Frenkie de Jong Ungkap Nestapa di Balik Comeback: Nyaris Karier Terganggu, Kini Jadi Harapan Baru Barcelona
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Frenkie de Jong akhirnya kembali merumput setelah 155 hari absen. Gelandang asal Belanda itu tampil sebagai pemain pengganti pada menit ke-74 saat Barcelona menyerah 1-2 dari Real Madrid dalam laga El Clásico di Spotify Camp Nou, Minggu (25/10/2026) malam waktu setempat. Kembalinya Frenkie de Jong menjadi satu-satunya kabar gembira di tengah malam yang menyakitkan bagi Barcelona, yang menelan kekalahan pertama mereka di La Liga musim ini.
Namun, di balik momen comeback tersebut, Frenkie de Jong mengungkap kisah pilu tentang cedera lutut yang ia alami selama Piala Dunia 2026. Dalam wawancara eksklusif dengan Ziggo Sport, ia menceritakan bahwa cedera itu bermula dari benturan dengan rekan setim saat sesi latihan setelah laga pembuka melawan Jepang. “Saat itu saya tidak merasa cedera ini akan membuat saya absen berbulan-bulan,” ujarnya.
Hasil pemindaian awal kala itu menunjukkan cedera ringan. Tim medis bahkan memberi lampu hijau kepadanya untuk terus bermain. “Mereka bilang saya bisa bermain, hanya akan terasa tidak nyaman dan nyeri. Tapi kalau bisa bermain dan mereka bilang tidak akan memburuk, ya tentu saja saya main di Piala Dunia,” kenang Frenkie de Jong.
Benar saja, ia tetap bermain meski rasa sakit terus menghantui. Ia bahkan tampil di laga berikutnya sebelum Belanda tersingkir oleh Maroko. Namun, setelah kembali ke Barcelona, pemeriksaan lanjutan mengungkap fakta yang jauh lebih buruk. “Ternyata cederanya jauh lebih parah dari yang diperkirakan. Saya harus absen lama,” ungkapnya.
Cedera yang dimaksud adalah robekan ligamen kolateral medial pada lutut kanannya, yang ia alami pada 23 Juli 2026. Meski demikian, ia tetap nekat memperkuat timnas Belanda di Piala Dunia. Keputusan itu sempat menuai kritik dari sebagian suporter Barcelona yang menilai ia lebih memprioritaskan timnas ketimbang klub. Frenkie de Jong mengaku memahami kekecewaan tersebut.
Masa pemulihan pun berlangsung panjang dan penuh ketidakpastian. Ia dilanda keraguan apakah harus menjalani operasi atau tidak. “Setelah itu barulah dimulai. Ada banyak ketidakpastian soal operasi. Ya atau tidak?” tuturnya.
Kembalinya Frenkie de Jong disambut meriah oleh suporter Barcelona di Camp Nou. Pelatih Hansi Flick memasukkannya untuk menyegarkan lini tengah dan mengejar gol kemenangan saat skor masih 1-1. Sayangnya, harapan itu sirna setelah Kylian Mbappé mencetak gol kemenangan Real Madrid pada menit ke-87 melalui serangan balik cepat.
Meski kekalahan terasa pahit, comeback Frenkie de Jong menjadi suntikan moral bagi Barcelona. Media Spanyol, Sport, menyebut kembalinya gelandang 29 tahun itu sebagai dorongan positif bagi Flick. Frenkie de Jong kini tersedia secara bertahap untuk memulihkan kebugaran dan ritme pertandingannya, serta diharapkan memberi kontribusi pada fase-fase penting musim ini.
Kekalahan dari Real Madrid juga diakui Flick tak lepas dari faktor kebugaran. “Kami tidak berada di level 100 persen secara fisik. Biasanya kami lebih segar. Kami mengontrol pertandingan dan mencetak gol 1-1, tapi pada akhirnya mereka mencetak gol lewat transisi. Kami harus menerima ini,” kata Flick kepada DAZN.
Dengan 10 pertandingan La Liga telah berjalan, Barcelona masih berada di jalur persaingan gelar. Kembalinya Frenkie de Jong di tengah badai cedera menjadi asa baru bagi Blaugrana untuk bangkit dan menjaga ambisi meraih trofi musim ini.
