Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | Fran García menjadi sorotan utama dalam kemenangan dramatis Timnas Spanyol atas Republik Ceko dengan skor 3-1 pada lanjutan UEFA Nations League di Stadion Carlos Tartiere, Oviedo. Nama Fran García kembali mencuat setelah ia dipercaya mengisi posisi bek kiri oleh pelatih Luis de la Fuente, menggantikan Alejandro Grimaldo yang mengalami masalah fisik. Ini merupakan penampilan pertama Fran García sebagai starter bersama La Roja setelah hampir tiga tahun absen dari starting eleven, terakhir kali ia tampil sejak Oktober 2023 melawan Skotlandia dan Norwegia.
Pertandingan berjalan tidak mudah bagi tuan rumah. Spanyol tampil dominan di babak pertama, namun Republik Ceko memberikan perlawanan sengit di babak kedua. Meski demikian, kehadiran Fran García di sisi kiri pertahanan memberikan keseimbangan bagi tim. Bek milik Real Betis itu tampil solid dalam bertahan dan beberapa kali melakukan penetrasi ke depan memanfaatkan kecepatannya, sebuah kualitas yang sudah lama menjadi ciri khas permainannya.
Usai laga, Fran García mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali memperkuat negaranya. “Sangat senang bisa kembali ke sini, berpartisipasi, dan membantu tim. Di sini tidak ada pertandingan yang mudah, pergantian pemain juga sangat membantu,” ujarnya kepada awak media di zona campuran.
Pemain berusia 27 tahun itu juga menegaskan bahwa tidak ada lawan yang bisa dianggap remeh. “Pertandingan apa pun tidak mudah. Saat Anda sedikit menurun dan tidak berada di 100 persen, itu sangat terasa. Tidak peduli siapa lawannya, mereka bisa menyakiti Anda. Anda tidak bisa lengah satu menit pun,” tegasnya.
Kembalinya Fran García ke timnas tidak lepas dari performa impresifnya bersama Real Betis di awal musim. Meski baru bergabung, ia langsung menjadi pilihan utama di sektor kiri pertahanan. Kesempatan ini datang setelah Grimaldo mengalami cedera, dan Fran García membuktikan bahwa ia layak mendapatkan tempat di skuad juara dunia tersebut.
Dalam laga tersebut, Spanyol melakukan sembilan pergantian pemain. Namun, menurut Fran García, hal itu tidak mengurangi kualitas permainan tim. “Banyak wajah yang saya kenal di sini. Yang terbaik dari grup ini adalah semua orang berada di kapal yang sama. Semua memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Pelatih Luis de la Fuente sendiri mengapresiasi penampilan Fran García. Menurutnya, pemain yang sempat memperkuat Real Madrid itu mampu beradaptasi dengan cepat meski baru dipanggil sebagai pengganti. Kehadirannya memberikan opsi tambahan di lini pertahanan menjelang laga melawan Kroasia pada 6 Oktober mendatang.
Spanyol saat ini berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan gelar Nations League. Kemenangan atas Republik Ceko menjadi modal berharga sebelum menghadapi Kroasia, yang diprediksi menjadi ujian sesungguhnya. Fran García kemungkinan besar akan kembali mendapatkan menit bermain mengingat kondisi Grimaldo yang belum pulih sepenuhnya.
Bagi Fran García, momen ini adalah pembuktian diri. Setelah lama absen, ia kini kembali bersinar di panggung internasional. Perjalanan kariernya yang sempat menurun kini kembali menemukan momentum. Ia bukan hanya sekadar pelapis, melainkan bagian penting dari proyek besar Luis de la Fuente.
Dengan performa yang terus meningkat, tidak berlebihan jika Fran García disebut sebagai salah satu bek kiri terbaik yang dimiliki Spanyol saat ini. Kombinasi pengalaman, kecepatan, dan mentalitas juara membuatnya menjadi aset berharga bagi La Roja. Pertandingan melawan Kroasia akan menjadi panggung berikutnya untuk membuktikan konsistensinya.
Pada akhirnya, kisah Fran García adalah bukti bahwa kerja keras dan kesabaran selalu membuahkan hasil. Dari pemain yang sempat terlupakan, ia kini kembali menjadi bagian dari skuad elit dunia. Spanyol, dengan kedalaman skuadnya, siap menghadapi tantangan berikutnya, dan Fran García siap menjadi salah satu pilar di dalamnya.

