Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Porto FC kembali menunjukkan kelasnya di kancah sepak bola Portugal. Dalam laga pekan kesembilan Liga Portugal Betclic yang digelar di Estadio Cidade de Barcelos, Sabtu (26/10/2026), Porto FC berhasil mengalahkan tuan rumah Gil Vicente dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini membawa Porto FC meraih sembilan kemenangan beruntun dari sembilan pertandingan, sebuah rekor terbaik sejak musim 1939/40. Gol tunggal kemenangan Porto FC dicetak oleh Borja Sainz pada menit ke-63, setelah ia masuk sebagai pemain pengganti darurat menggantikan Oskar Pietuszewski yang mengalami cedera saat pemanasan.
Laga berjalan sengit sejak awal. Gil Vicente yang tampil agresif di hadapan pendukungnya sempat menciptakan peluang melalui Murilo dan Santi García. Namun, pertahanan Porto FC yang dikomandoi Diogo Costa mampu meredam tekanan. Memasuki babak kedua, Porto FC meningkatkan intensitas pressing. Peluang emas didapat pada menit ke-47 melalui André Silva, tetapi gol dianulir karena Borja Sainz berada dalam posisi offside. Berselang 16 menit kemudian, kerja sama apik Victor Froholdt dan Samu berhasil membuka ruang bagi Borja Sainz yang dengan tenang menaklukkan kiper Lucão. Keunggulan Porto FC semakin kokoh setelah Marvin Elimbi dari Gil Vicente mendapat kartu merah langsung pada menit ke-81 akibat pelanggaran keras terhadap Pepê.
Kemenangan ini tidak lepas dari peran penting pelatih Francesco Farioli dalam merotasi pemain. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Farioli mengungkapkan kondisi Oskar Pietuszewski yang mengalami ketidaknyamanan pada paha kiri saat pemanasan. “Oskar merasakan sedikit ketidaknyamanan. Dalam beberapa jam ke depan ia akan menjalani pemeriksaan. Sepertinya bukan cedera serius, tetapi kami perlu hasilnya,” ujar Farioli seperti dikutip A Bola. Ia menegaskan bahwa cedera ini bukan kambuhan dari masalah sebelumnya dan berharap masa pemulihan tidak lama. Farioli juga memuji penampilan Borja Sainz yang masuk mendadak dan langsung menjadi pemain terbaik di lapangan.
Dengan hasil ini, Porto FC mengoleksi 27 poin dan sementara memimpin klasemen, unggul delapan poin dari Benfica dan sembilan poin dari Sporting Lisbon yang belum memainkan laga pekan kesembilan. Sementara itu, Gil Vicente tertahan di posisi ketujuh dengan 14 poin. Kemenangan ini juga menjadi obat setelah Porto FC menelan tiga kekalahan beruntun di Liga Champions, termasuk dari PSV Eindhoven. Kini, pasukan Farioli akan mengalihkan fokus ke ajang Taça de Portugal melawan Academico Viseu pada 28 Oktober mendatang.
Meski mencatat rekor sempurna di liga domestik, Farioli enggan jemawa. Ia menekankan pentingnya reaksi cepat setelah kekalahan di Eropa. “Kami membutuhkan pemain yang bisa mengubah dinamika permainan. Hari ini Oskar bermasalah saat pemanasan, Borja masuk dan menjadi yang terbaik. Itu menunjukkan kedalaman skuad kami,” tambahnya. Porto FC memang tampil dominan di liga dengan 27 poin dari sembilan laga, namun tantangan sesungguhnya masih menanti, terutama konsistensi di kompetisi Eropa dan padatnya jadwal domestik. Dengan performa impresif Borja Sainz dan solidnya lini belakang, Porto FC berpeluang besar mempertahankan gelar juara Liga Portugal musim ini.
Kesimpulannya, kemenangan Porto FC atas Gil Vicente tidak hanya memperpanjang rekor sempurna tetapi juga menguji mentalitas skuad setelah hasil buruk di Liga Champions. Cedera Pietuszewski menjadi catatan tersendiri, namun keputusan cerdas Farioli menurunkan Borja Sainz terbukti jitu. Porto FC terus menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan dominan di sepak bola Portugal musim ini.

