Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | Chanathip Songkrasin Soroti Peningkatan Kualitas Timnas Indonesia menjadi sorotan utama menjelang laga puncak FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10/2026) malam WIB. Kapten Timnas Thailand tersebut secara terbuka mengakui bahwa skuad Garuda kini menjelma menjadi kekuatan yang jauh berbeda dibanding beberapa tahun silam, terutama berkat kehadiran deretan pemain diaspora yang berkarier di kompetisi top Eropa dan Italia.
Pengakuan itu disampaikan Chanathip dalam sesi konferensi pers menjelang pertandingan final. Gelandang berusia 32 tahun itu menilai bahwa lonjakan performa Indonesia bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari perencanaan matang yang dijalankan PSSI secara konsisten. Menurutnya, strategi masif dalam membenahi komposisi pemain melalui pemanggilan amunisi keturunan berprospek tinggi telah mengubah peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara secara signifikan.
Pergeseran Peta Kekuatan Sepak Bola ASEAN
Dalam pandangan Chanathip, sepak bola kawasan ASEAN kini tidak lagi didominasi oleh satu atau dua negara saja. Kehadiran pemain-pemain Indonesia yang menimba ilmu di liga-liga Eropa memberikan dimensi baru bagi permainan tim Merah Putih. Ia menyebut bahwa kualitas individu para pemain diaspora tersebut berdampak langsung pada kualitas kolektif tim, mulai dari kecepatan transisi, ketenangan dalam penguasaan bola, hingga ketajaman dalam penyelesaian akhir.
“Kami melihat sendiri bagaimana Indonesia berkembang. Pemain-pemain mereka sekarang bermain di level yang sangat tinggi, dan itu membuat pertandingan melawan mereka menjadi tantangan yang berbeda,” ujar Chanathip, seperti dikutip dalam wawancara eksklusif seusai latihan resmi tim Thailand.
Chanathip Songkrasin Soroti Peningkatan Kualitas Timnas Indonesia juga menyinggung soal mentalitas skuad asuhan pelatih kepala Indonesia saat ini. Ia menilai para pemain Indonesia tidak lagi mudah goyah ketika menghadapi tekanan di laga-laga besar. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang membuat Thailand harus bekerja lebih keras jika ingin mempertahankan tradisi juara di ajang ASEAN Cup.
Dampak Strategi PSSI terhadap Kompetisi
Lebih lanjut, Chanathip mengapresiasi langkah PSSI yang dinilainya berani mengambil terobosan dalam hal naturalisasi dan pendekatan kepada pemain keturunan. Ia menilai pendekatan semacam ini tidak hanya menguntungkan Indonesia, tetapi juga meningkatkan standar kompetisi di kawasan. Menurutnya, ketika satu tim meningkat pesat, tim-tim lain akan terdorong untuk melakukan pembenahan serupa agar tidak tertinggal.
Berikut sejumlah poin penting yang disorot Chanathip terkait kebangkitan Timnas Indonesia:
- Kualitas individu pemain diaspora yang bermain di liga top Eropa dan Italia.
- Kecepatan adaptasi taktik tim Indonesia di bawah pelatih asing.
- Mentalitas bertanding yang semakin matang di laga-laga krusial.
- Kedalaman skuad yang membuat rotasi pemain tidak menurunkan kualitas.
- Dukungan suporter yang masif di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Chanathip juga menyebut bahwa atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi faktor tersendiri dalam laga final nanti. Ia mengakui bahwa bermain di hadapan puluhan ribu suporter Indonesia bukanlah hal yang mudah, terlebih ketika tuan rumah sedang dalam momentum positif. Namun, ia menegaskan bahwa timnya datang dengan persiapan matang dan tidak akan gentar menghadapi tekanan tersebut.
Persiapan Thailand Menghadapi Final
Meski mengakui keunggulan Indonesia, Chanathip tetap optimistis dengan peluang timnya. Ia menyatakan bahwa Thailand memiliki pengalaman bertanding di laga-laga besar yang tidak bisa diremehkan. Menurutnya, final ASEAN Cup 2026 akan ditentukan oleh detail-detail kecil, seperti disiplin bertahan, efektivitas bola mati, dan kemampuan memanfaatkan peluang.
“Kami menghormati Indonesia, tetapi kami tidak takut. Final adalah pertandingan satu kali, dan siapa pun bisa menang jika bermain lebih baik pada malam itu,” tegasnya.
Pelatih Timnas Thailand juga dikabarkan telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam agresivitas lini serang Indonesia. Fokus utama mereka adalah memutus alur bola dari lini tengah serta menutup ruang gerak pemain-pemain kreatif Indonesia yang biasa beroperasi di sepertiga akhir lapangan.
Respons Publik dan Pengamat Sepak Bola
Pernyataan Chanathip Songkrasin Soroti Peningkatan Kualitas Timnas Indonesia mendapat respons positif dari sejumlah pengamat sepak bola nasional. Mereka menilai pengakuan dari kapten tim rival merupakan bentuk penghormatan sekaligus indikator bahwa kerja keras PSSI mulai membuahkan hasil. Beberapa pengamat bahkan menyebut bahwa Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi kekuatan dominan di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan agar peningkatan ini tidak berhenti pada level ASEAN saja. Tantangan berikutnya adalah konsistensi di level Asia, termasuk persaingan di kualifikasi Piala Asia dan Piala Dunia. Pembinaan usia muda serta pengelolaan liga domestik dinilai tetap menjadi kunci agar prestasi Timnas Indonesia bisa berkelanjutan.
Kesimpulan
Pernyataan Chanathip Songkrasin Soroti Peningkatan Kualitas Timnas Indonesia menjadi cermin bahwa sepak bola ASEAN sedang mengalami pergeseran kekuatan yang nyata. Kehadiran pemain diaspora dan strategi pembinaan yang terarah membuat Indonesia tampil lebih kompetitif dibanding beberapa tahun lalu. Laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi pembuktian apakah peningkatan kualitas tersebut mampu berujung pada gelar juara. Terlepas dari hasil akhirnya, pengakuan dari kapten Thailand ini menegaskan bahwa Timnas Indonesia kini diperhitungkan sebagai kekuatan utama di kawasan Asia Tenggara.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

