Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Satpol PP Banjar Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Kapasitas dan Kompetensi Linmas menjadi sorotan utama di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pelatihan Dasar Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) resmi dibuka oleh Bupati Banjar H Saidi Mansyur pada Selasa (6/10/2026) pagi di Kampung Putra Bulu, Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan. Kegiatan ini mengusung tema “Peran Satlinmas dalam Mendukung Program Pemerintah Daerah” dan akan berlangsung selama tiga hari ke depan.
Dalam sambutannya, Bupati Saidi Mansyur menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi nyata Satlinmas yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, dengan jumlah personel Linmas di Kabupaten Banjar yang mencapai sekitar 3.000 anggota, keberadaan Linmas sangat vital untuk bersinergi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparatur desa.
“Sebagai kepala daerah, saya menaruh harapan yang besar di pundak bapak/ibu sekalian. Dedikasi dan pengorbanan yang diberikan adalah kunci penting terwujudnya lingkungan pemerintahan daerah yang aman, tertib, dan berdaya tahan tinggi,” tegas Saidi Mansyur.
Melalui pelatihan ini, ia berharap para anggota Linmas dapat membangun soliditas kelembagaan yang kuat, tetap kompak dalam satu komando, serta menjaga marwah kelembagaan saat bertugas di wilayah masing-masing demi terciptanya ketenteraman masyarakat. Saidi juga berpesan agar peserta memahami batasan tugas dan wewenangnya dengan baik serta menguasai kemampuan teknis di lapangan, mulai dari pertolongan pertama hingga evakuasi bencana.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Banjar, Yuana Karta Abidin, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para anggota Linmas di tingkat desa. Pelatihan diikuti oleh 100 peserta yang merupakan perwakilan anggota Satlinmas dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Martapura Kota, Aranio, dan Karang Intan.
Program pelatihan ini dirancang untuk menyesuaikan jam pelajaran (JP) serta materi teknis agar para anggota memiliki kemampuan dasar dalam membantu penanganan situasi darurat di lingkungan masyarakat. Materi yang diberikan meliputi Latihan Baris-Berbaris (PBB) untuk kedisiplinan, penanganan kebakaran dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), penanganan bencana, hingga penanganan hewan buas.
Guna memaksimalkan pembekalan, Yuana menyebut kegiatan ini melibatkan sumber daya dari berbagai instansi lintas sektor, di antaranya Sekda Banjar, TNI/Polri, Satpol PP, Bakesbangpol, BPBD, DPKP, hingga Basarnas. Selain itu, aspek kesehatan fisik peserta juga mendapat pengawasan dari Dinas Kesehatan untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi prima selama pelatihan.
“Kami berharap para anggota Satlinmas dapat menjadi ujung tombak yang tanggap di tingkat desa, sekaligus mendukung tugas Satpol PP dalam menjaga ketenteraman dan perilaku umum,” ujar Yuana.
Secara bertahap, pelatihan ini ditargetkan dapat menjangkau seluruh anggota Satlinmas di Kabupaten Banjar yang berjumlah sekitar 2.900 personel. Pada kesempatan tersebut, Bupati Banjar juga menyerahkan penghargaan kepada anggota Satlinmas dari Kecamatan Martapura dan Karang Intan atas dedikasi dan pengabdiannya selama 10 hingga 20 tahun di desa masing-masing.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen Satpol PP Banjar Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Kapasitas dan Kompetensi Linmas secara berkelanjutan. Dengan pelatihan yang menyeluruh, diharapkan anggota Linmas semakin profesional dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan Satlinmas sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi, Satlinmas diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung program-program pemerintah daerah.
Ke depan, Satpol PP Banjar Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Kapasitas dan Kompetensi Linmas akan terus dilakukan secara bertahap. Hal ini penting mengingat peran Linmas yang semakin kompleks, terutama dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana alam, kebakaran, dan gangguan keamanan lainnya.
Dengan pelatihan yang berkesinambungan, anggota Linmas di Kabupaten Banjar diharapkan dapat menjadi garda terdepan yang tangguh, disiplin, dan profesional. Sinergi antara Linmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan aparatur desa menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Sebagai penutup, keberhasilan pelatihan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk instansi lintas sektor yang terlibat. Partisipasi aktif peserta dan pengawasan kesehatan yang ketat menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Diharapkan, ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan secara nyata di masyarakat, sehingga keberadaan Linmas semakin diakui dan dirasakan manfaatnya.

