Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Duel korea selatan vs uzbekistan dalam laga uji coba FIFA Match Day di Stadion Yongin Mireu, Yongin, Korea Selatan, Selasa 6 Oktober 2026, berakhir dengan kemenangan meyakinkan 2-0 untuk tuan rumah. Pertandingan korea selatan vs uzbekistan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian kekuatan Taegeuk Warriors menjelang agenda internasional berikutnya, tetapi juga panggung bersejarah bagi kapten Son Heung-min yang memecahkan rekor legendaris Cha Bum-kun.
Sejak wasit meniup peluit kick-off, Korea Selatan langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya datang cepat. Baru enam menit laga berjalan, Son Heung-min membuka keunggulan melalui tendangan bebas terukur yang melengkung ke sudut kanan bawah gawang Uzbekistan. Kiper Abduvohid Nematov sebenarnya sudah membaca arah bola, namun keras dan akuratnya eksekusi Son membuat bola tak terjangkau. Gol itu membuat Korea Selatan memimpin 1-0 sekaligus mencatatkan gol ke-59 Son bersama tim nasional putra Korea Selatan, melampaui torehan 58 gol Cha Bum-kun.
Keunggulan cepat itu tak membuat Uzbekistan patah arang. Tim asuhan pelatih asal Timur Tengah tersebut justru mengambil alih kendali permainan. Dostonbek Khamdamov dan Abbosbek Fayzullaev bergantian mengancam pertahanan Korea Selatan. Namun, kiper Jo Hyeon-woo tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan upaya Akmal Mozgovoy dan Odiljon Hamrobekov. Di menit ke-31, Cho Hyun-taek mencoba menambah keunggulan melalui tembakan jarak dekat, tetapi Nematov masih sigap menepis bola.
Memasuki babak kedua, Son kembali mendapat peluang melalui eksekusi tendangan bebas pada menit ke-48. Tendangan melengkungnya mengarah ke gawang, namun Nematov kembali melakukan penyelamatan krusial untuk menjaga Uzbekistan tetap dalam pertandingan. Duel korea selatan vs uzbekistan berlangsung semakin ketat di kedua sisi lapangan, dengan tempo tinggi dan tekel-tekel keras yang mewarnai jalannya laga.
Korea Selatan akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-60. Berawal dari pergerakan Song Min-kyu di sisi kanan yang mengirimkan umpan silang ke depan gawang, Oh Se-hun yang memiliki postur 193 sentimeter memanfaatkan umpan tersebut dengan sundulan tajam melewati Nematov. Gol itu membuat Korea Selatan unggul 2-0 dan praktis mengunci kemenangan. Uzbekistan masih berusaha memperkecil ketertinggalan, termasuk peluang Khusain Norchaev pada menit ke-77, tetapi tembakannya masih melebar dari sisi kanan gawang.
Son Heung-min ditarik keluar pada menit ke-71 dan mendapat standing ovation dari penonton di Stadion Yongin Mireu. Usai pertandingan, penyerang berusia 34 tahun itu mengaku emosional mengenang perjalanan panjangnya bersama tim nasional Korea Selatan.
“Saya tidak pernah sekalipun menganggap remeh posisi saya di tim nasional. Ini semua berkat rekan-rekan setim dan pelatih saya sehingga saya bisa mencetak banyak gol, tetapi yang terpenting, saya berhutang budi kepada para penggemar saya atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan,” ujar Son.
Ia menegaskan pencapaian bersama tim nasional tidak hanya diukur dari jumlah gol. Menurutnya, setiap kesempatan mengenakan seragam Korea Selatan memiliki arti penting dalam perjalanan kariernya. “Bukan hanya gol yang penting. Setiap momen yang saya habiskan bersama tim nasional sangat berharga. Saya tidak tahu berapa lama lagi saya bisa melakukan ini. Tetapi setiap kali saya mengenakan seragam tim nasional, saya akan melakukan yang terbaik dan membuat para penggemar kami bangga,” katanya.
Kemenangan ini memperpanjang dominasi Korea Selatan atas Uzbekistan. Dalam lima pertemuan terakhir, Korea Selatan tak terkalahkan dengan catatan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Rekor head-to-head yang dominan ini menjadi modal psikologis penting bagi Taegeuk Warriors, terlebih Uzbekistan juga tengah berusaha membangun konsistensi setelah sempat mengalami dua kekalahan beruntun sebelum laga ini.
Bagi Korea Selatan, hasil positif dalam korea selatan vs uzbekistan menjadi sinyal kuat bahwa tim asuhan pelatih mereka berada di jalur yang tepat menjelang pertandingan-pertandingan internasional mendatang. Stabilitas taktik, ketajaman lini depan, serta solidnya pertahanan yang dikawal Jo Hyeon-woo menjadi fondasi penting bagi ambisi Korea Selatan di pentas yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Uzbekistan mendapat pelajaran berharga. Meski mampu menguasai jalannya pertandingan di beberapa fase, ketidakmampuan memanfaatkan peluang menjadi pekerjaan rumah utama. Kekalahan ini menegaskan bahwa melawan tim sekelas Korea Selatan, efektivitas di depan gawang menjadi faktor penentu.
Secara keseluruhan, laga korea selatan vs uzbekistan menyajikan pertandingan berkualitas dengan intensitas tinggi. Korea Selatan membuktikan diri sebagai tim yang lebih matang dan efisien, sementara Uzbekistan menunjukkan potensi yang tetap layak diperhitungkan. Kemenangan 2-0 ini pun menjadi momen sempurna bagi Son Heung-min untuk menutup babak baru dalam sejarah sepak bola Korea Selatan sebagai raja gol sepanjang masa.

