Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menjadi sorotan publik setelah merilis serangkaian informasi penting dalam satu hari, Minggu, 4 Oktober 2026. Mulai dari gempa bumi di Ruteng, Nusa Tenggara Timur, peringatan cuaca ekstrem di Jawa Barat, hingga kabut asap yang mencekik Palembang, semua diumumkan secara simultan. BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat di tengah dinamika cuaca dan aktivitas seismik yang terus berlangsung.
Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang Ruteng, Manggarai, NTT, pada pukul 17.13 WIB. Menurut BMKG, pusat gempa berada di darat, sekitar 40 kilometer utara Ruteng. Meski tidak berpotensi tsunami, warga diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan. Sebelumnya, pada pagi hari, gempa magnitudo 5,9 juga mengguncang Sumba Barat Daya. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa gempa tersebut dipicu aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak. “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya dalam konferensi pers daring. Episenter gempa berada di laut, 59 kilometer barat daya Kodi, dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault. Guncangan terkuat mencapai skala VI MMI di beberapa wilayah Sumba Barat Daya.
Di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 4-5 Oktober 2026. Empat provinsi berstatus Siaga, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat. Sementara delapan provinsi lain berstatus Waspada, termasuk Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat dapat memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang. Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia, mengimbau masyarakat tetap tenang namun siaga. “Masyarakat diminta memantau informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG dan mengenali risiko lingkungan,” katanya. Wilayah seperti Bogor, Bekasi, Karawang, Bandung, Sukabumi, dan Cianjur diminta meningkatkan kewaspadaan pada 5 Oktober, dengan peringatan berlanjut hingga 7 Oktober di beberapa daerah.
Kualitas udara di Palembang, Sumatra Selatan, juga menjadi perhatian serius. BMKG menyatakan kualitas udara di kota itu berada di level sangat berbahaya akibat kabut asap. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatra Selatan, Wandayantolis, mengungkapkan bahwa pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang pada Minggu pagi menunjukkan kategori hitam atau sangat berbahaya bagi kesehatan. Kabut asap yang menyelimuti kota sejak pukul 08.00 WIB ini menuntut kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat.
BMKG terus mengingatkan pentingnya mitigasi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau mengikuti protokol evakuasi, mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum bepergian, dan secara rutin memperbarui informasi melalui kanal resmi. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Dengan berbagai fenomena alam yang terjadi dalam waktu bersamaan, peran BMKG sebagai sumber informasi terpercaya semakin krusial. Kesimpulannya, kewaspadaan dan tindakan preventif menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana di tengah ketidakpastian cuaca dan aktivitas geologis di Indonesia.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Metrotv, IDN Times, Kompas TV, ANTARA

