Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Pekan kelima Liga Super Wanita (WSL) 2026/27 menyajikan laga chelsea vs Crystal Palace di Gander Green Lane, Sutton, Minggu (25/10/2026) siang waktu setempat. Pertandingan ini menjadi derby London kedua berturut-turut bagi Chelsea Women, yang datang dengan modal lima kemenangan beruntun dan bertekad melanjutkan tren positif mereka di kompetisi domestik.
Namun, atmosfer di tubuh Chelsea secara keseluruhan tengah memanas. Bukan karena tim wanita, melainkan karena kekalahan memalukan tim pria dari Tottenham Hotspur di Stamford Bridge sehari sebelumnya. Kontras antara kedua tim justru menjadi sorotan tersendiri menjelang laga chelsea vs Crystal Palace ini.
Derby London dengan Misi Berbeda
Pelatih Chelsea Women, Sonia Bompastor, menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Hannah Hampton di bawah mistar. Lini belakang dihuni Ellie Carpenter, Millie Bright, Kadeisha Buchanan, dan Katie McCabe. Duo gelandang bertahan ditempati Sjoeke Nüsken dan Potter, sementara trisula serang terdiri dari Maika Hamano, Kaptein, dan Thompson yang menopang striker Malard di lini depan.
Di kubu tuan rumah, Jo Potter menurunkan Magnin sebagai penjaga gawang, dengan Bartrip, Everett, Goldie, Swaby, Tsunoda, Ladd, Lloyd-Smith, Blanchard, Larkin, dan mantan penyerang Chelsea Bethany England mengisi starting eleven. Crystal Palace kini berada di peringkat ke-11 dengan enam poin dari enam laga, satu-satunya kemenangan liga mereka diraih atas Everton pada pekan pembuka.
Laga chelsea vs Crystal Palace ini disiarkan langsung di Sky Sports untuk wilayah Inggris dan CBS Sports Golazo untuk Amerika Serikat, dengan opsi streaming melalui Sky Go dan Paramount+. Wasit Alice Parker memimpin jalannya pertandingan di bawah cuaca cerah dengan angin segar.
Krisis di Tim Pria: Alonso di Bawah Tekanan
Di sisi lain, kekalahan 0-2 Chelsea dari Tottenham di Premier League menjadi pukulan telak. Gol bunuh diri Mike Penders dan tembakan spektakuler Mathys Tel memastikan tiga poin bagi Spurs, sementara Cole Palmer mendapat kartu merah pada menit ke-71 setelah pelanggaran kedua yang dinilai ceroboh.
Legenda Chelsea, Daniel Sturridge, menilai Xabi Alonso melakukan kesalahan besar dengan tidak menurunkan Danny Welbeck sebagai pengganti Joao Pedro yang absen karena cedera. Menurutnya, keputusan memberi debut kepada Geovany Quenda justru mengubah seluruh formasi tim dan berdampak pada permainan Palmer serta Morgan Rogers.
Kritik keras juga datang dari media Inggris. Chelsea dianggap tidak menunjukkan otoritas, kreativitas, maupun semangat dalam derby melawan rival terbesar mereka. Penguasaan bola hanya 32 persen, dan satu-satunya peluang berarti datang dari Pedro Neto serta sepakan Jordan Henderson dari luar kotak penalti. Kekalahan ini membuat posisi Alonso sebagai pelatih semakin dipertanyakan publik Stamford Bridge.
Palmer dan Masa Depan Timnas Inggris
Kartu merah Palmer menimbulkan konsekuensi ganda. Ia dipastikan absen saat chelsea vs Liverpool di putaran keempat EFL Cup pada Rabu mendatang, sebelum kembali menghadapi Manchester United pada 31 Oktober. Insiden tersebut juga mengancam peluangnya masuk skuad Timnas Inggris untuk laga Nations League melawan Kroasia dan Spanyol pada November.
Mantan winger Chelsea, Pat Nevin, menilai Palmer masih memiliki peluang bersaing dengan Jude Bellingham untuk posisi nomor 10 Inggris. Menurut Nevin, Palmer perlu fokus membangun kembali performa dan kebugarannya, bukan larut dalam kekecewaan.
Dengan segala dinamika yang ada, laga chelsea vs Crystal Palace di level wanita menjadi pengingat bahwa sepak bola Chelsea masih punya wajah lain yang patut dibanggakan. Chelsea Women tercatat hanya kebobolan satu gol dalam lima laga liga sebelumnya, meski sempat kebobolan dua kali saat menang 6-2 atas Tottenham pekan lalu. Naomi Girma masih absen karena cedera betis, sementara kapten Erin Cuthbert terus membangun kebugaran usai tampil pertama musim ini.
Pertandingan chelsea vs Crystal Palace ini bukan sekadar perburuan tiga poin, melainkan cerminan dua wajah berbeda dari klub yang sama. Di satu sisi, tim wanita berusaha mempertahankan dominasi di papan atas. Di sisi lain, tim pria harus segera bangkit dari krisis kepercayaan diri. Bagi para penggemar, akhir pekan ini menjadi ujian kesetiaan sekaligus pengingat bahwa sepak bola selalu menyajikan cerita dari dua sisi yang tak terpisahkan.

