BRI Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026 Dorong Ekonomi Pariwisata NTB

Foto: Istimewa

BRI Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026 Dorong Ekonomi Pariwisata NTB

Kalimantan Update – 03 Oktober 2026 | Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP™) 2026 dijadwalkan kembali bergulir pada 9–11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di tengah persiapan menuju perhelatan akbar tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya untuk kembali menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar. Langkah BRI Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026 Dorong Ekonomi Pariwisata NTB menjadi sinyal kuat bahwa event balap kelas dunia ini bukan sekadar tontonan, melainkan penggerak sektor riil yang menyentuh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Dukungan yang disalurkan BRI menyasar sektor perdagangan, akomodasi, hingga transportasi lokal. Ketiga sektor itu selama ini menjadi penopang utama denyut ekonomi kawasan Mandalika dan sekitarnya. Pada edisi 2025 lalu, gelaran balap motor tingkat dunia di Lombok tercatat berhasil menyedot 140.324 pengunjung. Angka tersebut menjadi gambaran nyata besarnya potensi ekonomi yang bisa dipetik oleh masyarakat NTB, mulai dari pedagang kuliner, pengelola homestay, penyedia jasa antar-jemput, hingga perajin suvenir.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa kejuaraan balap internasional ini mempunyai efek berganda yang luas bagi sektor ekonomi dan bisnis lokal di sekitar sirkuit. Menurutnya, gelaran MotoGP mampu menciptakan permintaan baru yang tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tetapi juga pedagang kecil di pinggir jalan, pemilik penginapan sederhana, dan penyedia transportasi tradisional.

Efek Berganda bagi UMKM dan Masyarakat Lokal

Efek berganda yang dimaksud tidak muncul secara otomatis. Diperlukan dukungan pembiayaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha agar masyarakat bisa menangkap peluang yang datang. Di sinilah peran BRI sebagai bank yang fokus pada segmen UMKM menjadi relevan. Melalui berbagai program, BRI mendorong pelaku usaha lokal agar siap menerima lonjakan kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sejumlah sektor yang diprediksi paling terdampak positif antara lain:

  • Perdagangan: pedagang makanan, minuman, dan suvenir di sekitar sirkuit.
  • Akomodasi: hotel, homestay, dan penginapan berbasis masyarakat.
  • Transportasi: jasa ojek, taksi, dan penyewaan kendaraan.
  • Jasa kreatif: fotografer, penyedia konten, dan penyelenggara acara.

Dengan kesiapan yang matang, kehadiran MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata NTB, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Komitmen BRI Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026 Dorong Ekonomi Pariwisata NTB diharapkan dapat memastikan manfaat ekonomi dirasakan secara merata, bukan hanya terpusat di kawasan sirkuit.

Mandalika sebagai Magnet Pariwisata Nasional

Mandalika telah diposisikan sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia. Pengembangan kawasan ini mencakup infrastruktur jalan, bandara, pelabuhan, hingga fasilitas pendukung pariwisata. Kehadiran sirkuit berstandar internasional menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat citra Lombok di mata wisatawan global.

Berikut gambaran singkat peran MotoGP Mandalika bagi ekonomi daerah:

Aspek Dampak
Kunjungan wisatawan Meningkatkan okupansi hotel dan homestay
Belanja lokal Menggerakkan pedagang kecil dan UMKM
Jasa transportasi Menambah pendapatan driver dan penyedia rental
Promosi daerah Memperkuat citra NTB sebagai destinasi kelas dunia

Dengan jumlah pengunjung yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dampak ekonomi yang dihasilkan pun berpotensi semakin besar. Pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan terus menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia agar mampu melayani lonjakan wisatawan dengan baik.

Sinergi untuk Ekonomi Berkelanjutan

Keberhasilan sebuah event internasional tidak hanya diukur dari jumlah penonton atau kualitas balapan, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Sinergi antara penyelenggara, pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha menjadi kunci agar dampak positif dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dalam konteks ini, langkah BRI Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026 Dorong Ekonomi Pariwisata NTB menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Dukungan tersebut bukan sekadar sponsorship, melainkan investasi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi NTB mendapatkan kesempatan lebih besar untuk naik kelas.

Selain itu, momentum ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan. Standar wisatawan internasional menuntut kebersihan, keramahan, dan profesionalisme. Dengan pembinaan yang tepat, kualitas usaha lokal dapat meningkat dan tetap bersaing bahkan setelah event berakhir.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Meski potensi ekonominya besar, tetap ada tantangan yang harus diantisipasi. Lonjakan pengunjung perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, pengelolaan sampah, keamanan, serta kestabilan harga. Tanpa pengelolaan yang baik, dampak negatif seperti kemacetan dan kenaikan harga berlebihan bisa mengurangi manfaat yang dirasakan masyarakat.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi penting. Perbankan dapat berperan dalam menyediakan pembiayaan dan literasi keuangan, pemerintah menyiapkan regulasi dan infrastruktur, sementara pelaku usaha menjaga kualitas layanan. Dengan begitu, gelaran MotoGP Mandalika 2026 dapat menjadi contoh sukses penyelenggaraan event internasional yang benar-benar memberdayakan masyarakat.

Secara keseluruhan, komitmen BRI Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026 Dorong Ekonomi Pariwisata NTB mencerminkan pendekatan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat utama. Ajang balap dunia ini bukan hanya tentang kecepatan di lintasan, tetapi juga tentang percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Jika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, Mandalika dapat menjadi bukti bahwa sport tourism mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan bagi Nusa Tenggara Barat dan Indonesia secara luas.