Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Laga sengit bertajuk buriram utd vs beijing guoan tuntas dengan kekecewaan mendalam bagi tuan rumah. Klub raksasa Thailand, Buriram United FC, harus menelan pil pahit setelah tumbang 0-1 dari wakil Chinese Super League, Beijing Guoan FC, pada putaran kedua fase liga AFC Champions League Elite. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Buriram yang sebelumnya berstatus juara ASEAN Club Championship Shopee Cup, sekaligus menghentikan laju mereka di kompetisi paling bergengsi antar klub Asia tersebut.
Gol tunggal yang menentukan nasib pertandingan buriram utd vs beijing guoan lahir dari sundulan mematikan striker Fabio Abreu pada menit ke-79. Serangan balik cepat skuad tamu berhasil membongkar konsentrasi lini belakang Buriram, dan Abreu dengan tenang menanduk bola melewati jangkauan kiper tuan rumah. Sejak saat itu, tim asuhan pelatih kepala Buriram berupaya keras mengejar ketertinggalan, namun rapatnya pertahanan Beijing Guoan membuat peluang emas sulit tercipta hingga wasit meniup peluit panjang.
Kekalahan dalam duel buriram utd vs beijing guoan ini menambah panjang daftar hasil kurang memuaskan bagi kontingen Thailand pada pekan kedua ACL Elite. Nasib serupa dialami Ratchaburi FC yang takluk 0-1 dari Kyoto Sanga FC asal Jepang, sementara Port FC dipermalukan Kashiwa Reysol dengan skor telak 5-1 setelah tim Jepang itu mencetak lima gol hanya dalam 28 menit pembukaan. Di sisi lain, wakil Vietnam Cong An Ha Noi FC juga menelan kekalahan 0-1 di kandang sendiri dari Kashima Antlers, juara AFC Champions League 2018.
Di papan klasemen wilayah timur, hasil buriram utd vs beijing guoan membawa dampak signifikan bagi posisi kedua tim. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Beijing Guoan untuk bersaing di zona delapan besar yang berhak melaju ke babak gugur. Sementara itu, Buriram United harus segera berbenah dan memaksimalkan laga-laga tersisa agar tetap menjaga peluang lolos. Format fase liga dengan 16 tim ini memang menuntut konsistensi tinggi, karena hanya delapan finisher teratas di wilayah timur yang akan melanjutkan perjalanan ke fase knock-out.
Pekan kedua ACL Elite juga diwarnai performa impresif klub-klub besar lainnya. Johor Darul Ta’zim FC dari Malaysia melanjutkan tren positif dengan mengalahkan mantan juara Asia, Pohang Steelers, 2-0 di Stadion Pohang Steel Yard. Marcos Guilherme menjadi bintang kemenangan JDT lewat dua golnya pada menit ke-49 dan ke-89. Tim asuhan Xisco Munoz itu kini menempati posisi kelima klasemen wilayah timur dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan, sementara Pohang terpuruk di peringkat ke-15 tanpa meraih poin setelah bek tengah Jeon Min-gwang diganjar kartu merah langsung pada akhir babak pertama.
Di wilayah barat, Al Nassr menunjukkan kelasnya dengan menaklukkan Neftchi Fergana 3-1 di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh. Gol pembuka Angelo Gabriel dan voli spektakuler kapten Cristiano Ronaldo pada babak pertama, ditambah gol bunuh diri Anvarjon Gofurov, memastikan poin penuh bagi raksasa Arab Saudi tersebut. Neftchi hanya mampu memperkecil skor melalui Alisher Odilov. Kemenangan ini mengangkat Al Nassr ke peringkat kedelapan klasemen wilayah barat dengan tiga poin dari dua laga, sementara Neftchi turun ke posisi ketujuh.
Sementara itu, di ajang AFC Champions League Two, sejumlah klub Asia Tenggara menorehkan hasil membanggakan. Persib Bandung memuncaki Grup E dengan enam poin berkat kemenangan 1-0 atas The Cong-Viettel FC lewat penalti Mariano Peralta pada menit ke-45. Lion City Sailors FC juga meraih kemenangan 1-0 atas Tai Po FC di Hong Kong melalui gol Matthias Phaeton pada menit ke-48, membawa mereka ke posisi kedua Grup F. PKR Svay Rieng FC mengoleksi poin pertamanya lewat hasil imbang 0-0 dengan Shanghai Shenhua FC, sedangkan Kuching City FC juga meraih satu poin dari hasil seri 1-1 melawan Kitchee SC di Grup H.
Secara keseluruhan, duel buriram utd vs beijing guoan menjadi pengingat keras bahwa di level Asia, tidak ada tim yang bisa dianggap remeh. Bagi Buriram United, kekalahan ini harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh, terutama dalam hal efisiensi serangan dan ketenangan di momen-momen krusial. Sebaliknya, Beijing Guoan membuktikan bahwa disiplin taktik dan efektivitas penyelesaian akhir mampu membawa pulang tiga poin berharga dari kandang lawan yang terkenal angker. Persaingan di ACL Elite masih panjang, dan pertarungan memperebutkan tiket babak gugur dipastikan akan semakin memanas pada matchday-matchday berikutnya.

