Kalimantan Update – 21 Oktober 2026 | Barcelona harus menerima kenyataan pahit dalam bursa transfer musim panas 2026. Alih-alih mendapatkan dana segar dari penjualan permanen, klub asal Catalonia itu akhirnya melepas Marc Casado dengan status pinjaman ke Deportivo La Coruña. Situasi ini menegaskan bahwa Barcelona Gagal Jual Marc Casado dan Pilih Peminjaman sebagai solusi terakhir setelah tidak ada tawaran yang sesuai dengan ekspektasi klub.
Manajemen Barcelona sebelumnya menargetkan penjualan permanen untuk gelandang berusia 22 tahun tersebut dengan nilai sekitar 25 juta euro. Namun, hingga bursa transfer ditutup, tidak ada satu pun tawaran yang memenuhi angka yang diharapkan. Kegagalan mencapai kesepakatan itu membuat Barcelona kehilangan peluang memperoleh pemasukan transfer yang sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan keuangan klub.
Keputusan Barcelona Gagal Jual Marc Casado dan Pilih Peminjaman bukan tanpa konsekuensi. Klub masih berkewajiban membayar sebagian gaji Casado selama masa peminjaman berlangsung. Artinya, secara finansial Barcelona tidak sepenuhnya terbebas dari beban sang pemain, meski yang bersangkutan kini berkostum Deportivo La Coruña. Kondisi ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi manajemen dalam mengelola neraca klub.
Di balik kepindahan tersebut, hubungan antara Casado dan Barcelona dilaporkan menghangat. Casado disebut tidak puas dengan perlakuan yang diterimanya selama proses negosiasi berlangsung. Sementara itu, pihak Barcelona merasa kecewa terhadap cara penanganan proses kepindahan sang pemain. Ketegangan ini membuat situasi semakin rumit dan turut memengaruhi jalannya pembicaraan.
Barcelona juga menyoroti hasil negosiasi yang melibatkan Jorge Mendes, agen Casado. Kesepakatan yang akhirnya tercapai tidak menghasilkan penjualan permanen seperti yang diinginkan klub. Alhasil, rencana untuk mengantongi dana sekitar 25 juta euro pun tidak terwujud. Persoalan Barcelona Gagal Jual Marc Casado dan Pilih Peminjaman ini menjadi gambaran betapa alotnya negosiasi di bursa transfer kali ini.
Berikut sejumlah poin penting yang mewarnai saga transfer Marc Casado:
- Target awal Barcelona: penjualan permanen senilai sekitar 25 juta euro.
- Hasil akhir: peminjaman ke Deportivo La Coruña pada bursa transfer musim panas 2026.
- Beban gaji: Barcelona masih menanggung sebagian gaji pemain berusia 22 tahun itu.
- Relasi memanas: Casado kecewa dengan perlakuan klub, Barcelona kecewa pada proses kepindahan.
- Peran agen: negosiasi Jorge Mendes dinilai tidak sesuai harapan klub.
Dari sisi Barcelona, kegagalan menjual Casado secara permanen berdampak langsung pada rencana pemasukan klub. Dana yang diharapkan bisa digunakan untuk memperkuat skuad atau menyeimbangkan pembukuan justru tidak terealisasi. Sebaliknya, klub masih harus menanggung sebagian beban gaji selama masa pinjaman. Situasi ini menempatkan manajemen di bawah tekanan untuk mencari strategi lain di bursa transfer berikutnya.
Bagi Deportivo La Coruña, kehadiran Casado dengan status pinjaman bisa menjadi keuntungan tersendiri. Klub peminjam mendapatkan gelandang muda yang masih memiliki potensi besar tanpa harus mengeluarkan biaya transfer permanen. Namun, bagi Barcelona, langkah Barcelona Gagal Jual Marc Casado dan Pilih Peminjaman ini jelas bukan hasil yang diinginkan sejak awal.
Ke depan, masa depan Casado di Barcelona masih menjadi tanda tanya. Jika performanya bersama Deportivo La Coruña menanjak, bukan tidak mungkin nilai jualnya kembali meningkat dan klub bisa mencoba menjualnya secara permanen pada kesempatan berikutnya. Sebaliknya, jika hubungan yang memanas tidak segera diperbaiki, situasi serupa berpotensi terulang.
Secara keseluruhan, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi Barcelona dalam mengelola negosiasi transfer dan hubungan dengan pemain serta agen. Keputusan Barcelona Gagal Jual Marc Casado dan Pilih Peminjaman menunjukkan bahwa perencanaan di atas kertas tidak selalu berjalan mulus di lapangan. Klub perlu mengevaluasi strategi transfernya agar ke depan tidak kembali kehilangan peluang pemasukan akibat negosiasi yang tidak tuntas.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

