Rizespor vs Trabzonspor: Comeback Dramatis 4-3, Bordo-Mavili Cetak Sejarah 16 Tahun!
Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Duel rizespor vs trabzonspor dalam lanjutan Süper Lig Turki 2026/2027 menyajikan drama luar biasa. Bermain di Stadion Çaykur Didi, Rize, Senin (26/10/2026), Trabzonspor bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menang 4-3 atas Çaykur Rizespor. Kemenangan ini tidak hanya membawa tiga poin, tetapi juga mencatatkan sejarah baru bagi klub berjuluk Bordo-Mavili tersebut.
Pertandingan rizespor vs trabzonspor berjalan sengit sejak awal. Rizespor mengejutkan tim tamu dengan dua gol cepat. Pada menit ke-12, Gennaro Borrelli membuka skor setelah memanfaatkan umpan rendah Mithat Pala dari sisi kanan. Striker asal Italia itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-32, memaksimalkan serangan balik cepat melalui umpan Adedire Awokoya Mebude. Skor 2-0 untuk keunggulan Rizespor bertahan hingga turun minum.
Namun, babak kedua menjadi milik Trabzonspor. Perubahan taktik yang dilakukan pelatih Thomas Reis membuahkan hasil instan. Pada menit ke-49, Melih Kabasakal memperkecil kedudukan setelah menerima umpan Ernest Muci. Hanya dua menit berselang, Aral Şimşir menyamakan kedudukan dengan chip cantik melewati kiper Yahia Fofana. Pada menit ke-57, giliran Franculino yang membawa Trabzonspor berbalik unggul 3-2 setelah memanfaatkan bola rebound dari tembakan Muci yang ditepis Fofana.
Rizespor tidak tinggal diam. Pada menit ke-69, Qazim Laci melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 30 meter yang menghantam tiang gawang sebelum bersarang di sudut atas, membuat skor kembali imbang 3-3. Drama berlanjut hingga menit ke-84, ketika Franculino mencetak gol keduanya sekaligus penentu kemenangan Trabzonspor. Menerima umpan panjang dari Muci, ia menggiring bola ke dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang.
Kemenangan ini menjadi istimewa karena Trabzonspor berhasil mencetak empat gol di babak kedua dalam laga tandang Süper Lig untuk pertama kalinya sejak Oktober 2010, saat melawan Kasımpaşa. Catatan tersebut terulang setelah sekitar 16 tahun. Selain itu, hasil positif ini memperpanjang tren kemenangan Trabzonspor menjadi empat pertandingan beruntun di liga, setelah sebelumnya mengalahkan Galatasaray 4-0, Samsunspor 3-0, dan Beşiktaş 2-0. Secara keseluruhan, Trabzonspor telah memenangkan enam laga terakhir di semua kompetisi.
Ernest Muci menjadi sosok kunci di balik comeback ini dengan mencatatkan tiga assist, termasuk untuk gol kemenangan Franculino. Sementara itu, bagi Rizespor, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk mereka. Tambahan tiga poin membawa Trabzonspor mengumpulkan 19 poin, sementara Rizespor tertahan di 10 poin.
Pertandingan rizespor vs trabzonspor juga menyajikan catatan menarik lainnya. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah pertemuan kedua tim, Trabzonspor mampu menang setelah tertinggal dua gol di kandang Rizespor. Kemenangan ini semakin mempertegas ambisi Trabzonspor untuk bersaing di papan atas klasemen Süper Lig musim ini.
Usai laga, pelatih Thomas Reis mengapresiasi semangat juang para pemainnya. “Kami menunjukkan karakter luar biasa. Tertinggal dua gol di kandang lawan bukan situasi mudah, tetapi para pemain tidak pernah menyerah. Perubahan di babak kedua berhasil mengubah jalannya pertandingan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Sementara itu, pelatih Rizespor mengaku kecewa dengan hasil ini. “Kami sudah bermain baik di babak pertama, tetapi kehilangan konsentrasi di awal babak kedua. Trabzonspor memanfaatkan peluang dengan sangat efisien. Ini pelajaran berharga bagi kami,” tuturnya.
Selanjutnya, Trabzonspor akan menjamu Gaziantep FK pada pekan ke-10, sementara Rizespor akan bertandang ke markas Kocaelispor. Akankah Trabzonspor melanjutkan tren positifnya? Yang pasti, duel rizespor vs trabzonspor kali ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis musim ini.
Kesimpulan: Kemenangan 4-3 Trabzonspor atas Rizespor bukan sekadar tiga poin, melainkan bukti mentalitas juara dan sejarah baru setelah 16 tahun. Comeback di babak kedua menunjukkan kualitas dan determinasi tim asuhan Thomas Reis untuk terus bersaing di jalur juara.
