Kalsel Membidik sebagai Pusat Gerbang Logistik Kalimantan, Kunci Superhub Ekonomi Nusantara
Kalimantan Update – 03 November 2026 | Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memantapkan langkahnya dalam peta ekonomi nasional. Melalui visi Nusantara Economic Superhub, Kalsel Membidik sebagai Pusat Gerbang Logistik Kalimantan yang menghubungkan arus barang, industri, dan perdagangan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) serta pasar global. Ambisi ini menjadi sorotan dalam diskusi publik bertema “Membongkar Visi Nusantara Economic Superhub: Di Mana Posisi Kalsel?” yang digelar di General Building Student Activity Center, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin.
Forum tersebut menghadirkan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard, dan Staf Khusus Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, sebagai narasumber secara daring. Turut hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Suprapti Tri Astuti, bersama sejumlah tenaga ahli Gubernur Kalsel. Diskusi ini menjadi ruang strategis untuk membedah posisi daerah dalam kerangka transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2040.
Keunggulan Strategis yang Dimiliki Kalsel
Febrian menegaskan bahwa Kalsel tidak cukup hanya menjadi daerah transit bagi arus barang menuju dan dari IKN. Daerah ini perlu bertransformasi menjadi pusat penciptaan nilai tambah ekonomi yang terintegrasi dengan koridor Nusantara Economic Superhub. Dengan demikian, Kalsel Membidik sebagai Pusat Gerbang Logistik Kalimantan bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
Tiga Sektor Strategis Penguat Posisi Kalsel
Untuk memperkuat posisinya, pengembangan ekonomi Kalsel diarahkan pada tiga sektor strategis, yakni pangan, industri dan hilirisasi, serta konektivitas dan sistem logistik terpadu.
- Sektor pangan. Kalsel didorong memperkuat ketahanan pangan regional guna memenuhi kebutuhan IKN. Upaya ini dapat ditempuh melalui peningkatan teknologi pertanian, perbaikan sistem irigasi, optimalisasi pengolahan hasil panen, serta perluasan akses pasar bagi pelaku usaha pertanian.
- Sektor industri dan hilirisasi. Pengembangan kawasan industri seperti Batulicin dan Jorong diharapkan mendorong diversifikasi ekonomi daerah. Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah mineral sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam daerah.
- Sektor konektivitas dan logistik. Penguatan infrastruktur strategis, termasuk Pelabuhan Pelaihari (Swarangan) dan jembatan penghubung, diarahkan untuk membangun sistem logistik yang terintegrasi dan efisien.
Keberhasilan pengembangan kawasan industri perlu diukur dari dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan nilai tambah ekonomi yang dihasilkan di Kalsel. “Integrasi infrastruktur, layanan, dan data diharapkan mampu menekan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, serta meningkatkan daya saing ekonomi Kalsel dalam ekosistem Nusantara Economic Superhub,” tegas Febrian.
Gerbang Logistik Kalimantan dalam Dokumen Perencanaan
Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel telah menempatkan Kalsel Membidik sebagai Pusat Gerbang Logistik Kalimantan dalam dokumen perencanaan pembangunan, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Arah pembangunan tersebut diselaraskan dengan target dalam RPJMN, terutama untuk memperkuat konektivitas antardaerah melalui jalur darat dan laut.
“Jadi, pada saat kita membuat RPJMD, ada beberapa target yang mengacu pada RPJMN. Kita juga menempatkan Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan. Jadi, bukan hanya Kalimantan Selatan, tetapi gerbang logistik Kalimantan yang terhubung melalui jalur darat maupun laut,” ujar Astuti.
Posisi geografis Kalsel menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat peran daerah dalam jaringan perdagangan dan distribusi barang. Potensi tersebut dapat menopang konektivitas sektor logistik, pertambangan, hingga perkebunan kelapa sawit, baik untuk memenuhi kebutuhan regional dan nasional maupun menjangkau pasar internasional. Masyarakat diharapkan memahami arah pembangunan daerah, termasuk program prioritas pemerintah, alokasi anggaran, serta keterkaitannya dengan berbagai pemangku kepentingan di luar provinsi.
Keseimbangan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan
Selain memperkuat ketiga sektor tersebut, transformasi ekonomi perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Hal ini dapat diwujudkan melalui kemitraan industri, penguatan UMKM, serta pemanfaatan riset terapan dari perguruan tinggi di daerah. Pembangunan ekonomi juga harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Pengendalian banjir, pencegahan kebakaran hutan, serta perlindungan ekosistem sungai dan hutan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembangunan.
Pemprov Kalsel berharap forum diskusi serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang pertukaran gagasan dan penguatan sinergi antarpemangku kepentingan. Dengan begitu, pengembangan Nusantara Economic Superhub dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kalsel.
Kesimpulan
Kalsel Membidik sebagai Pusat Gerbang Logistik Kalimantan menjadi langkah strategis yang berpijak pada keunggulan geografis, infrastruktur pelabuhan, dan pengalaman perdagangan yang panjang. Melalui integrasi sektor pangan, industri dan hilirisasi, serta konektivitas logistik, Kalsel berpeluang besar menjadi pusat penciptaan nilai tambah yang terhubung dengan IKN dan pasar global. Dukungan dokumen perencanaan daerah, sinergi antarpemangku kepentingan, serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan akan menentukan keberhasilan visi ini. Jika dijalankan secara konsisten, cita-cita Kalsel Membidik sebagai Pusat Gerbang Logistik Kalimantan dapat menjadi fondasi kuat bagi transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2040.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Sukardi
Sumber Berita: Kanal Kalimantan
