Kovac Kritik Jeda Internasional Panjang Dortmund: Beban Pemain dan Ritme Permainan

Foto: Istimewa

Kovac Kritik Jeda Internasional Panjang Dortmund: Beban Pemain dan Ritme Permainan

Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac, melontarkan kritik tajam terhadap jeda internasional panjang yang kembali menghantam kompetisi domestik. Kritik ini mencuat menjelang laga Dortmund melawan Werder Bremen pada Jumat mendatang, yang menjadi pertandingan pertama setelah kompetisi terhenti selama tiga pekan akibat agenda Nations League. Kovac Kritik Jeda Internasional Panjang Dortmund menilai bahwa periode kosong tersebut tidak hanya mengganggu ritme tim, tetapi juga membebani para pemain secara fisik dan mental.

Dalam konferensi pers, Kovac menjelaskan bahwa jeda selama tiga pekan membuat para pemain kehilangan momentum. “Kami sudah menemukan ritme permainan yang baik sebelum jeda, tetapi sekarang kami harus memulai lagi dari awal. Ini bukan situasi ideal,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa jumlah pertandingan internasional yang terus bertambah, terutama dengan format baru Nations League, telah memperberat beban klub. Menurutnya, federasi sepak bola internasional perlu mempertimbangkan ulang kalender kompetisi agar tidak merugikan klub.

Kritik Kovac ini bukan tanpa alasan. Dortmund memiliki skuad yang tidak sedalam klub-klub besar lainnya, sehingga kehilangan pemain kunci selama jeda internasional sangat berdampak. Beberapa pemain seperti Jude Bellingham dan Erling Haaland harus menjalani perjalanan jauh untuk membela negaranya. Kovac Kritik Jeda Internasional Panjang Dortmund juga menyentuh aspek psikologis, di mana pemain dituntut untuk tetap fokus dalam dua kompetisi berbeda dalam waktu singkat.

Dortmund sendiri dijadwalkan menghadapi Werder Bremen pada Jumat (20/9) dalam lanjutan Bundesliga. Pertandingan ini menjadi ujian bagi Kovac untuk mengembalikan performa tim setelah jeda panjang. Ia berharap para pemain dapat segera beradaptasi dan menemukan kembali chemistry yang sempat hilang. “Kami harus bekerja keras dalam latihan untuk mengembalikan kebugaran dan taktik. Werder Bremen adalah lawan yang tangguh, jadi kami tidak bisa lengah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kovac mengusulkan agar federasi sepak bola Eropa dan dunia duduk bersama untuk membahas kalender yang lebih manusiawi. Menurutnya, jumlah pertandingan yang terus bertambah setiap tahun akan meningkatkan risiko cedera dan memperpendek karier pemain. Kovac Kritik Jeda Internasional Panjang Dortmund menjadi salah satu suara paling vokal dalam isu ini, meskipun ia menyadari bahwa perubahan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Dari sisi statistik, Dortmund tercatat memiliki rata-rata penguasaan bola 58% dalam lima laga terakhir sebelum jeda. Namun, setelah jeda, performa tim sering kali menurun. Data menunjukkan bahwa dalam tiga musim terakhir, Dortmund hanya meraih satu kemenangan dari lima pertandingan pertama setelah jeda internasional. Ini menjadi bukti nyata bahwa jeda panjang berdampak signifikan pada konsistensi tim.

Kovac juga menyoroti perjalanan antarnegeri yang harus dijalani pemain. Misalnya, pemain yang membela tim nasional di Amerika Selatan harus menempuh penerbangan lebih dari 12 jam, kemudian kembali ke Jerman dengan jet lag. Hal ini tentu memengaruhi kondisi fisik mereka. “Kami tidak bisa mengontrol itu, tetapi setidaknya federasi harus mendengarkan keluhan kami,” tambahnya.

Di sisi lain, Werder Bremen juga mengalami masalah serupa. Pelatih mereka, Ole Werner, mengakui bahwa jeda internasional membuat persiapan timnya terganggu. Namun, ia memilih untuk fokus pada pemulihan pemain dan taktik. Laga Dortmund vs Werder Bremen diprediksi berjalan ketat, mengingat kedua tim sama-sama berusaha keras untuk meraih poin penuh.

Kovac berharap para penggemar Dortmund dapat memahami situasi ini. Ia menegaskan bahwa timnya akan berusaha maksimal untuk meraih kemenangan, meskipun kondisi tidak ideal. “Kami bermain untuk fans. Kami akan memberikan segalanya di lapangan,” pungkasnya. Kritik Kovac terhadap jeda internasional panjang Dortmund ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan pemain harus menjadi prioritas utama dalam sepak bola modern.

Sebagai kesimpulan, kritik Niko Kovac terhadap jeda internasional panjang Dortmund mencerminkan kegelisahan yang dirasakan banyak pelatih klub elite Eropa. Beban jadwal yang padat, perjalanan jauh, dan skuad yang terbatas menjadi faktor utama yang membuat ritme tim terganggu. Kovac berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap kalender kompetisi agar pemain tidak menjadi korban ambisi komersial dan politik federasi. Sementara itu, Dortmund harus segera bangkit dan fokus menghadapi Werder Bremen demi menjaga peluang di Bundesliga. Laga Jumat nanti akan menjadi pembuktian apakah kritik Kovac hanya sekadar keluhan, atau memang menjadi pemicu perubahan besar dalam dunia sepak bola.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: https://www.suaralandak.co.id/kovac-kritik-jeda-internasional-dortmund