AC Milan Bantai Udinese 2-0: Amorim Ubah Strategi, Pulisic dan Hutchinson Jadi Pahlawan Kemenangan

Foto: Istimewa

AC Milan Bantai Udinese 2-0: Amorim Ubah Strategi, Pulisic dan Hutchinson Jadi Pahlawan Kemenangan

Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Kemenangan meyakinkan berhasil diraih AC Milan saat bertandang ke markas Udinese dalam lanjutan Serie A. Bermain di Stadion Dacia Arena, Minggu (25/10/2026) malam WIB, Rossoneri menang dengan skor 2-0 berkat gol Christian Pulisic pada menit keenam dan Omari Hutchinson di pertengahan babak kedua. Hasil ini membuat AC Milan memperpanjang rekor tak terkalahkan di liga menjadi delapan pertandingan berturut-turut, pencapaian pertama sejak tahun 2021.

Kemenangan ini terasa istimewa karena datang hanya beberapa hari setelah AC Milan menelan kekalahan pahit 0-3 dari AFC Bournemouth di Liga Europa. Pelatih Ruben Amorim berada di bawah tekanan setelah kekalahan tersebut, terlebih ia kehilangan beberapa pemain penting seperti Moreira, Rabiot, dan Gila akibat cedera. Namun, pelatih asal Portugal itu membuktikan bahwa ia tetap setia pada prinsip permainannya dan berani mengambil keputusan taktis yang berisiko.

Strategi Berani Amorim Berbuah Manis

Amorim membuat kejutan dalam susunan pemain dengan menerapkan formasi empat bek yang tidak biasa. Fikayo Tomori ditempatkan sebagai bek kanan, sementara Amadou Diawara yang menjalani debut di Serie A langsung dipercaya sebagai starter di sisi kiri. Keputusan ini sempat dipertanyakan, namun terbukti jitu. AC Milan berhasil menutup kedua sisi lapangan dan meredam senjata serangan utama Udinese.

Selain itu, Amorim memberikan kebebasan kepada Hutchinson untuk bergerak dan melepaskan diri dari tugas bertahan yang kaku. Hasilnya, pemain muda itu tampil sangat impresif dan mencetak gol kedua AC Milan. Bartesaghi, yang beroperasi dalam peran baru sebagai pemain sayap kiri yang lebih ofensif, juga tampil gemilang dan memberikan kelegaan di tengah masa sulit Estupinan serta masalah fisik yang dialami Moreira.

Jalannya Pertandingan

AC Milan membuka keunggulan dengan cepat. Pada menit keenam, Luka Modric melepaskan umpan bebas cepat yang melambung melewati barisan pertahanan Udinese. Christian Pulisic yang membaca situasi dengan sempurna berhasil lolos dari jebakan offside dan menuntaskan bola ke sudut bawah gawang. Gol ini menjadi modal berharga bagi tim tamu.

Udinese yang datang dengan catatan lima kekalahan beruntun di liga berusaha bangkit. Tuan rumah beberapa kali mengancam melalui tembakan jarak jauh Hassane Kamara, Mergim Vojvoda, dan Jesper Karlstrom. Kiper AC Milan, Mike Maignan, menjadi pemain tersibuk di antara kedua penjaga gawang pada babak pertama dan berhasil menggagalkan peluang-peluang tersebut.

Memasuki babak kedua, Udinese tetap berbahaya. Vojvoda kembali melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, meski kali ini melenceng. Namun, momentum berbalik ketika Pulisic nyaris mencetak gol keduanya setelah tembakannya ditepis Maduka Okoye di tiang dekat. Dari serangan berikutnya, Ardon Jashari melepaskan tembakan rendah yang hanya bisa ditepis Okoye, dan Hutchinson sigap menyambut bola muntahan di kotak enam yard untuk menggandakan keunggulan AC Milan.

Penampilan Individu dan Reaksi Pemilik Klub

Pulisic dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dengan rating 7,5. Pergerakan sempurna dan penyelesaian tenangnya menjadi kunci pembuka kemenangan. Sementara itu, De Winter dan Pavlovic mendapat nilai 6,5 berkat soliditas mereka dalam membendung serangan Udinese, termasuk duel udara melawan Davis. Tomori mendapat nilai 6 karena sempat terlihat sedikit berkarat dalam penguasaan bola, namun tetap berkontribusi besar saat membantu serangan.

Kebahagiaan juga dirasakan pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, yang diwawancarai seusai pertandingan. Ia menyatakan akan tetap berada di Milan sepanjang pekan untuk merayakan hasil positif ini. Pujian pun mengalir kepada Amorim yang dianggap sebagai ahli strategi berkat keberaniannya menerapkan gagasan baru.

Kemenangan ini menjadi jawaban penting bagi AC Milan yang tengah berjuang bertahan di zona Liga Champions. Dengan tambahan tiga poin, AC Milan terus melangkah semakin kompak bersama Amorim dan menemukan kekuatan baru berkualitas untuk melanjutkan musim. Meski sempat diterpa kritik dan badai cedera, Rossoneri membuktikan bahwa mentalitas juara mereka masih terjaga.

Bagi Udinese, kekalahan ini memperpanjang penderitaan mereka. Tim asuhan Kosta Runjaic tersebut kini telah menelan enam kekalahan beruntun di liga, situasi yang semakin menekan posisi mereka di klasemen. Sementara itu, AC Milan akan berusaha menjaga momentum positif ini ketika kembali berlaga di Serie A pekan depan.

Secara keseluruhan, laga ini menjadi bukti bahwa fleksibilitas taktis dan keberanian mengambil keputusan dapat menjadi pembeda di level tertinggi. AC Milan menunjukkan bahwa mereka masih merupakan kekuatan yang patut diperhitungkan dalam perburuan gelar dan tiket Liga Champions musim ini.