Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Kemenangan Timnas Indonesia di final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momen bersejarah yang mengobati luka lama para penggemar sepak bola Tanah Air. Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026), skuat asuhan John Herdman menaklukkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Gelar ini menjadi trofi pertama bagi tim senior Indonesia sejak SEA Games 1991, sekaligus membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di level regional dalam ajang bergengsi bentukan FIFA tersebut.
Laga berjalan dramatis. Indonesia sempat unggul lebih dulu melalui gol Dean James pada menit ke-84, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Thailand bermain dengan 10 orang. Namun, Peeradol Chamrasamee berhasil menyamakan kedudukan dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan. Di babak tambahan, Thailand justru berbalik unggul lewat Sanron Iklas, sebelum Elkan Baggott menjadi pahlawan dengan gol penyama kedudukan. Adu penalti pun menjadi penentu, dan dua penendang Thailand gagal menunaikan tugasnya, memastikan Indonesia keluar sebagai juara.
Selebrasi kemenangan tidak hanya milik para pemain di lapangan. Egy Maulana Vikri, yang masuk menggantikan Calvin Verdonk pada babak tambahan waktu, merayakan gelar bersama istri, Adiba Khanza, dan putri kecil mereka, Elara Mahakalila. Elara yang lahir pada 1 Desember 2025 tampil menggemaskan dengan jersey merah mungil bertuliskan namanya dan pelindung telinga. Momen haru terlihat saat Egy menggendong Elara sambil memegang trofi juara, mengangkatnya tinggi-tinggi, dan sang putri tampak penasaran dengan medali emas milik ayahnya. Tangis bahagia Egy berubah menjadi senyum lebar saat bertemu keluarganya di lapangan.
Kemenangan ini juga menjadi penebusan setelah Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Ole Romeny, penyerang Timnas, mengaku lega dan bersyukur atas gelar tersebut. “Tentu saja, kami seharusnya tidak membiarkan hal itu terjadi saat melawan tim yang hanya beranggotakan sepuluh orang. Tapi hal itu justru membuat rasa lega setelah perpanjangan waktu dan semakin lega saat adu penalti. Sudah lama sekali kami tidak meraih gelar, sudah saatnya,” ujar Romeny kepada media Belanda, NOS. Ia pun menyebut Piala Dunia 2030 sebagai target berikutnya yang sangat bagus untuk dikejar.
Antusiasme masyarakat Indonesia begitu besar. Veda Ega Pratama, pebalap muda yang tengah bersiap untuk Grand Prix Mandalika, menyempatkan diri menonton langsung di tribun Stadion Gelora Bung Karno. Dalam unggahan akun X Honda Team Asia, Veda terlihat melonjak girang saat Timnas memastikan gelar juara. “Veda di laga final FIFA ASEAN Cup 2026. Momen bersejarah untuk olahraga Indonesia dan pebalap kami tak mau ketinggalan menyaksikannya,” tulis akun tersebut. Veda sendiri akan berlaga di Mandalika pada akhir pekan ini, tetapi tetap menyempatkan diri mendukung Timnas.
Dari kubu Persija Jakarta, pelatih Shin Tae-yong memberikan penilaian terhadap lima pemainnya yang turut membawa Indonesia juara: Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Nadeo Argawinata. Menurutnya, meski tidak banyak mendapatkan menit bermain, kontribusi mereka tetap penting. Ridho menjadi pemain dengan menit terbanyak, yakni 139 menit dalam empat pertandingan dan mencetak satu gol. Hannan tampil dua kali sebagai pengganti dengan 26 menit, sedangkan Shayne Pattynama bermain sekali selama 19 menit. Shin Tae-yong mengaku sulit menilai secara objektif karena keterbatasan menit bermain, tetapi ia tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya.
Gelar ini juga menjadi obat bagi inner child para penggemar Timnas yang lahir pada era 1980-an dan 1990-an. Selama puluhan tahun, mereka menyaksikan berbagai kegagalan di partai final, mulai dari SEA Games 1997 hingga enam kali menjadi runner-up Piala AFF. Berbagai polemik seperti insiden ‘sepak bola gajah’ pada Piala AFF 1998, isu kekalahan yang disengaja di final Piala AFF 2010, hingga dualisme Timnas pada 2014 turut mewarnai perjalanan panjang tersebut. Kini, lemari trofi Indonesia tidak lagi kosong, dan Timnas tidak akan lagi menjadi meme saat turnamen ASEAN digelar di masa depan.
Dengan kemenangan di FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia telah menorehkan sejarah baru. Trofi ini bukan sekadar gelar, tetapi simbol kebangkitan sepak bola nasional yang selama ini dinanti. Para pemain, pelatih, dan seluruh pendukung berharap momentum ini menjadi pijakan untuk meraih prestasi lebih tinggi, termasuk target Piala Dunia 2030. Perayaan di Gelora Bung Karno menjadi saksi bagaimana sepak bola mampu menyatukan berbagai elemen bangsa, dari keluarga pemain hingga atlet dari cabang olahraga lain. Selamat untuk Timnas Indonesia!
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Popmama, Bola.com, detikSport, NOS

