Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Laju tak terkalahkan Inter Milan di Serie A musim ini terus berlanjut. Dalam laga yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (25/10/2026), Nerazzurri bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan ACF Fiorentina dengan skor 2-1. Hasil ini membuat inter milan vs acf fiorentina standings menjadi sorotan utama, sebab tambahan tiga poin mengukuhkan posisi Inter di puncak klasemen Serie A dengan koleksi 22 poin dari delapan pertandingan, menggusur Lazio yang memiliki jumlah poin sama.
Pertandingan berjalan tidak mudah bagi tim besutan Cristian Chivu. Fiorentina yang datang dengan tekanan berada di zona degradasi justru tampil disiplin dan berhasil unggul lebih dulu melalui gol Alex Jimenez pada menit ke-65. Namun, keunggulan La Viola sirna di masa injury time. Inter mencetak dua gol beruntun melalui Marcus Thuram dan Piotr Zielinski lewat titik penalti, memastikan kemenangan dramatis bagi tuan rumah.
Keputusan Berani Chivu di Bawah Mistar Gawang
Salah satu momen paling menarik dalam laga ini adalah keputusan Chivu menurunkan kiper anyar Ivan Provedel untuk debutnya bersama Nerazzurri. Provedel, yang bergabung pada Juli 2026 dengan kontrak tiga tahun dari Lazio, menggantikan Josep Martinez yang sebelumnya selalu menjadi pilihan utama musim ini. Keputusan tersebut diambil setelah pekan istimewa bagi sang pemain, yang baru saja dikaruniai seorang anak.
“Provedel layak bermain setelah pekan ini, ketika anaknya juga lahir, dan atas kerja keras yang ia lakukan selama berbulan-bulan, termasuk mendukung Pepo,” ujar Chivu kepada DAZN sebelum kick-off. “Dari sini hingga akhir musim, ia akan membantu kami melakukan rotasi.”
Selain Provedel, Chivu juga memberikan kesempatan kepada gelandang veteran Henrikh Mkhitaryan untuk tampil sejak menit awal di lini tengah. Keputusan itu terbukti tepat mengingat pengalaman Mkhitaryan menjadi penyeimbang permainan Inter, terutama setelah ia menjadi penentu kemenangan 1-0 atas Shakhtar Donetsk di Liga Champions tengah pekan lalu, di mana ia memberikan assist untuk gol Carlos Augusto saat tim bermain dengan sepuluh pemain.
Jalannya Pertandingan
Fiorentina sebenarnya sempat mengancam lebih dulu. Pelanggaran Alessandro Bastoni terhadap Franco Mastantuono pada menit kedua menghadiahkan tendangan bebas, namun eksekusi Mastantuono dengan mudah dipatahkan lini belakang Inter. Setelah itu, Inter mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan membongkar pertahanan rapat La Viola. Peluang berbahaya pertama Inter baru tercipta setelah laga melewati setengah jam, ketika sundulan Pio Esposito di dalam kotak penalti masih bisa diselamatkan David de Gea yang jatuh ke arah kanan.
Memasuki babak kedua, Fiorentina justru mencuri gol lewat Jimenez. Tertinggal satu gol, Inter meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka baru membuahkan hasil di injury time melalui gol Thuram yang menyamakan kedudukan, disusul eksekusi penalti Zielinski yang memastikan kemenangan 2-1.
Dampak pada Klasemen
Kemenangan ini sangat krusial bagi Inter dalam persaingan gelar. Dengan 22 poin, Inter kini menempati puncak klasemen Serie A, meski harus berbagi jumlah poin dengan Lazio. Sementara itu, kekalahan ini semakin memperdalam krisis Fiorentina yang terpuruk di posisi 18 atau zona degradasi dengan baru mengoleksi empat poin. Situasi ini menjadikan inter milan vs acf fiorentina standings sebagai gambaran kontras antara ambisi juara Inter dan perjuangan La Viola untuk bertahan di kasta tertinggi.
Bagi Chivu, rotasi di posisi kiper menjadi sinyal bahwa ia ingin menjaga kompetisi internal di dalam skuad. Debut Provedel yang bertepatan dengan kelahiran anaknya menjadi kisah manis tersendiri, sekaligus menegaskan kedalaman skuad Inter yang menjadi modal penting menghadapi padatnya jadwal domestik dan Eropa.
Konstelasi Serie A yang Semakin Panas
Persaingan di papan atas Serie A musim ini memang ketat. Inter dan Lazio sama-sama mengoleksi 22 poin, sehingga setiap pertandingan menjadi penentu. Dalam konteks ini, inter milan vs acf fiorentina standings tidak sekadar mencatat hasil satu laga, tetapi juga menggambarkan dinamika kekuatan di liga. Inter yang terus menjaga tren positif dituntut konsisten, sementara tim-tim papan bawah seperti Fiorentina harus segera bangkit agar tidak semakin terbenam.
Di sisi lain, kekalahan Fiorentina menambah tekanan bagi pelatih dan para pemain. Dengan hanya empat poin dari delapan laga, La Viola perlu segera menemukan solusi, terutama dalam mempertahankan keunggulan dan memanfaatkan peluang. Sementara itu, Inter akan berusaha mempertahankan momentum, dengan rotasi pemain seperti Provedel dan Mkhitaryan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Chivu.
Secara keseluruhan, laga ini menyajikan drama hingga menit terakhir dan menegaskan bahwa inter milan vs acf fiorentina standings menjadi cermin persaingan Serie A yang tak pernah kehilangan tensi. Inter membuktikan mentalitas juara dengan comeback di injury time, sementara Fiorentina diingatkan bahwa konsistensi sepanjang 90 menit adalah harga mati untuk bertahan di kompetisi seketat ini.
Dengan hasil ini, Inter Milan menegaskan posisinya sebagai penantang serius gelar juara, sementara Fiorentina masih berjuang keras untuk keluar dari zona merah. Kisah debut Provedel, keputusan taktis Chivu, dan comeback dramatis di Giuseppe Meazza akan menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan panjang Serie A musim 2026/2027.

