Sumpah Pemuda 2026: Antara Semangat Patriotik, Upacara ke-98, dan Waspada Aksi Anarkis di Malang
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Peringatan sumpah pemuda 2026 menjadi momentum penting bagi generasi muda Indonesia untuk meneguhkan persatuan, memperkuat karakter, sekaligus menunjukkan kontribusi nyata bagi bangsa. Tahun ini, Hari Sumpah Pemuda jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026 dan memasuki usia ke-98 sejak ikrar bersejarah pada 1928. Namun, di balik semangat peringatan, aparat keamanan di sejumlah daerah meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang aksi demonstrasi yang berpotensi menyalahgunakan momentum sumpah pemuda 2026.
Kapolresta Malang Kota Beri Peringatan Tegas
Menjelang aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Malang pada 28 Oktober 2026, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi, menegaskan bahwa kepolisian siap melayani masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Kendati demikian, ia memberikan peringatan tegas agar kebebasan berpendapat tidak disalahgunakan untuk melakukan perusakan maupun tindakan anarkis.
“Silakan menyampaikan aspirasi, silakan menyuarakan pendapat. Tetapi, yang harus kita jaga bersama adalah keamanan. Siapa pun yang ingin merusak atau membuat kerusuhan di negara ini, masyarakat Kota Malang dan Malang Raya tidak menginginkan kotanya rusak,” tegas Danang, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Karena itu, kepolisian tidak menutup ruang bagi warga yang ingin menyuarakan kritik, tuntutan, maupun pendapat di muka umum. Meski demikian, pelaksanaannya harus tetap mengikuti aturan dan tidak mengorbankan keamanan serta kepentingan masyarakat luas.
Danang memastikan, kepolisian akan memberikan pelayanan agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung sesuai ketentuan. Pengamanan juga diperlukan untuk menjaga agar masyarakat yang tidak terlibat dalam aksi tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa merasa terancam maupun dirugikan.
“Kami selalu memberikan pelayanan. Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi pasti kami layani. Proses itu kami lakukan agar sesuai dengan aturan. Dalam menjaga masyarakat, artinya kami juga menjaga masyarakat lainnya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepolisian tidak akan membiarkan situasi berkembang menjadi anarkis. Apabila ditemukan tindakan yang mengarah pada perusakan atau kerusuhan, aparat akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Tema Resmi dan Nilai Utama Peringatan
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI telah menetapkan tema resmi peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 melalui Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 10.14.19 Tahun 2026. Tema yang diusung adalah “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Tema tersebut mengandung tiga nilai utama yang ditekankan dalam peringatan sumpah pemuda 2026. Nilai patriotik mengajak pemuda mencintai tanah air dan menjaga persatuan, yang dapat diwujudkan dengan menghormati keberagaman, menaati aturan, menjaga lingkungan, serta berkontribusi bagi masyarakat. Gigih berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan berani mencoba hal baru. Sementara empati mengingatkan pemuda agar peka terhadap keadaan orang lain, mulai dari membantu teman, menghormati orang yang berbeda pendapat, hingga terlibat dalam kegiatan sosial.
Pedoman Upacara Sumpah Pemuda ke-98
Berdasarkan edaran Kemenpora RI, upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober, dimulai tepat pukul 08.00 waktu setempat sampai selesai. Upacara dapat dilaksanakan di halaman kantor, lapangan, atau tempat lain menyesuaikan kebutuhan.
Peserta diharapkan mengenakan pakaian dinas harian (PDH), sedangkan petugas upacara memakai baju sesuai ketentuan. Bagi murid sekolah, edaran Kemenpora tidak menjelaskan secara rinci pakaian yang mesti dikenakan. Namun, berkaca dari kebiasaan, anak sekolah dapat mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing, tergantung kebijakan satuan pendidikan.
Berikut sejumlah poin penting pedoman upacara sumpah pemuda 2026:
- Waktu: Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 08.00 waktu setempat hingga selesai.
- Lokasi: Halaman kantor, lapangan, atau tempat lain yang menyesuaikan kebutuhan.
- Pakaian: Peserta mengenakan PDH, petugas memakai baju sesuai ketentuan, pelajar dapat mengenakan pakaian adat sesuai kebijakan sekolah.
- Doa: Dibacakan sesuai teks resmi Kemenpora, diawali salam dan puji syukur atas rahmat serta karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Semarak di Media Sosial
Selain upacara, masyarakat dapat ikut menyemarakkan peringatan melalui unggahan foto dengan twibbon serta membagikan ucapan inspiratif di media sosial. Berbagai referensi ucapan dan twibbon pun banyak tersedia, mulai dari gaya patriotik, memotivasi, penuh makna, hingga bernuansa lucu.
Pesan-pesan tersebut menekankan persatuan dalam keberagaman, cinta tanah air, pelestarian nilai kebangsaan, serta kontribusi nyata generasi muda bagi kemajuan Indonesia. Namun, pesan peringatan tidak cukup berhenti pada unggahan digital. Semangat sumpah pemuda 2026 juga perlu diwujudkan melalui tindakan, seperti menghargai perbedaan, memerangi hoaks, meningkatkan kualitas diri, dan membantu masyarakat.
Peringatan sumpah pemuda 2026 pada akhirnya bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ke-98 ini menjadi pengingat bahwa persatuan, kegigihan, dan empati harus terus dijaga bersama. Di satu sisi, masyarakat berhak menyampaikan aspirasi secara tertib dan bertanggung jawab. Di sisi lain, aparat keamanan hadir untuk memastikan hak semua pihak terlindungi. Dengan semangat patriotik, gigih, dan berempati, generasi muda diharapkan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju tanpa mengorbankan ketertiban dan persatuan bangsa.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Syaifullah
Sumber: Sudutkota.id, Kemenpora RI, Popbela, Disway Malang
