Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Ambisi Lens FC untuk menempel ketat papan atas Ligue 1 berbuah manis, sementara Paris FC harus menelan pil pahit. Dalam laga pekan kedelapan yang digelar di Stade Bollaert-Delelis, Sabtu malam, tuan rumah Lens FC berhasil membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas tamunya, Paris FC, di tengah guyuran hujan deras yang menyelimuti Artois. Kekalahan ini membuat Paris FC gagal menyendiri di puncak klasemen dan tetap tertahan di kelompok lima tim yang mengoleksi 14 poin.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Lens FC yang tampil di hadapan pendukung sendiri langsung mengambil inisiatif menyerang. Florian Sotoca beberapa kali merepotkan lini belakang Paris FC, termasuk peluang sundulan pada menit ke-27 yang masih bisa diselamatkan kiper Obed Nkambadio. Namun justru Paris FC yang memecah kebuntuan tepat sebelum turun minum. Berawal dari serangan balik cepat, Lassine Sinayoko mengirim umpan matang kepada Luca Koleosho yang dengan tenang menuntaskan peluang pada menit 45+2.
Keunggulan 1-0 bertahan hingga jeda. Memasuki babak kedua, drama terjadi. Lens FC sempat dihantui kartu merah ketika bek Jean-Clair Todibo dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Ilan Kebbal. Namun setelah intervensi VAR, keputusan diubah menjadi kartu kuning, sehingga Lens FC tetap bermain dengan sebelas pemain. Momen itu menjadi titik balik kebangkitan tuan rumah.
Kapten Lens FC, Florian Thauvin, yang merayakan laga ke-300 di kasta tertinggi Prancis, tampil sebagai pahlawan. Pada menit ke-63, ia melepaskan tembakan kaki kiri dari jarak sekitar 22 meter yang tak mampu dijangkau Nkambadio, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Mantan juara dunia 2018 bersama timnas Prancis itu kembali berperan besar pada menit ke-83. Umpan cerdasnya dari sisi kiri diselesaikan dengan baik oleh pemain pengganti Thorgan Hazard lewat tembakan kaki kiri di dalam kotak penalti, memastikan kemenangan Lens FC.
Pelatih Paris FC, Liam Rosenior, melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Moses Simon, Rudy Matondo, Patrick Zabi, hingga Thibaud De Smet untuk mengejar hasil, tetapi upaya tersebut tak membuahkan hasil. Meski delapan menit tambahan waktu diberikan, Paris FC tetap tak mampu menyamakan kedudukan.
Kemenangan ini menjadi kemenangan ketiga beruntun bagi Lens FC di Ligue 1. Pasukan asuhan Yannick Cahuzac itu kini mengoleksi 13 poin dan naik ke posisi keenam, hanya terpaut satu angka dari Paris FC yang berada di posisi keempat. Sementara itu, bagi Paris FC, kekalahan dari Lens FC menjadi pukulan telak karena mereka kehilangan peluang memimpin klasemen secara tunggal.
Laga ini juga diwarnai konteks sosial-politik di Prancis. Sejumlah pertandingan mengalami penjadwalan ulang akibat demonstrasi terkait kenaikan biaya hidup dan situasi sektor pendidikan yang terjadi di berbagai kota, termasuk dampak kerusakan fasilitas publik. Kondisi tersebut turut memengaruhi atmosfer kompetisi pekan ini.
Dengan hasil ini, persaingan di puncak klasemen Ligue 1 semakin ketat. Paris FC masih menyimpan peluang, tetapi mereka harus segera bangkit karena para pesaing langsung seperti Lille, Monaco, dan Paris Saint-Germain akan saling berhadapan. Sementara Lens FC membuktikan bahwa semangat juang di kandang sendiri masih menjadi senjata ampuh. Kemenangan atas Paris FC menjadi sinyal bahwa tim berjuluk Sang et Or itu layak diperhitungkan dalam perebutan tiket Eropa musim ini.
Sebagai kesimpulan, duel Lens FC melawan Paris FC menyajikan drama penuh kejutan. Ketangguhan mental tuan rumah, kepemimpinan Thauvin, serta ketajaman Hazard menjadi pembeda. Bagi Paris FC, laga ini menjadi pelajaran berharga bahwa menjaga konsistensi selama 90 menit adalah kunci jika ingin bersaing di papan atas Ligue 1.

