BBRI Meledak 9,84%! Saham Pelat Merah Berpesta, Sinyal Danantara Guyur Pasar?

Foto: Istimewa

BBRI Meledak 9,84%! Saham Pelat Merah Berpesta, Sinyal Danantara Guyur Pasar?

Kalimantan Update – 21 Oktober 2026 | Lonjakan dramatis saham bbri menjadi bintang utama di bursa domestik saat kelompok saham pelat merah yang tergabung dalam indeks IDXBUMN20 melesat tajam. Pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau bbri terbang 9,84% ke level 2.790, membawa angin segar bagi pelaku pasar yang sebelumnya dilanda tekanan hebat selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan bbri ini menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang akhirnya ditutup melesat 5,65% ke level 5.278.

Kenaikan saham bbri bukanlah fenomena tunggal. Indeks IDXBUMN20 yang menghimpun 20 saham badan usaha milik negara dengan kapitalisasi pasar dan likuiditas terbesar mencatat lonjakan 9,63%, menjadikannya kelompok indeks dengan pertumbuhan tertinggi pada hari itu. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melonjak 9,82% ke level 3.690, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) meroket 16,38%, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tumbuh 10,48% ke level 2.740, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melesat 8,78% ke level 3.220. Kapitalisasi pasar pun menembus Rp 9.307 triliun dengan nilai transaksi mencapai Rp 26,54 triliun.

Pada sesi pertama perdagangan, IHSG sudah menunjukkan tanda-tanda rebound dengan ditutup menguat 4,16% ke level 5.204,63. Saat itu saham bbri sudah melonjak 8,27% atau naik Rp210 ke level Rp2.750 per lembar setelah dibuka di posisi Rp2.610. Sepanjang sesi, bbri bergerak di rentang Rp2.580 hingga Rp2.750 dengan volume perdagangan mencapai sekitar 429 juta lembar saham dan nilai transaksi menembus lebih dari Rp680 miliar.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, turut menyoroti pergerakan positif bursa melalui unggahan di akun media sosial pribadinya. Ia membagikan tangkapan layar penguatan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar beserta kenaikan IHSG dengan keterangan singkat, “Pagi Yang Cerah”.

Tiga Sentimen Penopang Rebound Pasar

Penguatan bursa domestik pada perdagangan kali ini didorong oleh tiga sentimen utama yang muncul secara bersamaan. Pertama, aksi buyback saham oleh sejumlah emiten yang memberikan dukungan terhadap harga. Kedua, pengetatan aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang meningkatkan kepercayaan pelaku pasar. Ketiga, rencana penambahan kepemilikan saham BUMN yang digulirkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menilai koreksi pasar saham saat ini justru menjadi peluang investasi. Menurutnya, koreksi pasar modal membuat valuasi emiten, termasuk emiten milik BUMN, berada di level yang rendah. Rosan menegaskan Danantara memandang investasi sebagai penempatan modal jangka panjang, bukan sekadar mencari keuntungan dari transaksi jual beli saham dalam waktu singkat.

“Kami meyakini, melihat, dan menganalisis bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik. Sangat baik, saya tekankan,” kata Rosan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat, 16 Oktober 2026.

Rosan secara khusus menyebut saham perbankan pelat merah seperti bbri, BBNI, BMRI, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) masih dalam kondisi solid. Pernyataan ini menjadi katalis positif yang mendorong aksi beli investor terhadap saham bbri dan emiten perbankan lainnya.

Tekanan Sepanjang Tahun Masih Membayangi

Meskipun mencatat penguatan signifikan, secara tahun berjalan (year to date) IHSG masih mencatatkan penurunan sebesar 40,47% akibat tekanan dari pengumuman evaluasi indeks oleh MSCI. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa rebound yang terjadi masih berada dalam konteks pemulihan dari koreksi tajam sebelumnya, sehingga pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika global yang masih berpotensi menekan pasar.

Penguatan bbri pada perdagangan kali ini menunjukkan besarnya kepercayaan pasar terhadap fundamental perbankan pelat merah. Dengan dukungan rencana Danantara, aksi buyback, serta pengetatan aturan bursa, saham bbri dan kelompok saham BUMN lainnya berpotensi terus menjadi magnet bagi investor yang mencari peluang di tengah valuasi rendah. Namun, pergerakan pasar tetap bergantung pada konsistensi sentimen positif dan stabilitas kondisi makroekonomi ke depan.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Katadata, Suara.com