Malta vs Gibraltar Berakhir Imbang 1-1, Gibraltar Curi Poin di Ta' Qali

Foto: Istimewa

Malta vs Gibraltar Berakhir Imbang 1-1, Gibraltar Curi Poin di Ta’ Qali

Kalimantan Update – 02 Oktober 2026 | Pertandingan Malta vs Gibraltar dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/2027 Grup D1 berakhir dengan skor imbang 1-1 di National Stadium Ta’ Qali, Malta, Kamis (1/10/2026) malam waktu setempat. Hasil ini membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, namun Malta tetap memuncaki klasemen berkat selisih gol.

Malta memasuki laga ini dengan modal tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi. Pasukan asuhan Emilio De Leo itu mengalahkan Andorra 2-1 pada laga pembuka, lalu menundukkan Liechtenstein 2-0 dalam pertandingan persahabatan. Sementara Gibraltar datang dengan kepercayaan diri setelah menahan imbang Andorra 0-0 di kandang.

Sejak awal pertandingan, Malta vs Gibraltar berjalan dengan tempo tinggi. Tuan rumah mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang emas. Kiper Gibraltar, Jaylan Hankins, tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan penting pada menit ke-24, 29, dan 37. Bek Daniel Bent juga dua kali menghalau bola di garis gawang pada menit ke-14 dan 43, menyelamatkan Gibraltar dari kebobolan.

Gibraltar sesekali melancarkan serangan balik melalui James Scanlon dan Tjay De Barr. Peluang terbaik mereka di babak pertama hadir lewat sepakan Graeme Torrilla pada menit ke-33 yang masih bisa diantisipasi kiper Malta, Henry Bonello. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, Malta kembali mengambil inisiatif. Pada menit ke-53, umpan silang dari sisi sayap yang tidak diantisipasi dengan baik oleh pertahanan Gibraltar berhasil disambar Paul Mbong untuk membawa tuan rumah unggul 1-0. Gol tersebut menjadi pukulan bagi Gibraltar, namun mereka tidak menyerah.

Gibraltar justru bangkit dan mulai menekan. Hasilnya, pada menit ke-61, James Scanlon mencetak gol penyeimbang setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Malta. Gol itu menjadi yang pertama bagi Gibraltar setelah 241 menit tanpa gol di kompetisi ini. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dengan hasil ini, Malta vs Gibraltar menyisakan ketegangan di Grup D1. Malta mengoleksi empat poin, diikuti Gibraltar dengan dua poin, dan Andorra satu poin. Lithuania memimpin Grup D2 dengan empat poin, diikuti Azerbaijan dua poin dan Liechtenstein satu poin.

Pelatih Malta, Emilio De Leo, menyatakan bahwa timnya perlu meningkatkan intensitas. “Kami harus menunjukkan lebih banyak intensitas,” ujarnya sebelum laga. Ia juga mengingatkan pemainnya untuk tidak meremehkan Gibraltar yang mampu mencuri poin dari Andorra.

Di kubu Gibraltar, pelatih Scott Wiseman melakukan tiga perubahan di starting XI dibanding laga melawan Andorra, termasuk menurunkan Jaylan Hankins di bawah mistar. Keputusan itu terbukti tepat karena Hankins menjadi pahlawan dengan penyelamatan-penyelamatan krusialnya.

Malta selanjutnya akan kembali menjamu Andorra pada 4 Oktober 2026. Sementara Gibraltar memiliki waktu istirahat lebih panjang dan akan bertandang ke Andorra pada 13 November 2026, lalu menjamu Malta pada 17 November 2026 dalam laga terakhir grup.

Secara peringkat FIFA, Malta berada di posisi 161, sedangkan Gibraltar di peringkat 202. Meski demikian, Gibraltar membuktikan bahwa peringkat tidak selalu menentukan hasil di lapangan. Mereka mampu menahan gempuran Malta dan membawa pulang satu poin berharga dari Ta’ Qali.

Bagi Malta, hasil imbang ini menghentikan tren kemenangan mereka, namun tetap menjaga rekor tak terkalahkan dalam dua laga Nations League. Sementara Gibraltar masih mencari kemenangan pertama mereka di kompetisi ini, tetapi dua hasil imbang dari dua pertandingan menunjukkan peningkatan performa yang signifikan.

Pertandingan Malta vs Gibraltar berikutnya dijadwalkan pada November mendatang dan diprediksi akan berjalan sengit, mengingat kedua tim masih memiliki peluang untuk lolos ke League C. Liga D akan dihapus mulai edisi 2028/2029, sehingga semua tim di level ini akan dipromosikan ke League C pada edisi berikutnya.

Dengan sisa pertandingan melawan Andorra dan Gibraltar, Malta masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri. Namun Gibraltar telah menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Persaingan di Grup D1 masih terbuka lebar dan menarik untuk diikuti.