Drama El Trafico: LAFC Bangkit dari Dua Gol, Amankan Tiket Playoff MLS Cup
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Duel bertajuk lafc vs la galaxy kembali menyajikan drama yang tak terlupakan di BMO Stadium, Los Angeles, ketika tuan rumah LAFC bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk bermain imbang 2-2 melawan rival abadinya, LA Galaxy, dalam laga lanjutan MLS yang berlangsung akhir pekan lalu. Hasil ini memastikan LAFC meraih tiket ke babak play-off MLS Cup untuk kedelapan kalinya dalam sembilan musim keberadaan klub, sekaligus menjadi pertemuan ke-28 dalam sejarah rivalitas panas El Trafico.
Pertandingan lafc vs la galaxy kali ini berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Ribuan penonton yang hadir di stadion menyaksikan bagaimana kedua tim saling bertukar serangan. Namun, kejutan datang dari tim tamu. Joseph Paintsil menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan LAFC dengan mencetak dua gol pada menit ke-34 dan ke-51. Gol pertama lahir setelah ia memanfaatkan kesalahan pertahanan tuan rumah, sementara gol kedua tercipta akibat kesalahan kiper Hugo Lloris yang gagal mengamankan bola muntahan tembakan Erik Thommy.
Keunggulan dua gol Galaxy nyaris membuat mereka menguasai jalannya pertandingan. Pelatih Galaxy, Greg Vanney, mengakui timnya tampak sedikit lengah setelah unggul 2-0. “Rasanya kami sedikit terlalu santai saat memimpin 2-0. Kami seharusnya menyadari bahwa lawan seperti itu akan bereaksi,” ujarnya usai pertandingan.
Namun, semangat juang LAFC patut diacungi jempol. Pelatih sementara Xavi Tamarit, yang mengambil alih kursi kepelatihan sejak 1 Oktober menggantikan Marc Dos Santos, berhasil membangkitkan anak asuhnya. Kebangkitan dimulai pada menit ke-53 ketika Denis Bouanga menyambar bola muntahan setelah kiper Galaxy, JT Marcinkowski, gagal mengamankan tembakan Armindo Sieb. Gol tersebut menjadi gol ke-18 Bouanga di musim ini dari 30 laga MLS.
Hanya berselang delapan menit, tepatnya pada menit ke-61, Leo Walta menyamakan kedudukan setelah menerima umpan silang berbahaya dari Heung-min Son. Son sendiri sempat dianggap mencetak gol pada babak pertama, tetapi golnya dianulir karena offside setelah tinjauan video yang panjang. Dalam laga lafc vs la galaxy ini, kedua gol balasan LAFC lahir dari kemampuan mereka memanfaatkan bola-bola lepas di dalam kotak penalti.
Menit-menit akhir pertandingan berlangsung mendebarkan. LAFC sebenarnya sempat mencetak gol kemenangan di penghujung masa tambahan waktu tujuh menit melalui Denis Bouanga yang meneruskan sepakan salto Tyler Boyd. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena offside. Sebelumnya, kiper Marcinkowski dan bek Justin Haak melakukan penyelamatan spektakuler untuk menggagalkan peluang LAFC. Skor 2-2 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
“Saya sangat bangga kepada tim, dengan cara kami bangkit dari situasi yang sangat sulit dan tidak pantas kami alami. Mereka tidak pernah menyerah,” kata Tamarit kepada wartawan. “Saya sangat senang bisa lolos ke play-off. Klub, para pemain, kami semua berjuang untuk itu.”
Meski demikian, bek LAFC Aaron Long tetap mengkritik lini belakang timnya. Ia menilai kedua gol Galaxy terjadi terlalu mudah. “Mencetak dua gol di kandang seharusnya cukup untuk menang,” tegasnya.
Dari kubu Galaxy, hasil imbang ini terasa seperti kehilangan dua poin berharga. Mereka kini berada di peringkat kesembilan klasemen Wilayah Barat dengan 41 poin dan masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Galaxy akan libur pada pertengahan pekan sementara tim lain bertanding, sehingga ada kemungkinan mereka berada di bawah garis kualifikasi ketika kembali menghadapi Austin FC pada 31 Oktober mendatang.
Rivalitas lafc vs la galaxy memang selalu menyajikan pertarungan sengit demi supremasi kota Los Angeles. Dengan hasil imbang ini, rekor pertemuan kedua tim tetap seimbang, yakni 10 kemenangan untuk masing-masing tim dan delapan kali bermain imbang. Sejak Xavi Tamarit mengambil alih, LAFC mencatat satu kemenangan dan tiga hasil imbang dari empat pertandingan.
Secara keseluruhan, laga lafc vs la galaxy edisi ke-28 ini akan dikenang sebagai salah satu hasil imbang terbaik dalam sejarah rivalitas kedua klub. LAFC kini menempati posisi keenam di klasemen Wilayah Barat dan telah memastikan tempat di fase gugur, sementara Galaxy harus berjuang keras di sisa musim untuk menjaga asa tampil di play-off. Pertandingan ini membuktikan bahwa dalam sepak bola, semangat untuk tidak menyerah hingga menit terakhir kerap menjadi pembeda antara tim yang layak melaju dan tim yang harus puas dengan satu poin.
