Jonathan Burkardt Ditolak VAR, Jerman Dominan Gagal Menang: Klopp Makin Tertekan di Nations League
Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | Jonathan Burkardt menjadi pusat perhatian ketika laga antara Yunani dan Jerman di Stadion Toumba, Thessaloniki, Kamis malam WIB, berakhir tanpa pemenang. Penyerang yang dipercaya Jürgen Klopp sebagai starter itu sempat membawa Jerman unggul pada menit ke-32, namun selebrasi tim tamu harus dibatalkan setelah wasit Clement Turpin melakukan tinjauan VAR. Tayangan ulang menunjukkan handball dari Tom Bischof dalam proses gol, sehingga keputusan gol dianulir dan skor tetap 0-0 hingga jeda.
Keputusan tersebut menuai reaksi keras. Media Jerman menyebutnya ‘löjligt’ atau konyol, karena gol yang sudah terlihat sah harus dibatalkan. Bagi Jonathan Burkardt, momen itu menjadi pukulan telak. Ia tampil sebagai ujung tombak menggantikan Nick Woltemade, dan hampir membuka keunggulan bagi Die Mannschaft. Hingga akhir laga, namanya terus disorot karena pergerakan tanpa bola yang merepotkan bek Yunani.
Dominasi Tanpa Ketajaman
Jerman benar-benar menguasai pertandingan. Sejak peluit pertama, tim tamu mendikte tempo dan mencatatkan penguasaan bola mencapai 70,1 persen. Mereka melepaskan 21 percobaan ke gawang, sementara Yunani hanya lima kali mengancam. Namun, kiper Konstantinos Tzolakis tampil gemilang dengan empat penyelamatan krusial, membuat gawang Yunani tetap aman.
Klopp menurunkan formasi menyerang dengan tiga perubahan dari kemenangan 2-0 atas Serbia. Lennart Karl, David Raum, dan Jonathan Burkardt masuk menggantikan Serge Gnabry, Maximilian Mittelstädt, dan Nick Woltemade. Jonas Urbig kembali berdiri di bawah mistar, sementara lini belakang dihuni Philipp Treu, Malick Thiaw, Waldemar Anton, dan Raum. Trio Alexandar Pavlovic, Tom Bischof, dan Florian Wirtz mengisi lini tengah.
Meski mendominasi, Jerman kesulitan menembus pertahanan rapat Yunani. Pelatih Yunani menerapkan strategi bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik. Hasilnya, Klopp baru mengoleksi satu kemenangan dari empat laga pertamanya. Setelah imbang melawan Belanda, kalah dari Yunani, lalu menang atas Serbia, kini Jerman kembali tertahan.
Klasemen Grup A2 Memanas
Hasil ini membuat Yunani menempati posisi kedua dengan delapan poin, hanya kalah selisih gol dari Belanda. Jerman tertahan di peringkat ketiga dengan lima poin, sementara Serbia di dasar klasemen tanpa poin. Pada jeda internasional berikutnya, Jerman dan Yunani akan menghadapi Belanda dan Serbia dalam laga penentu kelolosan ke fase gugur Nations League.
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Belanda | 8 |
| 2 | Yunani | 8 |
| 3 | Jerman | 5 |
| 4 | Serbia | 0 |
Kegagalan Jonathan Burkardt mencetak gol sah menjadi simbol ketumpulan lini depan Jerman. Meski terus menekan, Die Mannschaft tidak memiliki ketajaman klinis untuk membongkar pertahanan Yunani. Klopp pun mengakui timnya kurang beruntung, tetapi menegaskan masih ada waktu untuk memperbaiki performa. Laga melawan Belanda akan menjadi ujian berat berikutnya.
Dengan tekanan yang semakin besar, posisi Klopp mulai dipertanyakan. Namun, ia tetap optimistis dan menilai proses pembangunan tim membutuhkan waktu. Jonathan Burkardt dan rekan-rekan diharapkan mampu bangkit pada pertandingan berikutnya. Perjalanan Jerman di Nations League belum berakhir, tetapi mereka tidak boleh kehilangan poin lagi jika ingin lolos.
Penulis: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Editor: Syaifullah
Sumber Berita: GOAL.com, BILD, dpa, Sky
