Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Perbedaan pandangan mencuat di internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait kemungkinan Joko Widodo (Jokowi) menduduki kursi ketua umum. Dalam dinamika terbaru, Bro Ron dan Bestari Berbeda Sikap soal Jokowi Jadi Ketum PSI, yang menjadi sorotan publik karena menyangkut arah kepemimpinan partai ke depan. Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron secara terbuka menyampaikan aspirasi sejumlah kader, sementara Ketua DPP Bidang Politik Bestari Barus menegaskan partai belum memiliki rencana tersebut.
Bro Ron mengungkapkan aspirasi itu saat menemui Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (20/10). Pertemuan tersebut disebut bertujuan menyampaikan keinginan kader dari berbagai daerah agar mantan Presiden RI itu meningkatkan perannya di partai. Aspirasi yang disampaikan tidak hanya terbatas pada posisi ketua umum, tetapi juga kemungkinan jabatan lain dalam struktur kepengurusan.
Bestari Barus Tegaskan Belum Ada Rencana
Di sisi lain, Bestari Barus memberikan penegasan berbeda. Ia menyatakan bahwa partai belum memiliki rencana menjadikan Jokowi sebagai ketua umum. Pernyataan ini menjadi penyeimbang atas aspirasi yang disampaikan Bro Ron, sekaligus menunjukkan bahwa mekanisme partai tetap berjalan sesuai aturan organisasi. Dengan demikian, Bro Ron dan Bestari Berbeda Sikap soal Jokowi Jadi Ketum PSI mencerminkan adanya ruang diskusi yang terbuka di antara elite partai.
Perlu dicatat, posisi ketua umum PSI saat ini masih dijabat Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi. Kondisi ini membuat isu pergantian kepemimpinan menjadi sensitif, mengingat hubungan kekeluargaan antara keduanya. Sejumlah pengamat menilai perbedaan sikap antara Bro Ron dan Bestari merupakan hal wajar dalam partai yang menjunjung tinggi musyawarah, namun tetap perlu dikelola agar tidak menimbulkan spekulasi berlebihan di publik.
Pengamat politik menilai bahwa Bro Ron dan Bestari Berbeda Sikap soal Jokowi Jadi Ketum PSI dapat dibaca sebagai bagian dari proses konsolidasi internal. Aspirasi kader yang disampaikan melalui Bro Ron menunjukkan adanya arus bawah yang menginginkan figur berpengaruh, sementara pernyataan Bestari menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada pada mekanisme resmi partai. Kedua sikap tersebut, menurut pengamat, tidak harus dipertentangkan, melainkan dilihat sebagai dinamika sehat dalam berorganisasi.
Respons Publik dan Arah Partai ke Depan
Isu ini mendapat perhatian luas di media sosial maupun ruang diskusi publik. Banyak pihak menanti langkah resmi PSI, apakah akan membuka forum pembahasan khusus atau tetap mempertahankan struktur kepengurusan yang ada. Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Kaesang Pangarep terkait aspirasi tersebut. Sikap partai diyakini akan ditentukan melalui rapat internal dengan mempertimbangkan seluruh masukan dari kader di daerah.
Dalam konteks politik nasional, nama Jokowi masih memiliki daya tarik elektoral yang signifikan. Karena itu, wacana penempatan dirinya dalam struktur partai tidak dapat dilepaskan dari strategi memperluas basis dukungan. Namun, setiap keputusan mesti memperhatikan aspek legalitas dan kesepakatan organisasi agar tidak menimbulkan perpecahan. Di titik inilah pentingnya komunikasi yang baik antara Bro Ron sebagai penyampai aspirasi dan Bestari sebagai penjaga garis kebijakan partai.
Sebagai penutup, perbedaan sikap antara Bro Ron dan Bestari Barus menunjukkan bahwa PSI sedang berada dalam fase dinamis yang menuntut kematangan berpolitik. Aspirasi kader yang menginginkan Jokowi berperan lebih besar perlu dihormati sebagai bagian dari kebebasan berpendapat, sementara penegasan bahwa belum ada rencana resmi menjadi pengingat bahwa keputusan partai harus melalui mekanisme yang berlaku. Publik akan menantikan bagaimana PSI mengelola perbedaan ini secara elegan, transparan, dan tetap berorientasi pada kepentingan rakyat. Bagaimana pun, Bro Ron dan Bestari Berbeda Sikap soal Jokowi Jadi Ketum PSI akan menjadi catatan penting dalam perjalanan partai menuju kontestasi politik berikutnya.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

