga Leeds gagal mendapatkan peluang emas untuk membalikkan keadaan melalui hadiah penalti.
Keith Hackett, yang dikenal kritis terhadap kualitas pengambilan keputusan wasit di Liga Inggris, menyoroti tindakan Maguire dalam situasi bola mati. Menurutnya, penggunaan tangan dan lengan untuk menahan lawan seharusnya mendapat hukuman tegas dari perangkat pertandingan. Pandangan ini memperkuat argumen bahwa Hackett Nilai Leeds United Layak Dapat Penalti atas MU dalam insiden tersebut, terutama karena pelanggaran terjadi secara jelas di area terlarang.
Dalam pertandingan itu sendiri, Manchester United lebih dulu membuka keunggulan melalui gol Bryan Mbeumo pada menit ke-35. Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum. Namun, Leeds United bangkit di babak kedua dan berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Dominic Calvert-Lewin pada menit ke-51. Gol tersebut menyelamatkan Leeds dari kekalahan di hadapan pendukung sendiri, meski mereka merasa dirugikan oleh keputusan wasit yang kontroversial.
Kritik Hackett terhadap keputusan penalti ini menambah panjang daftar perdebatan seputar penggunaan VAR di Liga Inggris. Banyak pihak menilai bahwa teknologi seharusnya mampu membantu wasit mengambil keputusan yang lebih adil, terutama pada insiden yang melibatkan kontak fisik di kotak penalti. Namun, konsistensi dalam interpretasi aturan masih menjadi persoalan yang kerap menuai sorotan, termasuk dalam laga yang mempertemukan dua rival klasik ini.
Dampak Keputusan Wasit terhadap Hasil Pertandingan
Keputusan tidak memberikan penalti kepada Leeds United tentu berdampak besar terhadap jalannya pertandingan. Andai titik putih diberikan, Leeds memiliki peluang besar untuk berbalik unggul dan meraih tiga poin penuh. Sebaliknya, Manchester United bisa bernapas lega karena terhindar dari risiko kekalahan. Situasi ini kembali menegaskan bahwa keputusan wasit, sekecil apa pun, dapat menentukan arah hasil akhir sebuah pertandingan sepak bola.
Hackett, melalui pandangannya, menegaskan bahwa penegakan aturan terhadap pelanggaran di kotak terlarang harus dilakukan secara konsisten. Ia menilai insiden yang melibatkan Maguire dan Ampadu merupakan contoh nyata di mana penggunaan tangan untuk menahan lawan seharusnya berbuah hukuman. Pandangan ini selaras dengan keyakinan bahwa Hackett Nilai Leeds United Layak Dapat Penalti atas MU, sebuah penilaian yang kini menjadi bahan diskusi luas di kalangan pengamat dan suporter.
Bagi Leeds United, hasil imbang ini mungkin terasa kurang memuaskan mengingat mereka merasa dirugikan. Sementara itu, Manchester United patut bersyukur dapat membawa pulang satu poin dari laga tandang yang berlangsung sengit. Terlepas dari hasil akhir, polemik seputar keputusan wasit akan terus menjadi topik hangat, terutama menjelang evaluasi kinerja perangkat pertandingan di pekan-pekan berikutnya.
Secara keseluruhan, laga antara Leeds United dan Manchester United kembali menyoroti pentingnya konsistensi pengambilan keputusan di lapangan. Penilaian Hackett yang menyebut Leeds United layak mendapat penalti menjadi cerminan betapa besar pengaruh keputusan wasit terhadap jalannya kompetisi. Ke depan, perbaikan kualitas pengambilan keputusan, termasuk dalam pemanfaatan VAR, menjadi tantangan yang harus dijawab oleh otoritas sepak bola Inggris agar keadilan di lapangan dapat terwujud secara merata bagi semua tim.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Suara Landak

