Jokic Cetak Sejarah, Pelicans Tenggelam: 3 Kesalahan Fatal di Balik Kekalahan 104-91
Kalimantan Update – 31 Oktober 2026 | Pertandingan pelicans vs nuggets di Smoothie King Center, New Orleans, Rabu malam waktu setempat, berakhir dengan skor 104-91 untuk kemenangan Denver Nuggets. Kekalahan ini menjadi yang kedelapan berturut-turut bagi New Orleans Pelicans atas Denver, sekaligus memperpanjang start buruk mereka menjadi 0-4 di musim 2026-27. Bagi Nuggets, laga pelicans vs nuggets ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan momen bersejarah bagi Nikola Jokic yang mencatatkan triple-double ke-200 dalam karier regulernya.
Jokic menjadi pemain kedua dalam sejarah NBA yang mencapai 200 triple-double, menyusul Russell Westbrook yang memegang rekor 209. Dalam laga pelicans vs nuggets tersebut, center asal Serbia itu menuntaskan pertandingan dengan 21 poin, 13 rebound, dan 10 asis, meski torehannya diwarnai tujuh turnover. Ia menembakkan 8 dari 13 dari lapangan dan sempurna dalam lima lemparan bebas. Pencapaian ini ia raih di musim ke-12 bersama Nuggets, menegaskan reputasinya sebagai salah satu playmaker paling serba bisa di NBA.
Slow Start yang Membunuh Pelicans
Pelicans memulai pertandingan dengan sangat buruk. Mereka tertinggal 18-37 pada kuarter pertama setelah Denver menembak 62 persen dari lapangan. Dalam 12 menit itu, New Orleans melakukan enam turnover dan tampak kehilangan fokus meski memiliki waktu istirahat tiga hari sejak pertandingan terakhir. Masalah ini diperparah oleh rata-rata poin kuarter keempat Pelicans musim ini yang hanya 23 poin, sehingga keterlambatan memulai pertandingan menjadi kombinasi mematikan.
Meski demikian, Pelicans sempat memberikan perlawanan. Mereka menutup kuarter ketiga dengan laju 9-0 untuk memangkas defisit menjadi enam poin. Di kuarter keempat, New Orleans bahkan sempat mendekat hingga selisih lima poin. Zion Williamson menjadi motor serangan dengan 25 poin, sementara Dejounte Murray berusaha mengatur tempo. Namun, momentum itu buyar ketika pelatih kepala Jamahl Mosley memilih mengembalikan para starter ke lapangan, meninggalkan unit yang sedang panas.
Kesalahan Krusial di Menit Akhir
Dejounte Murray, yang memimpin tim dalam jumlah turnover musim ini, melakukan kesalahan penting dengan kurang dari enam menit tersisa. Turnover tersebut berujung pada tiga poin Denver yang memperlebar keunggulan menjadi delapan, dan Pelicans tak pernah lagi mendekat. Murray sendiri hanya memasukkan 1 dari 4 tembakan di enam menit terakhir. Di sisi lain, Jamal Murray tampil sebagai penentu dengan 23 poin, termasuk tiga poin dan layup krusial, sementara Christian Braun menambahkan dua tiga poin beruntun. Aaron Gordon menyumbang 15 poin dan 11 rebound.
Keputusan rotasi Mosley juga menjadi sorotan. Herb Jones, yang rata-rata mencatat menit terendah dalam kariernya (17 menit per game), hanya bermain 18 menit pada laga ini dan cuma empat menit di kuarter keempat. Kritik pun mengarah pada cara Mosley mengelola menit pemain dan kombinasi akhir pertandingan. Selain itu, Pelicans mulai dihantam badai cedera: Yves Missi absen karena bone bruise, dan Jordan Poole meninggalkan lapangan akibat keseleo pergelangan kaki.
Strategi Ultra-Big Nuggets dan Debut Perdana Brazile
Di kubu Nuggets, pelatih David Adelman kembali menerapkan formasi ultra-big yang sukses di pertemuan sebelumnya. Trevon Brazile, rookie pilihan putaran kedua, membuat start pertama dalam kariernya dan langsung memberikan dampak. Denver memulai dengan laju 27-13 berkat delapan menit awal menit bermain trio Brazile, Gordon, dan Jokic di frontcourt. Brazile mencatat 31 menit, tertinggi keempat di tim, dengan 11 poin, delapan rebound, satu steal, dan satu blok. Adelman sebelumnya meminta publik bersabar terhadap rookie tersebut, dan kepercayaannya terbayar.
Denver harus bermain tanpa empat pemain rotasi, termasuk Cam Johnson yang cedera pergelangan kaki kanan. Namun, kedalaman skuad dan fleksibilitas taktik Adelman terbukti mampu menutupi absensi tersebut. Kemenangan ini juga menjadi pembalasan atas kekalahan dramatis mereka dari Pelicans di Denver pada Sabtu sebelumnya, di mana Nuggets menang 141-135 lewat perpanjangan waktu setelah Jokic mencetak 35 poin, 15 rebound, dan 10 asis.
Analisis 5W+1H
- Apa: Pelicans kalah 104-91 dari Nuggets, memperpanjang rekor buruk menjadi 0-4 dan kekalahan kedelapan beruntun dari Denver.
- Siapa: Nikola Jokic (21 poin, 13 rebound, 10 asis) mencetak triple-double ke-200; Zion Williamson (25 poin) memimpin Pelicans; Dejounte Murray dan Jamal Murray menjadi sorotan.
- Kapan: Rabu malam, 28 Oktober 2026, waktu setempat.
- Di mana: Smoothie King Center, New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat.
- Mengapa: Pelicans memulai lambat, melakukan turnover krusial, dan keputusan rotasi yang kontroversial; Nuggets memanfaatkan formasi ultra-big dan perimeter shooting yang lebih baik (12 dari 31 berbanding 7 dari 30).
- Bagaimana: Denver membangun keunggulan 19 poin di kuarter pertama, menahan gempuran balik New Orleans, lalu mengunci kemenangan lewat tembakan-tembakan besar di menit akhir.
Dengan hasil ini, Pelicans masih tanpa kemenangan dan akan menghadapi Sacramento Kings di kandang pada Kamis malam. Sementara itu, Nuggets terus menunjukkan konsistensi sebagai salah satu kontender teratas di Wilayah Barat. Laga pelicans vs nuggets kali ini menjadi pengingat keras bahwa di NBA, eksekusi di menit-menit krusial dan kedalaman rotasi sering kali menjadi pembeda antara tim yang sedang membangun dan tim yang siap bersaing. Bagi Jokic, sejarah telah tercatat; bagi Pelicans, pekerjaan rumah masih menumpuk.
