Info Gempa Hari Ini: M 6,4 Guncang Tanimbar Maluku, Getaran Kuat Terasa hingga Sorong
Kalimantan Update – 29 Oktober 2026 | JAKARTA — Info gempa terkini kembali menjadi sorotan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan serangkaian aktivitas seismik yang mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Gempa paling signifikan terjadi pada Kamis (29/10/2026) pagi WIB, ketika gempa berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang Tanimbar, Maluku. Guncangan gempa ini dilaporkan terasa cukup kuat hingga ke Sorong, Papua Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa M 6,4 tersebut terjadi pada pukul 05.06.47 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 60 kilometer barat laut Larat, Kepulauan Tanimbar, pada kedalaman 160 kilometer. Meskipun berpusat di laut, gempa ini tidak menimbulkan potensi tsunami karena kedalamannya yang relatif dalam.
“Info gempa dirasakan mag:6.4, lokasi: pusat gempa berada di laut 60 km baratlaut Larat-Kep. Tanimbar, waktu: 29-Okt-26 05:06:47 WIB, kedalaman: 160 Km, gempa ini dirasakan (MMI): II-III Banda Naira, II-III Tanimbar, II-III Kaimana, II-III Sorong,” tulis BMKG melalui kanal resminya.
Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) II-III menunjukkan bahwa getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, dan getaran terasa seperti truk ringan melintas. Meski demikian, hingga informasi awal disampaikan, belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG juga mengingatkan bahwa informasi awal mengutamakan kecepatan sehingga data dapat berubah seiring kelengkapan hasil pengolahan.
Gempa Susulan dan Aktivitas Seismik Lainnya
Masih dalam periode yang sama, info gempa juga mencatat peristiwa M 5,0 yang mengguncang Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Rabu (28/10/2026) sore. Gempa yang terjadi pukul 16.32.49 WIB ini berpusat di laut, tepatnya 187 kilometer barat laut Tahuna, pada kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” imbau BMKG dalam laporannya. Koordinat pusat gempa tercatat pada 5,30 derajat Lintang Utara dan 125,42 derajat Bujur Timur.
Sebelumnya, pada Rabu (28/10/2026) sore, gempa M 4,7 juga mengguncang Kabupaten Tanggamus, Lampung. Berbeda dengan gempa Tahuna, gempa Tanggamus berpusat di darat, sekitar 8 kilometer barat laut Tanggamus, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa terjadi pukul 15.23.46 WIB dan dirasakan di Kotaagung (III MMI), Kotabumi (II MMI), Pringsewu (II MMI), Ulu Belu (II MMI), dan Gisting (II MMI).
Dua hari sebelumnya, Selasa (27/10/2026) malam, gempa M 5,4 mengguncang Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa terjadi pukul 21.43.13 WIB dengan pusat di koordinat 9,20 Lintang Selatan dan 110,39 Bujur Timur, atau 136 kilometer barat daya Gunungkidul, pada kedalaman 10 kilometer. Getaran gempa ini juga dirasakan hingga Klaten, Jawa Tengah. Warga Juwiring, Klaten, mengaku merasakan getaran seperti pintu bergetar dua kali.
Imbauan dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Rangkaian info gempa ini menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia, yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. BMKG secara konsisten mengimbau masyarakat agar mengikuti informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.
Bagi warga yang berada di wilayah rawan gempa, beberapa langkah mitigasi sederhana dapat dilakukan, seperti mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga bencana, dan memastikan struktur bangunan rumah tahan gempa. Saat gempa terjadi, utamakan keselamatan dengan berlindung di bawah meja yang kokoh, menjauhi kaca, dan tidak menggunakan lift.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan dampak signifikan dari keempat peristiwa gempa tersebut. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan siaga. Informasi terbaru mengenai aktivitas gempa dapat diakses melalui aplikasi resmi BMKG atau media sosial resmi mereka.
Dengan memahami karakteristik gempa di Indonesia dan selalu mengikuti info gempa dari sumber terpercaya, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang tidak dapat diprediksi kapan terjadi.
