Kroasia vs Spanyol: Gol Menit 88 Mikel Merino Hancurkan Perlawanan 10 Pemain Kroasia, La Roja Lolos Perempat Final Nations League

Foto: Istimewa

Kroasia vs Spanyol: Gol Menit 88 Mikel Merino Hancurkan Perlawanan 10 Pemain Kroasia, La Roja Lolos Perempat Final Nations League

Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Laga Kroasia vs Spanyol di Stadion Poljud, Split, menyajikan drama yang tak terlupakan dalam matchday keempat UEFA Nations League Grup A3. Spanyol harus bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Kroasia 2-1, berkat dua gol Mikel Merino di babak kedua. Kemenangan ini tidak hanya memastikan tiket perempat final bagi La Roja, tetapi juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 42 pertandingan.

Kroasia memulai pertandingan dengan agresivitas tinggi. Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui Ivan Perisic yang memanfaatkan bola rebound di dalam kotak penalti Spanyol. Tembakan Perisic tidak mampu dibendung oleh kiper Unai Simon, membuat Stadion Poljud bergemuruh. Keunggulan Kroasia nyaris bertambah ketika Igor Matanovic mendapat peluang emas, namun Unai Simon tampil sigap menggagalkan usaha tersebut. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Kroasia.

Memasuki babak kedua, pelatih Spanyol Luis de la Fuente melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Mikel Merino. Keputusan ini terbukti jitu. Spanyol meningkatkan tekanan dan mulai menguasai bola. Pada menit ke-61, Dani Olmo mengirimkan umpan matang yang diselesaikan Merino untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini mengubah momentum pertandingan, membuat Kroasia mulai kesulitan mengembangkan permainan.

Pertandingan semakin memanas ketika Kroasia harus bermain dengan 10 pemain setelah Ivan Perisic menerima kartu kuning kedua pada menit ke-79. Insiden ini melibatkan bek Spanyol Marc Cucurella, yang dianggap memprovokasi situasi. Pelatih Kroasia Slaven Bilic mengakui kecerdikan Cucurella dalam memanfaatkan momen tersebut. “Siapa yang tidak marah kepada Cucurella kalau dia bukan bagian dari timnya? Dia pemain hebat, saya mengaguminya. Dia membela timnya dengan segala yang dia punya, tapi tentu saja dia juga memancing provokasi,” ujar Bilic dalam konferensi pers. Legenda tenis Jerman Boris Becker turut berkomentar di media sosial, menyebut insiden itu sebagai pelanggaran ringan yang tidak layak mendapat kartu merah. Cucurella sendiri merasa tidak bersalah dan menegaskan bahwa kontak yang terjadi adalah hal wajar dalam pertandingan.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Spanyol dengan maksimal. Pada menit ke-88, Mikel Merino kembali mencetak gol kemenangan setelah memanfaatkan kelengahan pertahanan Kroasia. Gol ini membuat Spanyol berbalik unggul 2-1 dan memastikan tiga poin penuh. Kemenangan Kroasia vs Spanyol ini menjadi pukulan telak bagi tuan rumah yang sudah berjuang keras sepanjang pertandingan.

Gelandang Kroasia Mateo Kovacic mengungkapkan frustrasinya setelah pertandingan. “Anda tidak pernah bisa senang setelah kekalahan, tetapi kami menunjukkan reaksi, yang penting bagi kami setelah beberapa hari yang benar-benar sulit. Kami mengawali laga dengan sangat baik, mencetak gol, dan bisa saja mencetak gol kedua. Ketika Anda tidak mencetak gol melawan tim seperti itu, mereka akan menghukum Anda,” jelas Kovacic. Ia menambahkan bahwa timnya harus lebih agresif dan berjuang untuk setiap bola, yang tidak mereka lakukan saat melawan Inggris. “Hari ini adalah satu langkah ke depan,” tegasnya.

Senada dengan Kovacic, Kristijan Jakic mengakui bahwa kebobolan pada momen krusial terasa sangat menyakitkan. “Ini benar-benar disayangkan bagi kami semua. Itu pertandingan yang berat, terutama ketika Anda kebobolan sehingga skor menjadi 2-1 pada menit ke-90 setelah sebelumnya memiliki dua peluang bagus,” kata Jakic. Ia juga mengakui dominasi teknis Spanyol yang pada akhirnya mengikis organisasi pertahanan Kroasia. “Mereka adalah juara dunia dan saat ini tim terbaik di dunia, serta secara individu lebih baik daripada kami,” aku Jakic.

Di kubu Spanyol, Luis de la Fuente memuji mentalitas para pemainnya. “Saya bangga karena banyak alasan. Saya bisa menghabiskan seluruh konferensi pers untuk berterima kasih kepada mereka atas semua yang mereka lakukan. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami tidak pernah menyerah, terus berusaha berkembang, banyak menderita karena mereka memberikan tekanan besar kepada kami dan pertandingan menjadi sangat sulit. Kami mampu menguras tenaga lawan dan menciptakan peluang,” ujar De la Fuente. Ia menegaskan bahwa ketekunan dan daya tahan timnya menjadi fondasi lahirnya kemenangan.

Dengan hasil ini, Spanyol tetap kokoh di puncak klasemen Grup A3 dengan koleksi 12 poin dari empat pertandingan, menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan. Sementara Kroasia harus puas berada di posisi ketiga dengan tiga poin dari empat pertandingan. Kemenangan Kroasia vs Spanyol ini juga memastikan La Roja lolos ke perempat final UEFA Nations League.

Pertandingan Kroasia vs Spanyol menjadi bukti bahwa sepak bola adalah permainan yang tidak mengenal kata menyerah. Spanyol menunjukkan kelasnya sebagai juara dunia dan Eropa, sementara Kroasia harus menerima kenyataan pahit bahwa kehilangan fokus di menit-menit akhir berbuah mahal. Laga ini akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling dramatis di ajang Nations League musim ini.

Tags: