Jazz vs Grizzlies: Dua Bintang Utah Cedera, Memphis Tetap Perkasa di Delta Center
Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Laga jazz vs grizzlies di Delta Center, Salt Lake City, pada Senin malam waktu setempat berakhir dengan kemenangan tipis Memphis Grizzlies 110-105 atas Utah Jazz. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Memphis dalam empat pertemuan melawan Utah musim ini, sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan mereka di awal musim 2026-27. Namun, duel jazz vs grizzlies kali ini lebih banyak diwarnai drama cedera yang menimpa kedua kubu, terutama tuan rumah.
Pertandingan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, waktu setempat, atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Bagi Jazz, ini adalah kekalahan ketiga dalam empat laga pembuka, meski secara performa mereka tampil jauh lebih kompetitif dibanding kekalahan 20 poin di Opening Night melawan tim yang sama.
Badai Cedera Menghantam Utah
Masalah bagi Jazz sebenarnya sudah muncul sebelum pertandingan dimulai. Center andalan Jusuf Nurkić absen karena cedera kaki, sementara Jaxson Hayes baru dinyatakan tidak bisa bermain sekitar satu jam sebelum tip-off akibat cedera bahu yang dialami saat melawan Los Angeles Lakers sehari sebelumnya.
Kondisi memburuk di tengah laga. Lauri Markkanen harus keluar lapangan karena cedera pergelangan tangan, disusul Jaren Jackson Jr. pada kuarter kedua akibat cedera lutut kanan. Pelatih kepala Jazz, Will Hardy, menyatakan timnya masih menunggu hasil pencitraan medis untuk mengetahui tingkat keparahan cedera kedua pemain tersebut.
“Kami masih menunggu hasil imaging. Kemungkinan besar kami baru tahu lebih banyak besok,” ujar Hardy dalam konferensi pers usai laga.
Bailey dan George Jadi Motor Serangan
Di tengah keterbatasan skuad, Ace Bailey dan Keyonte George tampil sebagai penyelamat. Bailey mencetak 26 poin dan 10 rebound, mencatat double-double kedua berturut-turut, plus tiga assist dan tiga blok. George menambahkan 26 poin, sementara Mo Bamba menyumbang 14 poin dan tujuh rebound pada debut musimnya. Darryn Peterson menutup laga dengan 14 poin, tujuh rebound, dan tiga assist, meski akurasi tembakannya kurang optimal dengan hanya 5 dari 18 percobaan.
Dari kubu Grizzlies, Cedric Coward menjadi bintang dengan 16 poin dan 11 rebound. Ty Jerome yang datang sebagai pemimpin skor NBA hanya mencetak 15 poin dengan akurasi 4 dari 15 tembakan, jauh menurun dibanding 45 poinnya saat melawan Utah di laga pembuka musim, meski ia tetap menyumbang delapan assist. Jaylen Wells menambah 14 poin, sedangkan Cameron Boozer dan Jerami Grant masing-masing mencetak 13 poin.
Jalannya Pertandingan
Memphis sempat memimpin hingga 16 poin di akhir kuarter ketiga setelah tiga tembakan tiga angka beruntun dari Quinten Post, Cam Spencer, dan Coward membawa mereka unggul 87-71. Namun Jazz tidak menyerah. Rentetan 15-3 membawa Utah kembali ke dalam pertandingan, memangkas jarak menjadi 102-101 lewat permainan tiga poin George dengan sisa waktu 3:37.
Dua tembakan beruntun Jerome menggagalkan upaya Jazz untuk berbalik memimpin. Utah kembali mendekat hingga selisih satu poin lewat dunk Bamba dengan 1:01 tersisa, sebelum Wells dan Jerome memastikan kemenangan lewat tembakan bebas di menit terakhir. Dalam laga jazz vs grizzlies ini, Jazz sebenarnya sempat memiliki peluang emas, tetapi tembakan Peterson gagal masuk saat tersisa 20 detik.
Statistik Kunci
| Pemain | Tim | Poin | Rebound | Assist |
|---|---|---|---|---|
| Ace Bailey | Jazz | 26 | 10 | 3 |
| Keyonte George | Jazz | 26 | – | – |
| Darryn Peterson | Jazz | 14 | 7 | 3 |
| Cedric Coward | Grizzlies | 16 | 11 | – |
| Ty Jerome | Grizzlies | 15 | – | 8 |
Duel jazz vs grizzlies juga menjadi sorotan karena Jazz mampu meredam Boozer dan membuat Jerome tampil lebih manusiawi dibanding performa ledakan sebelumnya. Meski kalah, semangat juang Utah mendapat apresiasi dari kalangan pengamat sebagai modal penting bagi budaya tim muda mereka.
Dampak dan Prospek ke Depan
Bagi Memphis, hasil ini menegaskan posisi mereka sebagai salah satu tim paling solid di Wilayah Barat. Kemenangan atas Utah menjadi bukti kedalaman skuad mereka, terlebih dengan absennya Zach Edey pada laga sebelumnya karena manajemen cedera pergelangan kaki. Sementara itu, Utah menghadapi tantangan berat jika Markkanen dan Jackson Jr. harus absen dalam waktu lama, mengingat keduanya termasuk tiga pencetak poin terbaik tim musim ini.
Pertandingan jazz vs grizzlies berikutnya diprediksi tetap menjadi laga sengit, terlebih jika kedua tim kembali bertemu dengan skuad yang lebih lengkap. Jazz masih memiliki peluang memperbaiki rekor jika kondisi pemain inti mereka pulih, sementara Grizzlies berambisi mempertahankan tren positif.
Secara keseluruhan, laga ini menunjukkan bahwa Jazz, meski diterpa badai cedera, masih memiliki fondasi permainan yang menjanjikan lewat kontribusi para pemain muda. Memphis membuktikan diri sebagai tim yang lebih matang dan efisien di momen-momen krusial. Kekalahan tipis ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi Utah untuk lebih disiplin di akhir pertandingan, sekaligus menggarisbawahi pentingnya kedalaman skuad di kompetisi sepanjang musim seperti NBA.
