Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Mutasi besar-besaran di tubuh Polri kembali menjadi sorotan. Sejumlah irjen pol dipercaya menduduki kursi Kapolda di berbagai wilayah strategis. Mulai dari Irjen Roy Hardi Siahaan di Jawa Tengah, Irjen Dadang Hartanto di Metro Jaya, Irjen Hendra Kurniawan di Banten, Irjen Rony Samtana di Sumatera Selatan, hingga Irjen Reza Arief Dewanto di Nusa Tenggara Timur. Mereka membawa warna baru dalam kepemimpinan kepolisian daerah.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Roy Hardi Siahaan, menegaskan tiga fokus utama kepemimpinannya. Hal itu disampaikannya saat Upacara Serah Terima Pataka Polda Jateng Maneka Tunggal Dharma dan Prosesi Penyambutan Kedatangan Kapolda Baru serta Farewell Kapolda Lama di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Selasa (6/10/2026). “Kita lanjutkan setiap program dan kebijakan yang telah berjalan baik. Kita evaluasi yang masih kurang. Kita perbaiki bersama dan kita hadirkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Fokus pertama, Roy akan bertindak tegas terhadap segala tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Kedua, ia menekankan sikap humanis terhadap kelompok rentan, seperti perempuan dan penyandang disabilitas. “Di sisi lain, saya juga harus bersikap humanis terhadap mereka yang kaum rentan. Apakah itu perempuan, apakah itu yang disabilitas, maupun mereka-mereka yang dianggap kaum lemah,” tuturnya. Fokus ketiga, mempercepat respons terhadap laporan dan pengaduan masyarakat. “Yang penting adalah kami akan mencoba 110 yang saya ada sebagai laporan adalah sebagai satu panutan daripada bagaimana masyarakat mau kita ayomi, mengakomodir apa yang menjadi kepentingan masyarakat. Itu harus kita lakukan,” tambahnya.
Sementara itu, Irjen Dadang Hartanto resmi menjabat Kapolda Metro Jaya menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri. Penunjukan ini berdasarkan Surat Telegram nomor ST/2205/X/KEP./2026 tanggal 2 Oktober 2026. Dadang merupakan lulusan Akpol 1994, satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto. Ia memiliki pengalaman di bidang reserse dan pernah memimpin Polda Maluku. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua STIK Lemdiklat Polri sejak 20 September 2024. Pria bergelar Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.I.K., S.H., M.Si. ini juga dikukuhkan sebagai guru besar Administrasi Publik FISIP UMSU.
Di Banten, Irjen Pol Hendra Kurniawan dilantik sebagai Kapolda Banten menggantikan Irjen Pol Hengki yang pindah ke Jawa Barat. Pelantikan dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu malam, 3 Oktober 2026. Sebelumnya, Hendra menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri. Lulusan Akpol 1996 ini kini bertanggung jawab atas penegakan hukum dan pengayoman masyarakat di Banten.
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Rony Samtana Tarigan, juga tak kalah menarik. Ia naik pangkat dari Brigjen menjadi Irjen Pol setelah ditunjuk menggantikan Irjen Pol Sandi Nugroho yang bertugas di Bareskrim. Rony pernah menjadi penyidik KPK dan menjabat Wakapolda Sumut pada Desember 2023 serta Wakapolda Sumsel sejak Januari 2026. Lulusan SMA Taruna Nusantara 1993 dan Akpol 1996 ini memiliki latar belakang reserse kriminal khusus.
Terakhir, Irjen Reza Arief Dewanto dipercaya menjadi Kapolda NTT menggantikan Irjen Pol Rudi Darmoko yang menjadi Kalemdiklat Polri. Reza adalah eks Komandan Gegana Korbrimob Polri dan pernah menjabat Wadankorbrimob. Lulusan Akpol 1995 ini lahir di Jakarta, 2 Maret 1973, dan menempuh pendidikan PTIK 2004, Sespim Polri 2010, serta Sesko TNI 2019.
Dengan latar belakang yang beragam, para irjen pol ini diharapkan mampu membawa perubahan positif di wilayah masing-masing. Mereka tidak hanya dituntut menegakkan hukum, tetapi juga mengayomi masyarakat dan berinovasi dalam pelayanan. Publik menanti gebrakan dari setiap irjen pol yang baru dilantik, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan dan ketertiban yang semakin kompleks.
Kehadiran sejumlah irjen pol di kursi Kapolda menjadi momentum penting bagi Polri untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat. Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, mereka diharapkan dapat menjawab ekspektasi publik akan rasa aman dan keadilan. Kinerja para irjen pol ini akan menjadi cermin profesionalisme Polri di mata masyarakat.

