Kalimantan Update – 02 Oktober 2026 | Duel Yunani vs Belanda dalam matchday ketiga Grup A2 UEFA Nations League 2026/2027 di Stadion Toumba, Thessaloniki, berakhir dramatis dengan skor 2-2, Jumat (2/10/2026) dini hari WIB. Belanda yang sempat tertinggal dua gol di babak pertama berhasil bangkit dan memaksa tuan rumah berbagi satu poin berkat gol penyama kedudukan Tijjani Reijnders pada menit ke-89.
Hasil imbang ini membuat Yunani tetap memimpin klasemen Grup A2 dengan tujuh poin, sementara Belanda naik ke posisi kedua dengan lima poin. Kedua tim masih belum terkalahkan di edisi Nations League kali ini, menjadikan persaingan di papan atas grup semakin terbuka lebar.
Jalannya Pertandingan
Yunani tampil agresif sejak menit awal. Christos Tzolis sempat mencetak gol pada menit ke-13, namun dianulir karena Vangelis Pavlidis berada dalam posisi offside dan menghalangi pandangan kiper Bart Verbruggen. Tzolis kemudian harus ditarik keluar karena cedera, dan penggantinya, Giorgos Masouras, langsung memberikan dampak instan.
Keunggulan tuan rumah akhirnya tercipta pada menit ke-23. Masouras melepaskan umpan flick-on yang membuat Fotis Ioannidis lolos ke kotak penalti, lalu melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dihentikan Verbruggen. Yunani menggandakan keunggulan pada masa injury time babak pertama setelah Ioannidis merebut bola dari umpan balik buruk Ruben van Bommel dan mengirimkannya kepada Masouras untuk diselesaikan dari jarak dekat.
Memasuki babak kedua, Belanda meningkatkan tekanan. Virgil van Dijk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-59 melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Joey Veerman. Denzel Dumfries sempat dua kali mencetak gol penyama, tetapi keduanya dianulir karena offside.
Tekanan Oranje akhirnya berbuah hasil pada menit ke-89. Bola hasil umpan Noa Lang diblok Konstantinos Mavropanos, tetapi Reijnders langsung menyambar bola pantulan dengan tendangan voli dari tepi kotak enam yard, mengubah skor menjadi 2-2 dan menyelamatkan Belanda dari kekalahan.
Statistik dan Catatan Performa
Meski menguasai 71 persen penguasaan bola, Belanda kesulitan menembus blok pertahanan rendah Yunani. Umpan-umpan mereka minim penetrasi, sementara lini tengah mudah dilewati saat Yunani beralih menyerang. Quinten Timber dan Guus Til dinilai kesulitan mengatur tempo dan mencari celah di antara lini lawan.
| Statistik | Yunani | Belanda |
|---|---|---|
| Gol | 2 | 2 |
| Penguasaan Bola | 29% | 71% |
| Pencetak Gol | Ioannidis (23′), Masouras (45+’) | Van Dijk (59′), Reijnders (89′) |
| Pelatih | Ivan Jovanovic | Xavi Hernandez |
Menariknya, dalam 14 laga terakhir, Yunani rata-rata mencetak 1,71 gol dan kebobolan 1,21 gol per pertandingan. Mereka memenangi sembilan di antaranya dan mencatat enam clean sheet. Sementara Belanda dalam 36 laga terakhir memiliki rata-rata 2,36 gol per pertandingan dengan kebobolan sekitar satu gol per laga.
Yunani datang ke laga Yunani vs Belanda ini sebagai pemuncak grup setelah mengalahkan Serbia dan Jerman, salah satu kejutan terbesar di putaran tersebut. Kemenangan atas Serbia terasa dramatis karena Anastasios Douvikas mencetak gol penentu pada menit ke-94, sedangkan Dimitris Kourbelis menjadi penentu kemenangan 1-0 atas Jerman.
Belanda sendiri memasuki pertandingan dengan catatan tujuh laga beruntun tanpa kekalahan dalam waktu normal. Xavi, yang ditunjuk sebagai pelatih setelah kegagalan Belanda di Piala Dunia, mengawali tugasnya dengan satu hasil imbang dan satu kemenangan. Belanda harus kehilangan Cody Gakpo dan Brian Brobbey akibat cedera, sehingga Ruben van Bommel dan Mexx Meerdink mendapat kesempatan bermain sejak menit awal.
Secara historis, Belanda memiliki catatan dominan ketika berhadapan dengan Yunani karena memenangkan sembilan dari 11 pertemuan kedua tim. Namun, kondisi terkini menunjukkan Yunani bukan lawan yang mudah ditaklukkan, terbukti dari efektivitas permainan mereka di dua laga sebelumnya.
Dampak bagi Kedua Tim
Duel Yunani vs Belanda ini menjadi pelajaran berharga bagi Xavi. Satu poin dari markas Yunani terasa seperti penyelamatan di tengah performa buruk di 45 menit pertama. Van Bommel mendapat nilai terendah, 3 dari 10, sementara Meerdink terisolasi tanpa suplai bola yang memadai.
Bagi Yunani, hasil ini terasa sedikit menyesakkan karena mereka sudah unggul dua gol. Namun, satu poin tetap menjaga posisi mereka di puncak Grup A2 dengan tujuh poin, sementara Belanda mengoleksi lima poin dan masih menjaga peluang merebut posisi pertama.
Pertandingan Yunani vs Belanda berikutnya akan menjadi penentu bagi kedua tim dalam upaya lolos ke babak berikutnya. Dengan persaingan yang semakin ketat, setiap poin akan sangat berarti bagi Yunani maupun Belanda di sisa matchday Nations League.
Secara keseluruhan, laga ini membuktikan bahwa sepak bola tidak pernah selesai sampai peluit akhir berbunyi. Semangat juang Belanda yang tidak pernah menyerah meski tertinggal dua gol menjadi bukti bahwa kualitas dan mentalitas juara tetap melekat pada skuad Oranje di bawah asuhan Xavi Hernandez.
Penulis: Redaksi Olahraga
Editor: Tim Editor
Sumber Berita: Okebajo.com, Gilabola.com, MerahPutih.com, WartaGarut.com, JawaPos.com
