Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Pertandingan Santos vs Bahia pada pekan ke-32 Campeonato Brasileiro 2026 di Vila Belmiro, Sabtu (24/10/2026) malam, berakhir ricuh dan penuh drama. Skor imbang 1-1 seakan menjadi catatan kecil dibandingkan insiden yang melibatkan bintang Santos, Neymar Jr., dan gelandang Bahia, Rodrigo Nestor. Bintang berusia 34 tahun itu menerima kartu merah langsung pada awal babak kedua setelah terlibat empat kali adu mulut dengan Nestor, yang berujung pada gestur tangan menutup mulut—gestur yang kemudian memicu penerapan hukum Vini Jr. dan membuat Santos vs Bahia menjadi perbincangan hangat hingga Minggu pagi.
Kronologi Panas: Dari Pelanggaran hingga Kartu Merah
Insiden bermula pada menit ke-29 babak pertama ketika Nestor menjatuhkan Neymar di dekat garis samping. Neymar bangkit dengan emosi dan melempar bola ke arah dada Nestor. Wasit Sávio Pereira Sampaio memberikan kartu kuning kepada Neymar, yang berarti ia absen pada laga berikutnya melawan Palmeiras. Namun, ketegangan tak berhenti. Pada menit ke-31, Neymar kembali terlibat cekcok verbal dengan Nestor. Menurut analisis pembacaan bibir yang dirilis ahli bernama Velloso di media sosial, Neymar melontarkan kata-kata kasar: “Kamu sampah, kamu brengsek, bajingan.” Nestor merespons dengan “Hei, lepaskan tanganmu dariku.” Neymar juga memprotes wasit, “Hanya untukku? Hanya untukku? Lalu untuk dia?”
Bentrokan keempat terjadi saat turun minum. Neymar, yang masih geram, mendekati Nestor dan menutup mulutnya dengan tangan. Gestur ini dianggap sebagai pelanggaran serius karena menyerupai aksi rasisme yang dilarang dalam hukum Vini Jr. Wasit Sávio Pereira Sampaio, setelah meninjau VAR, langsung mengeluarkan kartu merah pada menit awal babak kedua. Neymar pun meninggalkan lapangan dengan penuh kemarahan dan harus ditahan oleh rekan setimnya.
Neymar Murka: “Nestor Cari Untung dari Hukum Vini Jr.”
Usai pertandingan, Neymar meluapkan kekecewaannya melalui video yang diunggah di media sosial. Ia meminta maaf kepada suporter Santos, mengakui kartu merah sebagai keputusan yang adil, tetapi menuduh Nestor memanfaatkan hukum anti-rasisme untuk keuntungan pribadi. “Apa yang dilakukan Nestor hari ini sangat serius. Hukum itu dibuat untuk melawan rasisme, tapi dia ingin mengambil keuntungan di pertandingan hanya karena aku menutup mulut. Aku tidak mengatakan apa pun padanya. Kami memang saling menghina, itu bagian dari sepak bola. Tapi yang dia lakukan sangat serius,” ujar Neymar.
Dengan nada geram, ia menyebut Nestor sebagai “safado” (kurang ajar) dan menegaskan bahwa tindakan tersebut telah melewati batas. “Ini tidak nyata, aku sedih dengan apa yang terjadi. Dia benar-benar kurang ajar,” tegasnya. Neymar juga menyinggung pernyataan Nestor di mixed zone yang enggan mengungkap isi pertengkaran karena ada anak-anak yang menonton siaran langsung. “Dia bilang tidak bisa mengulangi apa yang dia dengar karena ada anak-anak. Dia mau jadi contoh apa? Dia bicara soal pendidikan, aku juga terdidik, tapi aku laki-laki. Apa yang kamu lakukan, tidak seharusnya dilakukan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Neymar menyoroti potensi penyalahgunaan hukum Vini Jr. di lapangan. “Siapa pun yang menciptakan hukum ini, hati-hati, karena hukum ini memberi ruang untuk kecurangan di lapangan dan itulah yang terjadi. Sekali lagi aku jadi contoh,” ucapnya. Ia pun mengakhiri dengan ancaman halus kepada Nestor: “Aku akan tidur tenang, tapi kamu dengan kecuranganmu, tidak akan. Hukum ini untuk rasisme (tangan di mulut), bukan untuk kamu gunakan demi keuntunganmu.”
Dampak bagi Santos dan Klasemen
Kartu merah ini membuat Neymar harus menjalani sanksi otomatis. Ia sudah dipastikan absen saat Santos menghadapi Red Bull Bragantino pada Senin (26/10/2026) dan laga klasik melawan Palmeiras pada Rabu (28/10/2026). Komentar dari pengamat sepak bola Cosme Rímoli menyebut kartu merah tersebut sebagai “bodoh dan adil”, serta menilai Neymar telah merugikan Santos yang hanya mampu meraih satu poin di kandang. Dengan hasil ini, Santos tertahan di papan tengah, sementara Bahia tetap bersaing di zona atas. Insiden dalam Santos vs Bahia ini pun menjadi sorotan media Brasil dan internasional, terutama terkait penggunaan hukum Vini Jr. yang kontroversial.
Reaksi Nestor dan Pihak Bahia
Rodrigo Nestor, dalam wawancara saat jeda pertandingan, mengaku mendapat perlakuan tidak hormat dari Neymar. Ia menyatakan bahwa pertengkaran dimulai setelah pelanggaran dan ia mendengar kata-kata kasar yang menyinggung dirinya serta klub Bahia. Nestor memilih tidak merinci ucapan tersebut karena alasan sensitif. Hingga berita ini diturunkan, pihak Bahia belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan Neymar. Namun, gestur menutup mulut yang dilakukan Neymar dianggap sebagai bentuk provokasi yang serius di bawah regulasi FIFA.
Insiden dalam laga Santos vs Bahia menjadi pengingat bahwa emosi di lapangan dapat berdampak besar bagi tim. Neymar, yang seharusnya menjadi pemimpin, justru lengah dan memberikan celah bagi lawan untuk memanfaatkan aturan. Meski demikian, ia tetap mendapat dukungan dari sebagian suporter yang menilai Nestor berlebihan. Drama Santos vs Bahia ini akan terus bergulir, terutama jika federasi sepak bola Brasil memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut. Satu hal yang pasti: sepak bola bukan hanya soal skill, tetapi juga kontrol diri. Neymar telah membuktikan bahwa bakat besar tak cukup tanpa kedewasaan.

