Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Jakarta, 8 Oktober 2026 – Perilaku konsumen digital di Indonesia terus mengalami evolusi. Temuan terbaru dari Grab Indonesia mengungkapkan bahwa Grab Catat 79 Persen Pesanan Diawali Eksplorasi Menu. Artinya, mayoritas transaksi layanan pesan-antar makanan (GrabFood) tidak terjadi secara impulsif, melainkan melalui proses pencarian dan pertimbangan yang matang terlebih dahulu. Data ini disampaikan oleh Direktur Komersial Grab Indonesia, Roy Nugroho, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Fenomena ini menunjukkan bahwa pengguna GrabFood semakin cerdas dalam memilih. Mereka tidak langsung membeli, tetapi meluangkan waktu untuk menelusuri berbagai pilihan menu, membandingkan harga, membaca ulasan, hingga akhirnya memutuskan merchant mana yang akan dipilih. Proses eksplorasi ini menjadi bagian penting dari pengalaman pengguna di platform digital.
Durasi Eksplorasi Mencapai 12,4 Menit
Data Grab mengungkapkan bahwa pengguna berat GrabFood rata-rata menghabiskan 12,4 menit untuk mencari dan mengeksplorasi makanan sebelum akhirnya melakukan transaksi. Angka ini bukan waktu yang singkat, mengingat keputusan pembelian biasanya dilakukan dalam hitungan detik. Namun, bagi pengguna setia, proses kurasi menu justru menjadi momen menyenangkan tersendiri.
Menariknya lagi, dalam kurun waktu satu tahun, pengguna berat GrabFood rata-rata membeli dari 62,8 merchant berbeda. Ini menandakan bahwa loyalitas konsumen tidak terpaku pada satu atau dua restoran favorit saja. Mereka cenderung menjelajahi berbagai pilihan kuliner, mulai dari yang sudah dikenal hingga yang baru sama sekali. Grab Catat 79 Persen Pesanan Diawali Eksplorasi Menu menjadi bukti kuat bahwa platform digital telah mengubah cara orang menemukan makanan.
Lebih dari 40 Persen Pesanan dari Merchant Baru
Grab juga mencatat bahwa lebih dari 40 persen pesanan dari pengguna berat tersebut berasal dari merchant yang belum pernah mereka pesan dalam 12 bulan sebelumnya. Artinya, ada keberanian untuk mencoba hal baru. Konsumen tidak lagi terjebak pada pilihan yang itu-itu saja, melainkan aktif mencari pengalaman kuliner yang berbeda. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi pelaku usaha kuliner, terutama UMKM yang baru bergabung di platform.
Dengan tingginya angka eksplorasi, merchant memiliki peluang besar untuk menjangkau pelanggan baru. Kualitas foto menu, deskripsi yang menggugah selera, serta rating yang baik menjadi faktor penentu apakah sebuah merchant akan dipilih atau dilewati. Persaingan pun semakin sehat karena konsumen dapat dengan mudah membandingkan satu penjual dengan penjual lainnya.
Implikasi bagi Pelaku Usaha Kuliner
Bagi pemilik restoran atau warung makan, data ini memberikan sinyal jelas: kehadiran di platform digital saja tidak cukup. Mereka perlu aktif mengelola etalase virtual, memperbarui menu secara berkala, dan merespons ulasan pelanggan dengan cepat. Eksplorasi menu yang dilakukan konsumen selama 12,4 menit adalah jendela emas untuk menarik perhatian. Jika tampilan menu tidak menarik, konsumen akan dengan mudah beralih ke merchant lain.
Selain itu, promosi yang tepat sasaran juga menjadi kunci. Grab sendiri memiliki fitur-fitur yang memungkinkan merchant untuk menonjolkan menu andalan mereka. Dengan memahami perilaku konsumen yang gemar bereksplorasi, strategi pemasaran dapat diarahkan pada penyajian informasi yang lengkap dan visual yang menggoda.
Kesimpulan
Data Grab Catat 79 Persen Pesanan Diawali Eksplorasi Menu memberikan gambaran bahwa konsumen Indonesia semakin selektif dan berpengetahuan dalam memilih makanan. Proses eksplorasi yang memakan waktu rata-rata 12,4 menit serta kecenderungan mencoba lebih dari 60 merchant berbeda dalam setahun menunjukkan dinamika pasar yang semakin matang. Bagi pelaku usaha, ini adalah peluang sekaligus tantangan untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas. Pada akhirnya, konsumen adalah pihak yang paling diuntungkan karena mereka dapat menemukan pilihan terbaik sesuai selera dan kebutuhan.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

