Boca Juniors Tantang Vasco di Maracanã: Misi Balas Dendam dan Mimpi 'Maracanazo' di Semifinal Sul-Americana

Foto: Istimewa

Boca Juniors Tantang Vasco di Maracanã: Misi Balas Dendam dan Mimpi ‘Maracanazo’ di Semifinal Sul-Americana

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Laga penentu nasib akan tersaji di Stadion ikonik Maracanã, Rio de Janeiro, pada Selasa malam (20/10). Boca Juniors datang dengan misi berat namun penuh ambisi untuk membalikkan keadaan melawan Vasco da Gama pada leg kedua semifinal Copa Sudamericana 2026. Kekalahan 0-1 di La Bombonera pada pertemuan pertama membuat klub Argentina tersebut wajib menang demi menjaga asa meraih tiket ke partai final.

Kabar baik menghampiri kubu Boca Juniors jelang laga krusial ini. Kapten sekaligus gelandang berpengalaman, Leandro Paredes, dikabarkan telah kembali mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekannya di Rio de Janeiro. Pemain bernomor punggung 5 itu sebelumnya absen akibat cedera otot paha kanan yang ia alami pada 9 Oktober silam kala timnya bermain imbang 2-2 melawan Instituto di kompetisi domestik. Kondisi awalnya bahkan sempat membuat media Buenos Aires pesimistis ia bisa tampil di dua leg semifinal.

Namun, pemulihan Paredes berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Ia terlihat mengikuti latihan hampir penuh bersama tim di pusat pelatihan Flamengo, Ninho do Urubu. Pelatih Boca Juniors, Rodolfo Arruabarrena, mengaku masih mempertimbangkan risiko sebelum memutuskan memasukkan Paredes ke starting eleven. “Lea sedang berlatih hampir bersama tim. Jadwalnya tidak seperti yang saya pikirkan sebelumnya. Dia baik-baik saja, kita lihat dalam beberapa jam ke depan bagaimana kami akan menyusun tim. Dia ingin bermain, tapi ada risiko,” ujarnya dalam konferensi pers.

Kehadiran Paredes tentu menjadi suntikan moral bagi Boca Juniors yang tengah memburu gelar internasional pertama mereka sejak 2008, ketika menjuarai Recopa Sudamericana. Klub berjuluk Xeneize itu juga berstatus juara bertahan dua kali Copa Sudamericana dan memiliki rekam jejak impresif di kompetisi kontinental, dengan sepuluh final sejak tahun 2000 di ajang Libertadores maupun Sudamericana. Striker Miguel Merentiel menyebut laga nanti sebagai “final yang dipercepat” dan menegaskan timnya akan tampil habis-habisan.

Di sisi lain, Vasco da Gama berada di ambang sejarah. Klub asal Brasil ini terakhir kali menembus final kompetisi kontinental pada tahun 2000, saat menjuarai Copa Mercosul setelah menaklukkan Palmeiras lewat comeback dramatis 4-3. Kini, dengan keunggulan agregat 1-0 berkat gol tunggal Adson di Buenos Aires, Vasco hanya butuh hasil imbang di hadapan pendukung sendiri untuk melaju ke final. Pelatih Pedro Emanuel diprediksi menurunkan formasi terbaiknya dengan mengandalkan Léo Jardim di bawah mistar serta duet Adson dan Bruno Duarte di lini depan.

Menariknya, laga ini juga diwarnai cerita unik. Boca Juniors memilih berlatih di fasilitas milik Flamengo, rival abadi Vasco, sebelum pertandingan. Publikasi klub di media sosial yang mengunggah momen latihan Paredes dengan iringan lagu samba klasik turut memanaskan atmosfer jelang duel. Bagi Boca Juniors, kemenangan di Maracanã akan menjadi ‘Maracanazo’ baru yang dikenang, mengingat sejarah besar stadion tersebut dalam sepak bola Amerika Selatan.

Dari kubu Vasco, pelatih Pedro Emanuel menegaskan timnya tidak akan bermain bertahan. Meski hanya butuh seri, ia menekankan pentingnya tampil agresif sejak menit awal untuk meredam tekanan Boca Juniors. Andrés Gómez yang absen karena kartu merah di leg pertama menjadi satu-satunya kekhawatiran di lini tengah. Dukungan penuh suporter tuan rumah di Maracanã yang berkapasitas hampir 79 ribu penonton diharapkan menjadi energi tambahan bagi skuad Cruzmaltino.

Pihak penyelenggara dan otoritas transportasi setempat telah menyiapkan skema khusus. MetrôRio akan memperpanjang jam operasional di Stasiun Maracanã dan São Cristóvão selama satu jam setelah laga usai, sementara stasiun lain hanya melayani penurunan penumpang setelah tengah malam. Perpindahan antarlinje 1 dan 2 juga dialihkan melalui Stasiun Botafogo, sehingga para penonton diimbau merencanakan perjalanan pulang dengan matang.

Pertandingan ini dipastikan berlangsung sengit. Vasco da Gama berpeluang mengakhiri penantian 26 tahun, sementara Boca Juniors datang dengan tekad membalikkan keadaan dan mengejar tiket final. Kedua tim memiliki motivasi besar, baik untuk mengukir sejarah maupun menegaskan dominasi di kompetisi kontinental. Siapa yang akan tersenyum di akhir laga? Jawabannya akan terungkap di Maracanã, Selasa malam nanti, dan satu hal pasti: duel Vasco melawan Boca Juniors akan menjadi salah satu momen paling menentukan dalam perjalanan Copa Sudamericana musim ini.