Peringkat FIFA Indonesia Melesat? Ini Fakta di Balik Pesta Gol 9-2 ke Gawang Bangladesh

Foto: Istimewa

Peringkat FIFA Indonesia Melesat? Ini Fakta di Balik Pesta Gol 9-2 ke Gawang Bangladesh

Kalimantan Update – 02 Oktober 2026 | Peringkat FIFA Indonesia kembali menjadi sorotan publik usai Timnas Garuda menghancurkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga penutup Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam. Kemenangan besar itu tidak hanya mengantar skuad asuhan John Herdman ke babak final, tetapi juga memantik pertanyaan: seberapa besar dampaknya terhadap posisi Indonesia di daftar peringkat dunia?

Berdasarkan pembaruan ranking FIFA secara langsung, Timnas Indonesia mendapatkan tambahan 2,66 poin dari kemenangan tersebut. Koleksi poin Garuda pun bertambah dari 1.160,49 menjadi 1.163,15. Meski demikian, posisi Indonesia belum berubah. Skuad Merah Putih tetap berada di peringkat 117 dunia, masih tertahan di bawah Tanzania yang menempati posisi ke-116 dengan 1.166,82 poin. Artinya, Indonesia masih terpaut 3,67 poin dari Tanzania.

Pesta Gol Lima Mitchell Baker

Pesta gol Skuad Garuda di SUGBK lahir dari aksi lima gol Mitchell Baker atau quintrick. Empat gol lainnya disumbangkan masing-masing oleh Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks. Sementara Bangladesh hanya mampu membalas lewat gol Sahariar Emon dan Farhaan Ali Wahid.

Kemenangan ini memastikan Indonesia finis sebagai juara Grup A dengan tujuh poin dari tiga pertandingan, di atas Malaysia yang juga mengoleksi tujuh angka usai menumbangkan Singapura 6-0. Pasukan John Herdman melaju ke final lewat keunggulan produktivitas gol, setelah jumlah angka dan selisih golnya sama dengan Malaysia. Singapura menempati posisi tiga dengan tiga poin, sedangkan Bangladesh menjadi juru kunci tanpa satu poin pun.

Mengapa Pesta Gol Tak Berpengaruh Besar?

Publik pun bertanya-tanya mengapa kemenangan besar tidak menghasilkan lonjakan signifikan pada peringkat FIFA Indonesia. Jawabannya terletak pada sistem perhitungan ranking FIFA yang berbasis formula Elo Rating. Sistem ini tidak hanya melihat hasil pertandingan, tetapi juga bobot kompetisi dan perbedaan peringkat antar tim.

Bangladesh saat ini berada di peringkat ke-182 dunia dengan 896,12 poin. Setelah kalah 2-9, Bangladesh kehilangan 2,66 poin dan koleksinya menjadi 893,46 angka. Perbedaan peringkat yang cukup jauh membuat kemenangan Indonesia dianggap sebagai hasil yang sudah diprediksi, sehingga tambahan poin yang diberikan relatif kecil meski margin gol sangat besar.

Selain itu, bobot kompetisi FIFA ASEAN Cup lebih rendah dibanding kualifikasi Piala Dunia atau Piala Asia. Karena itu, meski Indonesia menang besar, dampaknya terhadap peringkat FIFA Indonesia tetap terbatas. Sebaliknya, jika Indonesia mampu mengalahkan tim dengan peringkat lebih tinggi, tambahan poin akan jauh lebih besar.

Pengakuan Jujur Pelatih Bangladesh

Pelatih Utama Bangladesh, Thomas Dooley, menyampaikan pengakuan jujur usai timnya dihancurkan Timnas Indonesia. Menanggapi hasil mengecewakan tersebut, Dooley mengakui keunggulan telak Timnas Indonesia di segala lini dan menilai kemenangan besar sang tuan rumah adalah hal yang sangat wajar.

“Indonesia adalah tim yang jauh lebih baik hari ini, jadi itulah mengapa kemenangan besar itu wajar, sangat wajar. Ketika Anda melawan tim yang lebih baik, itulah yang terjadi. Kereta terus datang dan Anda harus berjuang melawannya,” ujar Thomas Dooley dalam sesi konferensi pers usai laga di SUGBK.

Dooley secara terbuka membeberkan faktor utama yang membuat tim-tim Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia berada di level yang jauh lebih tinggi dibanding negara-negara Asia Selatan. Menurutnya, hal itu tercermin nyata dari peringkat FIFA serta kualitas kompetisi domestik dan pengalaman para pemain yang merumput di liga-liga elite Eropa.

“Peringkat FIFA menunjukkan perbedaannya. Tim-tim Asia Tenggara lebih baik karena mereka berlatih di liga yang lebih kuat. Lihat Indonesia sekarang, pemain seperti Kevin Diks bermain di Bundesliga, yang lainnya di Belanda, dan Italia. Liganya jauh lebih kuat daripada yang kami miliki di Bangladesh, jadi perbedaan kualitas ini sangat masuk akal,” kata pelatih asal Jerman tersebut.

Lebih lanjut, mantan pemain Timnas Amerika Serikat itu menekankan bahwa kekalahan telak dari Timnas Indonesia memberikan pelajaran penting bagi perkembangan sepak bola Bangladesh. Menurut Dooley, bertanding melawan tim dengan level yang lebih tinggi sangat dibutuhkan agar para pemainnya dapat mengasah kecepatan berpikir dan pengambilan keputusan di lapangan.

“Dalam sepak bola, segalanya adalah tentang kecepatan, seberapa cepat Anda menyadari situasi dan mengeksekusinya. Jika Anda tidak pernah bertanding melawan tim kuat, Anda tidak akan pernah berkembang. Lewat pertandingan ini, kami belajar banyak hal dan melihat apa saja yang perlu ditingkatkan untuk masa depan,” pungkas Dooley.

Jadwal Final Melawan Thailand

Dengan hasil ini, Timnas Indonesia akan bertarung melawan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Partai puncak itu rencananya digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10/2026). Sedangkan Malaysia akan berjumpa runner-up Grup A dalam perebutan finis ketiga di hari yang sama.

Meski tidak mengubah posisi di ranking FIFA, kemenangan atas Bangladesh memiliki arti penting bagi Timnas Indonesia. Sembilan gol yang dicetak membuat Garuda mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen. Sebelumnya, Marselino Ferdinan dan kawan-kawan mengalahkan Singapura 2-0 dan bermain imbang 0-0 melawan Malaysia.

Kesimpulan

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh menjadi bukti ketajaman lini serang Timnas Indonesia sekaligus tiket menuju final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand. Namun, dari sisi peringkat FIFA Indonesia, tambahan 2,66 poin tidak cukup untuk mengubah posisi Garuda yang masih tertahan di peringkat 117 dunia. Sistem Elo Rating menegaskan bahwa jumlah gol bukan faktor utama, melainkan bobot kompetisi dan peringkat lawan. Karena itu, tantangan sesungguhnya bagi skuad Garuda adalah meraih kemenangan atas tim-tim berperingkat lebih tinggi agar posisi di ranking dunia bisa terus melesat ke depan.

Penulis: Redaksi Olahraga
Editor: Redaksi AcehEkspres
Sumber Berita: AcehEkspres.com, VIVA, HarapanRakyat.com, Disway.id