Lakers vs Kings: Duel Panas Pramusim, Drama Keluarga Buss dan Kebangkitan Bronny James

Foto: Istimewa

Lakers vs Kings: Duel Panas Pramusim, Drama Keluarga Buss dan Kebangkitan Bronny James

Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Los Angeles Lakers kembali menjadi sorotan menjelang laga pramusim melawan Sacramento Kings di Crypto.com Arena, Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 19.30 waktu setempat. Pertandingan ini menjadi pertemuan kedua kedua tim di pramusim 2026 setelah sebelumnya Kings menang tipis. Bagi Lakers, laga ini bukan sekadar uji coba, melainkan ajang pembuktian bahwa mereka siap menghadapi musim reguler yang akan dibuka akhir Oktober nanti. Luka Doncic, yang menjadi wajah baru Lakers sejak September 2026, diharapkan tampil meski sempat absen di laga sebelumnya karena cedera ringan. Pelatih kepala Lakers menyatakan bahwa Doncic akan bermain terbatas, sementara Austin Reaves juga dalam pemantauan.

Di sisi lain, Sacramento Kings datang dengan kekuatan penuh. De’Aaron Fox dan Domantas Sabonis siap diturunkan sejak menit awal untuk menguji pertahanan Lakers yang masih dalam proses penyesuaian. Laga ini akan disiarkan secara nasional di ESPN2 dan NBA League Pass, dengan siaran lokal di Spectrum SportsNet serta radio ESPN LA 710 AM dan KFWB 980 AM untuk bahasa Spanyol.

Namun, sorotan tidak hanya pada pertandingan. Drama kepemilikan Lakers kembali memanas. Jeanie Buss, Gubernur tim, tengah berseteru dengan lima dari enam saudaranya terkait penjualan saham keluarga senilai $2,2 miliar. Setelah Lakers dijual ke Mark Walter pada Oktober 2025 seharga $10 miliar, Walter kemudian menjual franchise ke Bob Iger dan Joshua Kushner seharga $12,5 miliar. Keluarga Buss masih memiliki 17,8% saham, dan Jeanie berusaha memblokir penjualan saham tersebut melalui petisi hukum. Saudara-saudaranya, Jimmy, Johnny, Janie, Joey, dan Jesse Buss, menentang keras langkah Jeanie dan menyebut petisi itu ‘tidak memiliki dasar hukum dan fakta’. Mereka menegaskan fokus mereka adalah memperlancar transaksi dan memastikan semua penerima manfaat, termasuk Jeanie, diperlakukan setara. Sidang pertama dijadwalkan 6 Desember 2026. Jika Jeanie kalah, ia harus melepas jabatan Gubernur karena NBA mewajibkan pemilik saham minimal 15%. Ini akan mengakhiri 47 tahun kontrol keluarga Buss atas Lakers.

Di lapangan, Bronny James mencuri perhatian. Tanpa kehadiran LeBron James yang pertama kali tidak bersama Lakers, Bronny tampil percaya diri. Dalam laga melawan Warriors, ia melakukan gerakan tajam terhadap Draymond Green dan mencetak pull-up jumper. Meski Lakers kalah 124-98, penampilan Bronny memberikan harapan baru. Ia menunjukkan peningkatan dalam ball handling, pergerakan tanpa bola, dan pertahanan. Momen ketika ia beradu dengan Stephen Curry dan keduanya tertawa setelah peluit menjadi viral. Bronny kini diprediksi menjadi bagian rotasi utama Lakers musim ini.

Kombinasi antara ketidakpastian kepemilikan, adaptasi Doncic, dan perkembangan Bronny membuat Lakers menjadi tim paling dinamis di NBA saat ini. Pertandingan melawan Kings akan menjadi tolok ukur awal seberapa jauh Lakers melangkah. Dengan jadwal padat dan tekanan dari luar, Lakers dituntut untuk tetap fokus. Laga pramusim ini mungkin tidak menentukan klasemen, tetapi memberikan gambaran tentang arah tim. Jika Doncic sehat, Reaves konsisten, dan Bronny terus berkembang, Lakers bisa menjadi ancaman serius di Wilayah Barat. Namun, bayang-bayang drama kepemilikan bisa mengganggu stabilitas jika tidak segera diselesaikan. Publik NBA menantikan bagaimana Lakers menavigasi semua ini, baik di lapangan maupun di ruang rapat.

Laga Lakers vs Kings akan menjadi panggung bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka. Bagi penggemar, ini adalah kesempatan melihat langsung chemistry tim baru. Bagi manajemen, ini adalah ujian ketahanan organisasi. Apa pun hasilnya, Lakers tetap menjadi magnet perhatian liga. Kesimpulannya, pertandingan ini bukan hanya tentang skor, tetapi tentang identitas dan masa depan franchise yang penuh sejarah.