Kartu Merah Stefan Ashkovski Bikin PSS Kehilangan Momentum, Huistra Akui Dinamika Laga Berubah
Kalimantan Update – 28 Oktober 2026 | Kekalahan PSS Sleman dari Borneo FC Samarinda pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 masih menyisakan kekecewaan mendalam. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (27/10/2026) sore, Super Elang Jawa harus menyerah dengan skor 1-2, dan kartu merah yang diterima Stefan Ashkovski di menit 43 menjadi titik balik yang menentukan jalannya pertandingan.
Pelatih PSS, Huistra, secara terbuka menyoroti insiden tersebut sebagai faktor utama yang mengubah dinamika permainan. Menurutnya, sebelum kartu merah keluar, kedua tim tampil relatif seimbang dan saling berbagi peluang.
"Kalau Anda lihat ke game, ya saya pikir kedua tim kurang lebih setimbang. Kami harus bertahan lebih baik. Dan setelah kartu merah, saya pikir keseluruhan dinamika dalam game berubah," ujar Huistra dalam sesi jumpa pers usai laga.
Jalannya Pertandingan
Sejak kick-off pukul 15.30 WIB, PSS berupaya mengambil inisiatif serangan. Stefan Ashkovski mencoba membuka ruang dari sisi kiri pada menit kedua, namun tendangannya masih mampu dihadang pemain Borneo FC. Peluang berikutnya datang lewat umpan silang Riko Simanjuntak yang disambut Gustavo Tocantins pada menit kelima, tetapi kiper M Kadu sigap mengamankan bola.
Borneo FC tidak tinggal diam. Amar Brkic melancarkan ancaman dari sisi kanan pada menit ke-11, sementara Juan Villa melepaskan tendangan keras pada menit ke-13 yang masih melebar tipis. Memasuki menit ke-28, PSS kembali menekan melalui tendangan sudut Riko Simanjuntak yang disambut sundulan Cleberson, meski bola melambung jauh di atas mistar.
Petaka datang pada menit ke-38 ketika Dandy Sonriza memanfaatkan tendangan pojok Juan Villa untuk membawa Borneo FC unggul 1-0. Belum genap luka mengering, PSS harus bermain dengan sepuluh orang setelah Stefan Ashkovski diganjar kartu merah pada menit ke-43 akibat pelanggaran keras terhadap pemain lawan. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum.
Semangat yang Tak Padam
Meski bermain dengan sepuluh pemain, Huistra mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang terus berusaha hingga menit akhir. Menurutnya, semangat tersebut menjadi modal penting bagi PSS untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
"Di sisi lain, para pemain tidak menyerah. Bahkan saat tertinggal 1-0 dan bermain dengan 10 orang, kami mencoba untuk melawan, kami mencoba mengambil risiko, kami menciptakan beberapa peluang, dan pada akhirnya kalah 1-2," ujarnya.
"Sedikit kurang beruntung, setidaknya bisa meraih satu poin. Tapi ya, kartu merah itu adalah hal yang besar dalam pertandingan," sambung pelatih berpaspor Belanda tersebut.
Hugo Samir menambah keunggulan Borneo FC, sementara tuan rumah hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Matheus Fornazari. Hasil ini membuat PSS tetap tertahan di posisi ke-15 dengan koleksi empat poin dari tujuh laga, sementara Borneo FC naik ke posisi ke-13 dengan sembilan poin.
Evaluasi Pertahanan Jadi Prioritas
Huistra menegaskan timnya masih perlu memperbaiki sejumlah aspek, terutama pertahanan. Ia menilai PSS terlalu banyak memberikan peluang kepada Borneo FC pada awal pertandingan.
"Kalau kita lihat game, kita harus selalu kritis, terutama setelah game yang tidak kita menangkan. Kita harus bertahan lebih baik. Kita harus lebih rapat, kita harus mencegah lawan mendapatkan ruang untuk melakukan umpan silang dan melepaskan tembakan," tegasnya.
Sementara itu, pemain PSS, Riko Simanjuntak, menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil pertandingan tersebut. Ia menegaskan para pemain sebenarnya berkomitmen untuk mengamankan tiga poin setiap kali bermain di kandang.
"Saya mewakili pemain tentunya memohon maaf kepada semua suporter yang telah hadir, yang enggak hadir juga, atas hasil ini. Tentunya hasil malam ini bukanlah hasil yang kami inginkan," kata Riko.
Catatan Statistik Kedua Tim
| Keterangan | PSS Sleman | Borneo FC |
|---|---|---|
| Posisi Klasemen | 15 | 13 |
| Poin | 4 | 9 |
| Laga Dimainkan | 7 | 6 |
| Hasil Laga | Kalah 1-2 | Menang 2-1 |
Perjalanan PSS pada awal musim memang tidak mulus. Setelah menelan tiga kekalahan beruntun, mereka sempat menunjukkan perkembangan dengan mengalahkan PSM Makassar 3-0 dan bermain imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya, sebelum kembali kehilangan poin saat menghadapi Persik Kediri. Sementara Borneo FC datang dengan modal positif setelah lolos ke perempat final AFC Challenge League 2026/2027.
Kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri bagi Super Elang Jawa yang berambisi menutup Oktober dengan senyuman. Disiplin pemain, khususnya dalam menjaga emosi dan menghindari pelanggaran keras, tampaknya menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi Huistra dan jajaran pelatih.
Dengan kompetisi yang masih panjang, PSS dituntut segera bangkit. Perbaikan di lini pertahanan serta ketenangan dalam mengambil keputusan di lapangan akan menjadi kunci bagi Riko Simanjuntak dan kawan-kawan untuk kembali ke jalur kemenangan pada laga-laga berikutnya.
