Chelsea vs Spurs: Kekalahan Bersejarah di Stamford Bridge, Alonso Dipertanyakan
Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Laga chelsea vs spurs di Stamford Bridge pada Sabtu malam (24/10/2026) berakhir dengan cerita pahit bagi tuan rumah. Tottenham Hotspur menaklukkan Chelsea dengan skor 2-0 dalam lanjutan pekan kedelapan Premier League, sebuah hasil yang sekaligus memutus kutukan panjang tim tamu di markas rival sekota tersebut. Kemenangan ini menjadi kemenangan kedua Spurs di Stamford Bridge dalam lebih dari tiga dekade, dan yang pertama di liga sejak Februari 1990 ketika Gary Lineker mencetak gol kemenangan.
Jalannya Pertandingan
Duel chelsea vs spurs berlangsung sengit sejak menit awal, namun justru petaka datang bagi tuan rumah. Kiper Chelsea, Mike Penders, melakukan kesalahan fatal dengan memukul bola ke gawangnya sendiri sehingga menciptakan gol bunuh diri pada babak kedua. Situasi The Blues semakin memburuk ketika Cole Palmer mendapat kartu merah akibat pelanggaran yang berbuah kartu kuning kedua. Dengan keunggulan jumlah pemain, Tottenham memanfaatkan celah dan menambah gol melalui tembakan jarak jauh Mathys Tel yang spektakuler.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Chelsea yang tampil tanpa top skor Joao Pedro akibat cedera. Manajer Xabi Alonso memilih memberikan debut Premier League kepada Geovany Quenda ketimbang menurunkan penyerang berpengalaman Danny Welbeck. Keputusan tersebut langsung menjadi sorotan. Mantan striker Chelsea, Daniel Sturridge, menilai Alonso salah mengambil keputusan. Menurutnya, absennya Joao Pedro mengubah seluruh formasi dan berdampak pada permainan Palmer serta Morgan Rogers.
Suara dari Kubu Chelsea
Kapten Chelsea pada laga tersebut, Moises Caicedo, mengakui timnya kehilangan fokus di momen-momen krusial. Ia menegaskan seluruh pemain sudah mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki. Caicedo menekankan pentingnya menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan karena satu kelengahan saja bisa berbuah hukuman. Ia juga menyerukan agar skuad segera bangkit karena masih banyak laga menanti.
Di sisi lain, Xabi Alonso menyatakan kekecewaan mendalam atas performa anak asuhnya. Ia menilai Chelsea tidak tampil sesuai ekspektasi dan gagal memanfaatkan status tuan rumah. Kekalahan dalam laga chelsea vs spurs ini memperpanjang catatan buruk The Blues di hadapan pendukung sendiri.
Kebangkitan Mentalitas Tottenham
Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, menyebut perubahan mentalitas sebagai kunci keberhasilan timnya. Ia memuji kualitas pemain seperti Mateus Fernandes, Sandro Tonali, Micky van der Ven, Andrew Robertson, Mathys Tel, James Maddison, dan Conor Gallagher yang tampil solid. De Zerbi menegaskan bahwa para pemainnya berjuang dengan cara yang benar demi membahagiakan klub dan para penggemar.
Kemenangan ini menjadi kemenangan liga kedua beruntun Spurs setelah sebelumnya mengalahkan Coventry City 3-1. Hasil tersebut mengangkat Tottenham ke posisi ke-12 klasemen, keluar dari zona degradasi setelah awal musim yang sulit. Para penggemar tim tamu merayakan kemenangan di chelsea vs spurs seolah baru memenangkan trofi, sementara para pemain bersorak gembira di ruang ganti.
Dampak bagi Estêvão dan Masa Depan Chelsea
Kekalahan ini juga memunculkan persoalan internal. Winger muda Brasil, Estêvão, dikabarkan semakin frustrasi karena minimnya menit bermain di bawah asuhan Alonso. Pemain berusia 19 tahun itu baru tampil 47 menit di Premier League musim ini dan kembali duduk di bangku cadangan saat melawan Tottenham. Persaingan di lini serang Chelsea semakin ketat dengan kedatangan Morgan Rogers dan meningkatnya peran Pedro Neto. Januari disebut sebagai titik evaluasi penting bagi masa depan Estêvão, meski klub menegaskan pemain tersebut tetap bagian dari rencana jangka panjang.
Kesimpulan
Duel chelsea vs spurs menjadi malam yang tak akan dilupakan kedua kubu dengan cara yang berbeda. Tottenham merayakan kebangkitan mentalitas dan akhir penantian 36 tahun, sementara Chelsea harus menelan kekecewaan, kehilangan poin di kandang, dan menghadapi pertanyaan besar soal taktik serta manajemen skuad. Bagi Alonso, laga ini menjadi ujian nyata yang menuntut perbaikan cepat sebelum tekanan semakin besar.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber: Reuters, TEAMtalk, Football365, MyLondon
