Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | AC Milan berhasil meraih kemenangan penting 2-0 atas RB Salzburg dalam laga matchday kedua Liga Europa 2026/2027 di Red Bull Arena, Jumat (15/10/2026) dini hari WIB. Dua gol kemenangan AC Milan dicetak oleh pemain muda Alphadjo Cisse pada menit ke-15 dan ke-33. Kemenangan ini menjadi jawaban atas kekalahan 2-0 dari Benfica di laga pembuka dan hasil imbang 1-1 melawan Sassuolo di Serie A akhir pekan lalu.
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, melakukan rotasi besar-besaran dengan melakukan tujuh perubahan dari starting XI saat imbang melawan Sassuolo. Keputusan ini diambil untuk memberikan kesegaran dan menguji kedalaman skuad di tengah jadwal padat. Amorim menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Mike Maignan tetap di bawah mistar. Di lini belakang, Strahinja Pavlovic dan Koni De Winter dipertahankan, sementara Fikayo Tomori masuk menggantikan Mario Gila di sisi kanan dan Davide Bartesaghi mengisi posisi bek kiri. Di lini tengah, Ardon Jashari berduet dengan Adrien Rabiot, diapit oleh Omari Hutchinson di kanan dan Alphadjo Cisse di kiri. Ruben Loftus-Cheek bermain sebagai gelandang serang, mendukung Francesco Camarda yang menjadi ujung tombak.
Keputusan Amorim untuk mengistirahatkan beberapa pemain bintang seperti Luka Modric, Christian Pulisic, dan Goncalo Ramos terbukti jitu. Meski bermain dengan skuad muda, AC Milan tampil dominan sejak awal pertandingan. Cisse membuka keunggulan pada menit ke-15 setelah memanfaatkan umpan matang dari Loftus-Cheek. Gol kedua tercipta pada menit ke-33 melalui kerja sama apik antara Rabiot dan Bartesaghi. Rabiot mengirim umpan brilian dari kanan kepada Bartesaghi yang menusuk ke sisi kiri, lalu mengirim bola ke tengah kotak penalti yang disambut Cisse tanpa pengawalan.
RB Salzburg yang tidak terkalahkan dalam 15 pertandingan pertama musim ini di bawah asuhan Danny Röhl sempat memberikan perlawanan. Mereka menciptakan peluang melalui tembakan jarak jauh Mazurek pada menit ke-25 yang masih melebar. Namun, pertahanan AC Milan yang dikawal Maignan, Tomori, De Winter, dan Pavlovic tampil solid. Bahkan, Salzburg harus berterima kasih kepada Boma yang menyapu bola di garis gawang pada menit ke-17, mencegah gol ketiga AC Milan setelah Hutchinson menembak ke gawang kosong.
Di babak kedua, Amorim memasukkan pemain-pemain berpengalaman seperti Modric, Pulisic, dan Ramos untuk menjaga tempo dan mengontrol pertandingan. Meski tidak ada gol tambahan, AC Milan berhasil mengamankan tiga poin penuh. Kemenangan ini membuat AC Milan membuka peluang lolos ke babak gugur Liga Europa. Sementara itu, Christian Pulisic yang baru pulih dari cedera harus puas memulai dari bangku cadangan. Pemain asal Amerika Serikat itu telah tampil empat kali di musim 2026/27, tetapi Amorim memilih untuk memberinya waktu istirahat ekstra setelah tidak dipanggil ke tim nasional AS pada jeda internasional Oktober.
Kemenangan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda AC Milan seperti Cisse dan Camarda. Camarda sendiri baru pertama kali menjadi starter sejak November 2024. Penampilan impresif mereka memberikan angin segar bagi masa depan klub. Di sisi lain, bek muda Christian Comotto yang masih menunggu debut di Serie A dikabarkan menarik minat beberapa klub Serie A seperti Parma, Genoa, dan Monza untuk dipinjam pada bursa transfer Januari mendatang.
Dengan hasil ini, AC Milan mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan dan akan menghadapi laga selanjutnya melawan lawan yang belum ditentukan. Sementara RB Salzburg harus menerima kekalahan pertama mereka musim ini. Amorim menyatakan kepuasannya atas performa tim, terutama para pemain muda yang mampu menjalankan instruksi dengan baik. Ia juga menegaskan bahwa rotasi pemain adalah bagian dari strategi untuk menjaga kebugaran skuad di kompetisi yang panjang.
Kemenangan 2-0 atas Salzburg menjadi sinyal kebangkitan AC Milan di Liga Europa. Dengan kualitas pemain yang dimiliki, AC Milan diyakini mampu melaju jauh di kompetisi ini. Namun, konsistensi tetap menjadi kunci. Amorim harus pintar mengelola skuad yang dihuni pemain muda dan senior agar tetap kompetitif di semua kompetisi. Jika mampu menjaga performa seperti ini, bukan tidak mungkin AC Milan akan kembali mengangkat trofi Eropa yang sudah lama dinanti para pendukungnya.

