Port FC Terpuruk di ACL Elite: Dihajar JDT 3-0, Kini Jadi Sasaran Empuk di Piala Presiden 2025
Kalimantan Update – 28 Oktober 2026 | Port FC kembali menjadi sorotan setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Johor Darul Ta’zim (JDT) dalam lanjutan Liga Champions Asia Elite (ACL Elite) 2026/2027 di Stadion Sultan Ibrahim, Gelang Patah, Malaysia, Selasa (27/10/2026) waktu setempat. Kekalahan ini membuat klub asal Thailand tersebut terpuruk di posisi ke-15 klasemen sementara wilayah timur tanpa mengoleksi poin dari tiga pertandingan. Port FC pun semakin tertekan menjelang turnamen Piala Presiden 2025 yang akan digelar di Indonesia.
Kemenangan JDT atas Port FC tidak lepas dari performa impresif tiga pemainnya, yakni Jonathan Silva, Bergson, dan Juan Diego Molina Martinez alias Stoichkov. Jonathan Silva membuka keunggulan, disusul gol Bergson dan Stoichkov yang memastikan kemenangan telak bagi tuan rumah. Hasil ini membawa JDT naik ke peringkat kedua klasemen sementara wilayah timur dengan tujuh poin dari tiga laga, unggul tujuh poin atas Port FC yang masih belum meraih satu pun angka.
Menariknya, kekalahan Port FC juga berdampak pada peringkat liga Thailand. Sementara itu, kemenangan JDT membuat Liga Malaysia naik satu peringkat ke posisi ke-9 Asia. Di sisi lain, wakil Vietnam Cong An juga menang 3-2 atas wakil China Shanghai Port, yang membuat Vietnam naik satu peringkat di klasemen Asia. Port FC sendiri kini menjadi sorotan karena performanya yang jauh dari harapan di kancah Asia.
Meski demikian, Port FC tetap menjadi salah satu tim yang diundang dalam Piala Presiden 2025. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya menyatakan bahwa kehadiran dua tim luar negeri, yakni Port FC dan Oxford United, akan membuat turnamen semakin menarik. “Ya sangat menarik karena Piala Presiden tahun ini kan dihadiri dua klub dari luar negeri, yang saya rasa tadi kalau lihat dari jumpa persnya, para pemain dari klub luar negeri seperti Asnawi, Marselino, Ole sangat-sangat akan memberikan yang terbaik,” kata Erick dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (4/7/2025).
Erick juga menambahkan bahwa kehadiran Port FC dan Oxford United merupakan salah satu cara untuk mempromosikan pemain-pemain Indonesia agar bisa berkarir di luar negeri. “Ya, itu salah satunya. Karena kita menginginkan juga bahwa banyak pemain kita tidak hanya bisa berkarir di dalam negeri, tapi juga bisa berkarir di luar negeri,” ujarnya. Menurutnya, sepak bola sudah menjadi global, sehingga penting menjaga kontinuitas pemain Indonesia untuk terus berkarir di level internasional.
Selain itu, respons pembelian tiket untuk Piala Presiden 2025 juga sangat positif. Erick menyebut penjualan tiket di Bandung sangat tinggi, sementara di Jakarta hampir mencapai 22.000 tiket. “Saya rasa buat turnamen seperti ini responsnya sangat positif,” ucap Menteri BUMN itu. Ia pun menegaskan bahwa pembangunan sepak bola Indonesia tidak bisa hanya disandarkan kepada PSSI, melainkan perlu dukungan semua pemangku kepentingan.
Dengan performa Port FC yang sedang menurun di ACL Elite, kehadiran mereka di Piala Presiden 2025 justru menjadi tantangan tersendiri. Tim asal Thailand itu dipastikan akan berusaha bangkit dan memberikan perlawanan sengit. Namun, bagi tim-tim Indonesia seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Dewa United, ini bisa menjadi peluang untuk mengukur kemampuan sekaligus meraih hasil positif melawan klub yang tengah dalam tekanan.
Piala Presiden 2025 sendiri dijadwalkan berlangsung dengan format yang kompetitif. Selain Port FC dan Oxford United, turnamen ini juga diikuti oleh klub-klub besar Tanah Air. Erick Thohir berharap ajang ini dapat menjadi wadah bagi pemain muda Indonesia untuk unjuk gigi. “Inilah sepak bola Indonesia yang bisa tumbuh kalau semua stakeholder bisa membangun sama-sama,” pungkasnya.
Dengan demikian, Port FC kini berada di persimpangan jalan. Kekalahan dari JDT harus menjadi cambuk untuk bangkit, terutama saat tampil di Piala Presiden 2025. Publik Indonesia pun menantikan bagaimana kiprah Port FC di turnamen bergengsi tersebut, apakah mereka mampu menunjukkan kualitas sebagai klub Thailand atau justru kembali menjadi bulan-bulanan lawan.
