Canada vs Peru: Shaffelburg Brace Bawa Kanada Menang 2-0, Marsch Tetap Merasa Kurang

Foto: Istimewa

Canada vs Peru: Shaffelburg Brace Bawa Kanada Menang 2-0, Marsch Tetap Merasa Kurang

Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | Pertandingan canada vs peru di Stadion Saputo, Montreal, menjadi panggung bagi Jacob Shaffelburg yang mencetak dua gol di babak pertama dan membawa Kanada menang 2-0 atas Peru dalam laga persahabatan internasional. Kemenangan ini memperpanjang tren tak terkalahkan Kanada dalam lima pertandingan terakhir, sementara Peru pulang tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.

Kanada membuka keunggulan pada menit ke-19. Shaffelburg menyambut umpan Liam Millar dari situasi bola mati di tiang jauh, mengontrol bola dengan satu sentuhan sebelum melepaskan tembakan yang melewati kiper Diego Romero. Enam belas menit kemudian, Millar kembali menjadi penyuplai lewat penetrasi dan umpan silang dari sisi kanan yang disambut sundulan Shaffelburg di tiang belakang.

Duel canada vs peru berjalan sangat sepihak. Peru hanya menguasai 43 persen bola dan gagal mencatatkan satu pun tembakan ke gawang. Pelatih Kanada Jesse Marsch mengakui timnya mendikte tempo sejak awal. “Kami mampu mengendalikan pertandingan, bermain sesuai kekuatan kami, dan saya puas dengan penampilan 22 pemain yang masuk ke lapangan,” ujarnya.

Meski menang nyaman, Marsch menilai anak asuhnya masih menyia-nyiakan peluang. Daniel Jebbison gagal memanfaatkan umpan matang Jonathan David di akhir babak pertama, dan tendangan bebas Mathieu Choiniere membentur tiang gawang di babak kedua. “Kenyataannya, kami seharusnya bisa pulang dengan hasil lebih besar,” katanya. Catatan ini menjadi sorotan menjelang pertemuan dengan Amerika Serikat di Saint Paul, Minnesota.

Bagi Peru, hasil buruk dalam rangkaian canada vs peru ini menambah tekanan. Dalam lima laga terakhir, tim Amerika Selatan itu hanya meraih satu kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan. Mereka akan menutup jendela FIFA dengan menghadapi Kolombia di Miami pada 6 Oktober.

Sementara itu, laga Kanada kontra Amerika Serikat menyajikan tantangan berbeda. Pelatih AS Mauricio Pochettino memilih skuad muda berbasis MLS tanpa sejumlah bintang seperti Weston McKennie, Christian Pulisic, dan Folarin Balogun. Nama Cavan Sullivan mencuri perhatian setelah mencetak gol ke gawang Meksiko pada usia 17 tahun lima hari, menjadikannya pencetak gol termuda dalam sejarah timnas putra AS. Julian Hall juga bersinar dengan tiga gol dalam tiga laga, termasuk saat menghadapi Peru pekan lalu.

Berikut catatan kunci pertandingan canada vs peru:

  • Skor akhir: Kanada 2-0 Peru
  • Pencetak gol: Jacob Shaffelburg (19′, 35′)
  • Assist: Liam Millar (2)
  • Penguasaan bola: Kanada 57% – Peru 43%
  • Tembakan ke gawang: Kanada 6 – Peru 0
  • Lokasi: Stadion Saputo, Montreal

Dengan performa ini, Kanada menunjukkan kedalaman skuad dan ketajaman lini serangnya, tetapi konsistensi penyelesaian akhir tetap menjadi pekerjaan rumah. Peru harus segera membenahi kohesi tim dan pertahanan jika ingin tampil lebih kompetitif. Laga canada vs peru menjadi cermin dua arah berbeda: Kanada yang percaya diri menatap Nations League, dan Peru yang masih mencari bentuk terbaiknya.