Kawasan Permukiman yang Kebakaran di Tenggarong Minim Sumber Air, 60 Bangunan Hangus

Foto: Istimewa

Kawasan Permukiman yang Kebakaran di Tenggarong Minim Sumber Air, 60 Bangunan Hangus

Kalimantan Update – 06 Oktober 2026 | Kawasan Permukiman yang Kebakaran di Tenggarong Minim Sumber Air menjadi sorotan setelah insiden besar yang menghanguskan puluhan bangunan di Jalan A.M. Alimuddin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Senin sore, 5 Oktober 2026. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA ini diduga berasal dari dapur sebuah rumah kontrakan bangsalan milik Sdr. T yang dihuni oleh Sdri. N. Saat kejadian, Sdri. N tidak berada di tempat, sehingga api dengan cepat menjalar ke bangunan lain karena material kayu dan kondisi permukiman yang padat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut telah lama dipetakan sebagai zona rawan kebakaran. “Kawasan yang terkena musibah itu termasuk kawasan yang kami sebut Segitiga Tenggarong Aji. Dari awal memang sudah kita jaga dan kita perhatikan,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong, Selasa (6/10/2026). Menurutnya, faktor utama yang memperparah situasi adalah minimnya sumber air di kawasan permukiman yang kebakaran di Tenggarong minim sumber air ini. Hal ini menjadi kendala serius bagi petugas pemadam saat melakukan operasi pemadaman.

Data sementara dari pihak kelurahan mencatat sekitar 60 bangunan terdampak, terdiri dari rumah tinggal, kos-kosan, dan kontrakan. “Kebakaran ini hampir menghanguskan satu RT. Sekitar 80 persen kawasan RT 33 terdampak,” jelas Fida. Ia menambahkan bahwa kepadatan bangunan dan keterbatasan akses air membuat proses pemadaman berlangsung lama, sekitar dua hingga tiga jam. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.00 WITA setelah tim gabungan dari BPBD, Damkar, dan relawan dikerahkan.

Sebagai langkah mitigasi, Disdamkarmatan Kukar sebelumnya telah menempatkan sejumlah fasilitas di kawasan tersebut, seperti hidran kering dan tandon air berkapasitas 5.000 liter di beberapa titik. Namun, insiden ini menunjukkan bahwa upaya tersebut belum cukup untuk mengatasi kondisi darurat. “Kejadian kebakaran ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperkuat pola mitigasi, khususnya di kawasan padat penduduk yang memiliki keterbatasan sumber air,” tegas Fida. Ia berencana menyampaikan evaluasi kepada Bupati Kukar agar kebijakan penambahan hidran di kawasan rawan dapat segera direalisasikan.

Kronologi kejadian bermula ketika para saksi melihat kepulan asap tebal disertai api yang menjulang tinggi dari bagian dapur rumah kontrakan. Warga sekitar berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya, namun api cepat membesar karena cuaca panas dan angin kencang. Mereka kemudian meminta bantuan kepada BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara. Tim pemadam tiba di lokasi pada pukul 17.20 WITA dan langsung mengerahkan seluruh unit serta peralatan yang tersedia. Operasi pemadaman juga dibantu oleh relawan dari berbagai kecamatan di Kukar dan Relawan Balakarcana dari Kota Samarinda.

Unit pemadam yang terlibat antara lain AWC Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara, lima unit truk Damkar Kukar, tiga unit truk BPBD Kukar, serta sejumlah mobil pickup dari relawan Sangaji Tenggarong, Mangkuraja Loa Lemas, Revolusi Samarinda, RNY Samarinda, dan Cempaka Samarinda. Meskipun tidak ada korban jiwa, puluhan warga kehilangan tempat tinggal. Berikut daftar sementara warga terdampak:

  • Subaidah
  • Saluki
  • Tamino (Purn Polri)
  • Mispan (Purn Polri)
  • Parmin (Purn Polri)
  • Gema
  • Eko (Purn Polri)
  • Rokim
  • Rusdi
  • Misruha
  • Nurti
  • Iswanto
  • Budi Utomo
  • Alm. Suwanto
  • Mamak Bilkis
  • Rusmono
  • Suparmin
  • Supriadi RT33
  • Madsudi
  • Ardiansyah
  • Iliansyah
  • Parmin
  • Ibu Epi
  • Mama Ade
  • Bapak Diva
  • Roby
  • Edo
  • Nami (Penjual Kue Keliling)
  • Abdul Munib
  • Husaini
  • Ibu Zahran (pemilik kontrakan bangsalan 5 pintu)
  • Budi
  • Ibu Imah
  • Dewi Koto
  • Normiati (Bidan)
  • Kadariah (Bidan)
  • Saluki
  • Arik
  • Suharto
  • Bejo
  • Rusmono (Kosan Putri)
  • Wiwid
  • Ust. Barul
  • Alby
  • Yanto
  • Bapak Deni
  • Bapak Omat

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, keterangan awal dari saksi menyebutkan api muncul dari dapur rumah kontrakan. Para saksi yang melihat pertama kali kejadian antara lain Idris (34), Maptuca (45), Roby Sanjaya (30), dan Rudi Susanto (45). Mereka bersama warga berupaya memadamkan api sebelum tim pemadam tiba. Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan warga terdampak masih dilakukan bersama Dinas Sosial dan BPBD Kukar.

Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang kebakaran di Tenggarong minim sumber air. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret, seperti menambah hidran, memperluas jaringan air, dan meningkatkan sosialisasi keselamatan kebakaran. Dengan demikian, risiko serupa dapat diminimalisir dan warga merasa lebih aman.

Penulis: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Editor: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber: UpdateKaltim.com