Kalimantan Update – 06 Oktober 2026 | Penyerang Denmark, Rasmus Hojlund, menjadi sorotan setelah terlibat perselisihan emosional dengan pelatih Portugal, Jorge Jesus, usai pertandingan UEFA Nations League yang berakhir dengan skor 2-4 untuk kemenangan Portugal. Insiden tersebut terjadi di tengah euforia pertandingan yang berlangsung sengit, di mana Hojlund sempat mencetak gol penyeimbang sebelum Portugal akhirnya mengunci kemenangan melalui empat gol tambahan.
Selebrasi yang dilakukan Hojlund memang meniru gaya ikonik Ronaldo, yang tidak dimainkan dalam laga tersebut. Namun, pemain Napoli itu menegaskan bahwa aksinya murni sebagai bentuk kekaguman, bukan untuk menyindir Ronaldo atau pihak Portugal. “Saya melakukan selebrasi itu karena Ronaldo adalah idola saya sejak kecil. Tidak ada niat untuk menyinggung siapa pun,” ujar Hojlund dalam konferensi pers usai pertandingan.
Meski demikian, Jorge Jesus tampaknya menafsirkan selebrasi tersebut sebagai provokasi. Sumber terdekat menyebutkan bahwa pelatih berusia 69 tahun itu merasa selebrasi Hojlund tidak pantas dilakukan di hadapan publik Portugal, terutama setelah Denmark berhasil menyamakan kedudukan. Ketegangan pun memuncak ketika kedua pihak terlibat adu mulut di pinggir lapangan, yang nyaris berujung kontak fisik.
Rasmus Hojlund Soroti Sikap Jorge Jesus Usai Laga Portugal Denmark menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola. Banyak yang menilai bahwa reaksi Jorge Jesus berlebihan, mengingat selebrasi tersebut merupakan hal umum dalam dunia sepak bola. Di sisi lain, ada pula yang memahami bahwa pelatih Portugal itu sedang berada di bawah tekanan besar karena timnya sempat tertinggal sebelum akhirnya menang dramatis.
Dalam wawancara terpisah, Hojlund mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Jorge Jesus. “Saya hanya ingin menunjukkan rasa hormat kepada Ronaldo. Saya tidak mengerti mengapa dia (Jorge Jesus) bereaksi seperti itu. Mungkin karena emosi pertandingan,” tambahnya. Pemain berusia 21 tahun itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan terpengaruh oleh insiden tersebut dan akan tetap fokus pada performa bersama tim nasional Denmark maupun klubnya, Napoli.
Insiden ini bukan pertama kalinya terjadi dalam dunia sepak bola. Sebelumnya, beberapa pemain juga pernah terlibat perselisihan dengan pelatih lawan karena selebrasi yang dianggap provokatif. Namun, apa yang dialami Hojlund kali ini mendapat perhatian lebih karena melibatkan nama besar seperti Jorge Jesus dan Cristiano Ronaldo, meski Ronaldo sendiri tidak bermain.
Pertandingan antara Portugal dan Denmark sendiri berjalan dengan tempo tinggi. Denmark sempat unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak Hojlund pada menit ke-23. Namun, Portugal membalas dengan empat gol berturut-turut sebelum Denmark memperkecil kedudukan di akhir pertandingan. Kemenangan ini membuat Portugal semakin kokoh di puncak klasemen grup UEFA Nations League.
Bagi Hojlund, insiden dengan Jorge Jesus tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkembang. Ia bertekad untuk membuktikan kualitasnya di level internasional dan mengikuti jejak Ronaldo sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. “Saya akan terus bekerja keras dan tidak membiarkan hal seperti ini mengganggu konsentrasi saya,” tegasnya.
Rasmus Hojlund Soroti Sikap Jorge Jesus Usai Laga Portugal Denmark juga menjadi bahan perbincangan di media sosial. Banyak penggemar yang mendukung Hojlund dan mengkritik sikap Jorge Jesus yang dianggap tidak profesional. Tagar #Hojlund dan #JorgeJesus sempat trending di Twitter, menunjukkan betapa besar perhatian publik terhadap insiden ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) maupun UEFA terkait insiden tersebut. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa wasit pertandingan telah mencatat kejadian itu dalam laporan pertandingan, yang bisa berujung pada sanksi bagi kedua pihak.
Sebagai penutup, insiden antara Rasmus Hojlund dan Jorge Jesus menjadi cerminan bahwa sepak bola tidak hanya soal skill, tetapi juga mental dan pengendalian emosi. Hojlund telah menunjukkan kedewasaannya dengan tetap menghormati Ronaldo meski mendapat reaksi negatif. Sementara Jorge Jesus, sebagai pelatih senior, diharapkan bisa memberikan contoh yang lebih baik. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa sportivitas adalah hal utama dalam olahraga.

