Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Final FIFA ASEAN Cup 2026 yang mempertemukan Indonesia dan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026), berakhir dramatis. Thailand harus mengakui keunggulan Indonesia melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Kekalahan ini menjadi pukulan berat, namun juga menyimpan pelajaran berharga bagi skuad Gajah Perang, terutama dalam menghadapi kompetisi ASEAN dan Asia ke depan.
Tim asuhan Anthony Hudson tampil ngotot sejak awal. Meski harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-80 setelah kartu merah Nicholas Mickelson, Thailand mampu memaksa duel imbang 1-1 jelang akhir babak kedua. Bahkan, Thailand sempat unggul 2-1 pada extra time sebelum gol Elkan Baggott membuat laga tuntas 2-2 dan dilanjutkan ke adu penalti.
Bintang Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, mengapresiasi perjuangan rekan setimnya. Ia menilai turnamen ASEAN ini menjadi pelajaran penting bagi para pemain muda menatap Piala Asia 2027. “Hari ini, semua orang, terutama para pemain muda, berjuang sangat keras. Suasana di tim kami fantastis. Awalnya saya yakin kami bisa memenangkan kejuaraan, tetapi ada beberapa insiden di lapangan,” kata Chanathip.
“Tentu saja kami telah melakukan yang terbaik. Sebagai salah satu pemain senior di tim, saya bangga dengan semua pemain muda yang akan maju untuk menjadi pemain kunci bagi tim di masa depan. Kami akan bertemu mereka lagi di Piala Asia, jadi kami membutuhkan lebih banyak pilihan. Sekarang kami memiliki lebih banyak pilihan, tetapi itu tergantung pada seleksi pelatih,” ujarnya.
Thailand memang membawa beberapa pemain muda sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026. Ada Waris Choolthong (22 tahun), Jude Soonsup-Bell (22), Kakana Khamyok (22), Iklas Sanron (21), dan Teerapat Pruetong (19). Iklas bahkan mencetak gol di laga final kontra Indonesia. Kehadiran mereka menjadi modal berharga bagi Thailand untuk bersaing di level ASEAN dan Asia.
Sementara itu, Timnas Indonesia berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dan mengalami peningkatan peringkat FIFA. Thailand juga naik satu posisi dari peringkat 94 ke peringkat 93, sekaligus mempertegas posisinya sebagai tim teratas di antara negara-negara ASEAN. Vietnam tetap di posisi 99, sedangkan Malaysia naik tiga peringkat ke posisi 133. Tujuh negara ASEAN lainnya mengalami penurunan peringkat, yaitu Singapura, Laos, Brunei Darussalam, Timor-Leste, Myanmar, Kamboja, dan Filipina.
Kemenangan Indonesia ini juga menjadi sejarah baru setelah 35 tahun tanpa gelar juara di kompetisi sepak bola Asia Tenggara. Beberapa pemain Timnas Indonesia bahkan masih berstatus mahasiswa, seperti Rizky Ridho (Universitas Muhammadiyah Surabaya), Dony Tri Pamungkas (Universitas Tunas Pembangunan Surakarta), dan Mitchell Baker. Prestasi ini menunjukkan bahwa atlet muda dapat berprestasi di bidang olahraga sekaligus menempuh pendidikan tinggi.
Momen haru juga dirasakan keluarga pemain. Umi Pipik, ibu mertua Egy Maulana Vikri, mengaku membaca 1.000 sholawat sejak awal pertandingan hingga adu penalti. “Dahsyatnya 1000 sholawat d saat mulai start sampai pinalty,” tulisnya di Instagram Story. Ia juga mengungkapkan kebiasaan Egy yang selalu meminta doa dan restu kepada kedua ibunya sebelum bertanding.
Dengan hasil ini, Thailand dipastikan akan semakin termotivasi untuk membenahi skuad dan meningkatkan performa di ajang ASEAN maupun Asia. Pelajaran dari final ASEAN Cup 2026 menjadi fondasi penting bagi generasi muda Thailand untuk bersinar di Piala Asia 2027 mendatang.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber: Thairath Sport, Metrotv, VIVA, detikSport

