Batam Black Out: PLN Buka Suara soal CCTV Bergeser hingga Kompensasi Otomatis 10 Persen

Foto: Istimewa

Batam Black Out: PLN Buka Suara soal CCTV Bergeser hingga Kompensasi Otomatis 10 Persen

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Peristiwa batam black out yang melumpuhkan sistem kelistrikan Batam, Bintan, dan Tanjungpinang pada Senin, 12 Oktober 2026, masih menyisakan banyak pertanyaan. PT PLN Batam akhirnya angkat bicara mengenai sejumlah temuan janggal di sekitar Gardu Induk Sungai Harapan, Sekupang, sekaligus memastikan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak. Pemadaman total yang terjadi pada pagi hari itu disebut sebagai salah satu gangguan kelistrikan terparah dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Kepulauan Riau.

Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, dalam konferensi pers di Kantor PLN Batam, Batam Center, Minggu, 18 Oktober 2026, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan penelusuran dan pemulihan sistem tanpa henti pascakejadian batam black out tersebut.

Tiga Temuan Janggal di Gardu Induk

Dalam paparannya, Kwin Fo mengungkap tiga temuan yang dinilai janggal di sekitar Gardu Induk Sungai Harapan. Temuan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan upaya mengungkap penyebab pasti gangguan yang memicu batam black out.

  • Posisi kamera pengawas atau CCTV bergeser dari posisi normal sehari sebelum kejadian, sehingga tidak merekam langsung titik awal munculnya percikan pada salah satu trafo.
  • Kawat pagar pengaman gardu ditemukan tidak bertegangan, padahal kawat tersebut berfungsi menghalau hewan liar agar tidak memasuki area peralatan bertegangan tinggi.
  • Ditemukannya seekor hewan dalam kondisi lemas dengan luka bakar di tubuhnya, beberapa jam setelah gangguan terjadi.

Kwin Fo menjelaskan, berdasarkan perkiraan awal, gangguan terjadi sekitar pukul 06.28 WIB. Tim PLN Batam tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB untuk memeriksa trafo yang memercikkan api. Saat pemeriksaan awal, petugas mengitari trafo dan mengecek sejumlah sisi peralatan, namun belum menemukan keberadaan hewan liar.

Keberadaan hewan tersebut baru diketahui sekitar pukul 10.30 WIB ketika tim lain tiba di lokasi. “Tim PLN melihat seekor hewan liar di bawah trafo dalam kondisi terduduk, mengalami luka bakar, dan terlihat lemah,” ujarnya. Meski demikian, PLN Batam menegaskan keberadaan hewan liar belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan.

Bantah Isu Data Center

Di tengah beredarnya spekulasi di masyarakat, Kwin Fo membantah keras dugaan bahwa pengujian atau commissioning data center menjadi penyebab batam black out. Ia menegaskan informasi tersebut sama sekali tidak benar dan tidak memiliki hubungan dengan peristiwa pemadaman.

“Pemadaman yang meluas kemarin itu sama sekali tidak ada sangkut paut dengan data center,” tegasnya. Menurutnya, penyebab gangguan harus dijelaskan berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaan di lapangan, bukan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

PLN Batam juga menyampaikan telah melakukan uji fungsi terhadap perangkat proteksi kelistrikan pada Jumat, 9 Oktober 2026, sebelum kejadian. Hasil pengujian menunjukkan seluruh perangkat proteksi yang diperiksa bekerja dengan baik. Penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti batam black out kini masih berlangsung bersama Bareskrim Polri dan Polda Kepri.

Kompensasi Otomatis Masuk Tagihan November

Sebagai bentuk tanggung jawab, PT PLN Batam memastikan pelanggan yang terdampak pemadaman akan memperoleh kompensasi. Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PLN Batam, Raditya Surya Danu, mengatakan pemberian kompensasi mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT Pelayanan Listrik Nasional Batam.

Jenis Pelanggan Besaran Kompensasi Mekanisme
Pelanggan reguler 10 persen terhadap beban Otomatis masuk tagihan November 2026
Layanan khusus / B2B Sekitar 15–25 persen dari total pemakaian Disesuaikan jenis layanan

“Untuk pelanggan reguler, sesuai peraturan gubernur, kompensasi sebesar 10 persen terhadap beban akan langsung otomatis masuk ke tagihan atau billing bulan November,” kata Raditya. Pelanggan reguler tidak perlu mengajukan permohonan maupun datang ke kantor PLN Batam untuk mendapatkan kompensasi.

Sementara itu, penghitungan kerugian akibat batam black out belum tuntas dilakukan. Kwin Fo menyebut pihaknya belum sampai pada tahap kalkulasi menyeluruh karena pekan lalu fokus pada pemulihan sistem. “Minggu depan kami akan melakukan kalkulasi kerugian yang kami derita berapa, termasuk kerugian yang melanda masyarakat, pemilik usaha, bisnis,” ujarnya.

Hingga kini, pasokan listrik di Pulau Batam dan Pulau Bintan dilaporkan telah pulih kembali. Meski demikian, masyarakat masih menantikan hasil penyelidikan resmi untuk mengetahui penyebab pasti insiden yang sempat melumpuhkan aktivitas warga dan dunia usaha tersebut. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem proteksi dan pengawasan infrastruktur kelistrikan di kawasan strategis seperti Batam.