Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Kisah Ale dan Alasan Kecil untuk Bertahan Hidup

Foto: Istimewa

Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Kisah Ale dan Alasan Kecil untuk Bertahan Hidup

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Trailer resmi film seporsi mie ayam sebelum mati telah dirilis pada Senin, 12 Oktober 2026, membuka tabir adaptasi novel laris karya Brian Khrisna yang akan tayang di bioskop Indonesia pada 12 November 2026. Film produksi Sinergi Pictures bersama Ben Film ini disutradarai oleh Kuntz Agus dan mengangkat kisah seorang pria bernama Ale yang berjuang menemukan kembali alasan untuk menjalani hidup di tengah pergulatan batinnya. Melalui trailer tersebut, penonton diajak menyelami tema kesehatan mental, kesepian, serta arti kehidupan yang dapat ditemukan melalui pertemuan dan pengalaman sederhana.

Dalam trailer, Ale yang diperankan oleh Benedictus Siregar digambarkan sebagai pria berusia 37 tahun yang berada di titik terendah dalam hidupnya. Tepat di hari ulang tahunnya, ia justru merasa kehilangan arah dan kesepian hingga tidak lagi menemukan alasan untuk melanjutkan hidup. Di tengah kondisi depresi akut yang dialaminya, Ale memiliki satu keinginan sederhana, yakni menyantap seporsi mi ayam. Keinginan itu menjadi titik awal perjalanan yang mempertemukannya dengan berbagai orang dan pengalaman tak terduga, membuka kemungkinan baginya untuk melihat kehidupannya dari sudut pandang yang berbeda.

Sepanjang trailer, sejumlah karakter muncul memberikan perspektif baru tentang kehidupan, rasa sakit, hingga penerimaan terhadap diri sendiri. Salah satu dialog menyoroti keinginan seseorang untuk terbebas dari rasa sakit yang dialaminya, sementara pesan lain mengingatkan agar seseorang tidak membiarkan kehidupan membentuk dirinya menjadi sosok yang justru dibenci. Menjelang akhir trailer, Ale menunjukkan perubahan sikap dengan mengungkapkan keinginannya untuk tidak lagi terus-menerus mengalah, menandai perjalanan karakter yang mulai berusaha menghadapi keadaan dan menentukan sikap terhadap hidupnya.

Film seporsi mie ayam sebelum mati membawa gagasan bahwa alasan untuk bertahan terkadang hadir melalui hal-hal kecil yang tidak terduga. Kisahnya mengajak penonton melihat bagaimana pertemuan dengan orang lain dapat membuka cara pandang baru terhadap kehidupan. Pada awal video trailer, penonton diberikan peringatan bahwa tema yang dihadirkan berpotensi memengaruhi sebagian orang, menandakan keseriusan film ini dalam menyikapi isu kesehatan mental secara bijaksana.

Pengalaman mendalam dirasakan oleh Benedictus Siregar saat menyelami penderitaan psikologis tokoh Ale. Aktor sekaligus komedian yang akrab disapa Benny ini mengaku peran tersebut tidak hanya menjadi tantangan dalam berkarier, melainkan turut mengubah sudut pandangnya secara mendasar mengenai rasa kesepian, beban hidup, serta esensi koneksi antarmanusia. “Ada beberapa hal yang nggak pernah aku alami, jadi buat aku, kayaknya ini enggak mungkin (bisa terjadi dalam hidup). Tapi ternyata, memang ada kemungkinan ini sering terjadi,” kata Benedictus.

Untuk mempersiapkan diri, Benny sempat berkonsultasi langsung dengan seorang psikolog. Melalui ruang diskusi tersebut, ia berikhtiar memahami rentetan adegan cerita sembari menghubungkannya dengan berbagai fenomena sosial nyata yang kerap ditangani para pakar kesehatan mental. Proses refleksi itu membawanya pada rasa syukur yang lebih mendalam atas kehidupan pribadinya. Ia belajar melatih empati terhadap dinamika persoalan orang lain, terutama mereka yang menanggung beban jauh lebih berat, dan menyadari bahwa bobot suatu permasalahan bersifat relatif bagi tiap individu.

Titik empati itu kian menguat ketika Benny menemukan benang merah antara pengalaman pribadinya dan realitas yang dihadapi Ale, khususnya terkait pergulatan melawan rasa kesepian serta perasaan terisolasi dari lingkungan. Menyelami karakter Ale juga menjadi pengingat baginya akan krusialnya membangun komunikasi dengan sesama. Menurutnya, sebuah percakapan paling ringkas sekalipun sanggup menyuntikkan kembali daya dan semangat untuk melanjutkan hidup. “Yang bikin aku bertahan di hidup ini, aku pastikan adalah ngobrol sama orang-orang di sekelilingku. Nggak harus yang aku kenal, yang aku baru ketemu lagi, itu sudah bikin energiku kayak kembali lagi,” ujarnya.

Benny menyematkan harapan besar agar nilai emosional ini tersampaikan dengan utuh kepada para penonton, terutama bagi siapa pun yang kini tengah berjuang melewati fase kelam. Ia menekankan bahwa pijakan untuk tetap melangkah tidak selalu harus bersumber dari hal-hal besar. Film seporsi mie ayam sebelum mati diharapkan dapat menjadi cermin bagi penonton untuk lebih peka terhadap kesehatan mental dan pentingnya koneksi antarmanusia.

Menyambut perilisan film, penyanyi Barsena Bestandhi resmi memperkenalkan single terbarunya yang bertajuk “Coba Lagi” pada 18 September 2026. Lagu tersebut dipilih sebagai lagu tema resmi atau official soundtrack untuk film seporsi mie ayam sebelum mati. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi penulisan antara Hendro Djasmoro dan Barsena Bestandhi, dan kini dapat dinikmati pendengar melalui video musik resminya di kanal YouTube Barsena.

Melalui “Coba Lagi”, Barsena mengangkat kisah tentang seseorang yang tengah menghadapi masa-masa sulit hingga berada di titik terendah kehidupannya. Lagu ini membawa pesan agar seseorang tidak mudah menyerah ketika berhadapan dengan berbagai persoalan. Sebab, di balik kesulitan yang sedang dialami, masih ada kebahagiaan, pengalaman bermakna, serta kesempatan baru yang mungkin hadir di masa mendatang. Liriknya menyentuh dengan kalimat seperti “Tak ada alasan yang cukup logis untuk mati hari ini” dan “Bila hari ini kau sial besok bisa coba lagi”, sejalan dengan pesan film yang mengajak untuk terus bertahan.

Dengan kombinasi cerita yang kuat, penampilan aktor yang mendalam, serta dukungan lagu tema yang menyentuh, film seporsi mie ayam sebelum mati siap menyapa penonton bioskop Indonesia pada 12 November 2026. Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna kehidupan, pentingnya empati, dan kekuatan hal-hal kecil yang terkadang menjadi alasan untuk terus melangkah.