Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Pertarungan sengit bertajuk El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid di Camp Nou pada Minggu malam kembali menghadirkan drama yang tak terlupakan. Di tengah gemilangnya dua gol Kylian Mbappe yang menjadi penentu kemenangan 2-1 Los Blancos, sosok Jude Bellingham justru mencuri perhatian banyak pengamat. Gelandang muda asal Inggris itu dinilai sebagai pemain terbaik di lapangan meski bukan pencetak gol kemenangan, dan performa Jude Bellingham menjadi salah satu kunci di balik kesuksesan taktik Jose Mourinho meredam gempuran Barcelona.
Jalannya Pertandingan
Barcelona memulai laga dengan dominasi penguasaan bola di hadapan pendukung sendiri. Lamine Yamal sempat merepotkan sisi kiri pertahanan Madrid lewat duel-duel individunya, sementara Raphinha beberapa kali melepaskan tembakan spekulatif yang belum menemui sasaran. Namun, ketenangan Real Madrid di bawah arahan Jose Mourinho terbukti menjadi antitesis yang efektif bagi permainan menyerang Blaugrana yang mengalir.
Gol pembuka Madrid lahir pada menit ke-41 dengan sedikit keberuntungan. Umpan silang rendah Yan Diomande berusaha dibuang Gerard Martin, tetapi bola justru mengenai tubuh Mbappe dan berbelok masuk ke gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Barcelona baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-61 melalui sepakan keras Raphinha dari dalam kotak penalti. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Camavinga melakukan penetrasi spektakuler pada menit ke-87 dan melepaskan umpan kepada Mbappe, yang dengan tenang menyelesaikan peluang menjadi gol kemenangan.
Pujian untuk Jude Bellingham
Meski Mbappe dinobatkan sebagai man of the match dan menerima nilai tertinggi 8,2 dari Sofascore, sejumlah tokoh sepak bola memiliki pandangan berbeda. Legenda sepak bola Rumania, Gica Craioveanu, secara terbuka menyebut Jude Bellingham sebagai pemain terbaik di lapangan. Menurutnya, kemenangan ini adalah buah kerja keras kolektif para pemain Madrid yang berlari tanpa henti dan tampil sebagai tim yang utuh serta seimbang.
Senada dengan itu, Ilie Dumitrescu juga memuji sejumlah penggawa Real Madrid, termasuk Tchouameni, Bernardo Silva, dan Jude Bellingham. Ia menilai Mourinho tampil sebagai seorang ahli dalam menutup ruang dan mengatur zona pertahanan. Dumitrescu turut menyoroti minimnya kontribusi Lamine Yamal yang gagal memenangi satu pun duel satu lawan satu melawan Marc Cucurella. Catatan statistik menempatkan Jude Bellingham di posisi kedua pemain terbaik Madrid dengan nilai 7,6, di bawah Mbappe namun tetap menjadi fondasi penting permainan tim.
Krisis di Kubu Madrid yang Teratasi
Kemenangan ini terasa semakin berarti mengingat Real Madrid datang ke Camp Nou dalam kondisi pincang. Vinicius Junior absen karena hukuman kartu, sementara Ferland Mendy dan Raul Asencio masih dibekap cedera. Kiper utama Thibaut Courtois bahkan dinyatakan sakit flu hanya 24 jam sebelum kick-off, sehingga Andriy Lunin dipanggil mendadak untuk mengawal gawang. Dalam situasi seperti inilah karakter Mourinho sebagai pelatih pragmatis bersinar, dan kehadiran Jude Bellingham di lini tengah menjadi penyeimbang yang membuat rencana permainan berjalan mulus.
Dampak bagi Persaingan Gelar
Tambahan tiga poin membuat Madrid kini hanya tertinggal tiga angka dari Barcelona di puncak klasemen La Liga. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri rekor sempurna tim asuhan Hansi Flick di awal musim, serta menjadi kekalahan beruntun pertama mereka sejak Februari. Bagi Barcelona, hasil ini menjadi pukulan telak yang memaksa mereka kembali ke meja gambar untuk mengevaluasi strategi.
Di sisi lain, performa Jude Bellingham menegaskan statusnya sebagai salah satu gelandang paling berpengaruh di Eropa saat ini. Ketika sorotan utama tertuju pada ketajaman Mbappe, kontribusi diam-diam Jude Bellingham dalam menjaga keseimbangan tim, memenangi duel, dan menghubungkan lini menjadi bukti nyata bahwa Madrid memiliki lebih dari sekadar mesin gol. El Clasico kali ini bukan hanya tentang siapa yang mencetak gol, tetapi tentang bagaimana sebuah tim dibangun, dan di sanalah nama Jude Bellingham kembali bersinar.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber: Marca, Sofascore, dan laporan langsung El Clasico

