Rio Ferdinand Sesalkan Manchester United Gagal Rekrut Ayyoub Bouaddi, Sang Wonderkid Kini Bersinar di Manchester City

Foto: Istimewa

Rio Ferdinand Sesalkan Manchester United Gagal Rekrut Ayyoub Bouaddi, Sang Wonderkid Kini Bersinar di Manchester City

Kalimantan Update – 21 Oktober 2026 | Nama ayyoub bouaddi kian menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola Inggris. Gelandang muda berusia 19 tahun asal Maroko itu kini bersinar bersama Manchester City setelah diboyong dari Lille, dan keputusan Manchester United yang melewatkannya menuai kritik tajam, termasuk dari legenda klub sendiri, Rio Ferdinand.

Manchester United menghabiskan dana besar mencapai 155 juta poundsterling untuk merombak lini tengah mereka pada bursa transfer musim panas. Carlos Baleba, Youri Tielemans, dan Andrey Santos didatangkan untuk mengatasi persoalan yang selama ini menghantui skuad asuhan Michael Carrick tersebut. Namun, di balik belanja besar itu, Ferdinand menilai ada satu keputusan yang berpotensi menjadi penyesalan panjang bagi klub berjuluk Setan Merah.

Pesona Ayyoub Bouaddi di Etihad

Ayyoub Bouaddi bergabung dengan Manchester City dari Lille dengan mahar yang fantastis, dilaporkan berkisar antara 85 juta hingga 95 juta euro. Angka itu memang tidak murah untuk seorang remaja, tetapi penampilannya sejauh ini membuat City tampak nyaman dengan investasi mereka. Ferdinand secara terbuka mengakui bahwa United sempat mengejar sang pemain, namun mundur karena harga yang dianggap terlalu tinggi.

“Apakah kalian melihat ketika Ayyoub Bouaddi masuk? Inilah alasan saya membicarakannya selama setahun terakhir dan sepanjang jendela transfer musim panas,” ujar Ferdinand melalui kanal YouTube pribadinya.

Menurutnya, penampilan singkat Bouaddi saat melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions menjadi bukti nyata kualitas sang pemain. Meski hanya masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua ketika timnya tertinggal 0-3, pemain muda itu mampu memberikan assist untuk gol kedua Erling Haaland dan menunjukkan ketenangan luar biasa di bawah tekanan.

“Dia masuk dan menunjukkan kepada PSG bahwa mereka mungkin melewatkan seseorang yang ada di depan mata mereka ketika ia masih bermain di Prancis. Dia baru berusia 19 tahun bulan ini. Nilai transfernya sama dengan Santos dan Tielemans jika digabungkan. Manchester United 100 persen menginginkannya, tetapi harganya terlalu mahal,” lanjut Ferdinand.

Legenda United itu bahkan tidak sungkan mengungkapkan kekecewaannya secara emosional. “Saya sangat menyesal, sungguh menyesal. Dia luar biasa! Dia sangat tenang di bawah tekanan,” tegasnya.

Penampilan Perdana sebagai Starter di Premier League

Kepercayaan diri Ayyoub Bouaddi semakin terbukti ketika ia menjalani laga pertama sebagai starter di Premier League saat Manchester City mengalahkan Ipswich Town dengan skor 3-2. Dalam pertandingan itu, ia tampil sebagai gelandang bertahan nomor enam dan menjadi salah satu pemain paling menonjol di lapangan.

Statistik menunjukkan sang pemain menjadi pemain City yang paling banyak memenangkan duel (8 dari 14), terbanyak melakukan sapuan (3), serta menjadi pemain kedua yang paling banyak merebut bola (4). Ia juga menyelesaikan tiga dari tiga tekel dengan sukses dan mencatatkan 68 umpan akurat dari 73 percobaan. Salah satu aksi individunya di menit ke-102, ketika ia menggiring bola lebih dari 50 meter melewati dua pemain lawan, langsung viral di media sosial dan mendapat tepuk tangan meriah dari publik Etihad Stadium.

Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, tidak ragu memuji anak asuhnya itu. “Dia adalah pemain yang fantastis. Ketika dia berada di lapangan, semua pemain di sekitarnya menjadi lebih baik. Mereka berubah menjadi pemain yang lebih baik,” ujarnya.

Direktur olahraga City, Hugo Viana, juga mengungkapkan bahwa klub telah mengincar Ayyoub Bouaddi sejak lama. “Sejak awal kami sudah terobsesi. Kami mengikutinya selama setahun terakhir dan sempat berbicara dengan presiden Lille sebelum Piala Dunia. Kami yakin jika merekrut seorang nomor enam, dia haruslah Bouaddi karena ketenangan dan penguasaan bolanya,” jelas Viana.

Bahkan legenda Brasil, Romario, turut terkesan dengan performa Bouaddi di Piala Dunia. “Pemain ini sangat mengesankan saya. Bagaimana cara dia bermain! Baru 18 tahun tapi sudah punya banyak kualitas. Jika terus seperti ini, dia akan melangkah jauh,” kata Romario.

Dilema di Kubu Manchester United

Di sisi lain, keputusan Manchester United untuk tidak menuntaskan transfer Ayyoub Bouaddi menjadi sorotan. Ferdinand menilai bahwa sang pemain bisa menjadi yang terbaik di antara tiga gelandang yang kini memperkuat City, yakni Elliot Anderson dan Enzo Fernandez. Ia pun mengingatkan bahwa dengan padatnya jadwal City, Bouaddi akan segera menuntut peran yang lebih besar karena kualitasnya yang luar biasa.

Sementara itu, Carrick dihadapkan pada tekanan untuk membuktikan bahwa investasi 155 juta poundsterling pada Baleba, Tielemans, dan Santos bukanlah kesalahan. Namun, bayang-bayang penampilan gemilang Ayyoub Bouaddi di kubu rival akan terus menghantui, terutama jika sang pemain terus berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Kisah transfer ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana sebuah keputusan finansial dapat berdampak besar pada masa depan sebuah klub. Manchester City tampaknya telah memenangkan taruhan mahal mereka, sementara Manchester United harus menerima kenyataan pahit melihat permata yang sempat mereka incar bersinar terang di Etihad Stadium. Bagi Ferdinand dan para penggemar Setan Merah, penyesalan itu akan terasa semakin dalam setiap kali Ayyoub Bouaddi menunjukkan kelasnya di atas lapangan.