ISPU Jambi Meledak! Kabut Asap Karhutla Cekik Muaro Jambi dan Tebo, Ribuan Warga Terserang ISPA

Foto: Istimewa

ISPU Jambi Meledak! Kabut Asap Karhutla Cekik Muaro Jambi dan Tebo, Ribuan Warga Terserang ISPA

Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Kualitas udara di Provinsi Jambi tengah berada di titik terburuk. Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU Jambi di sejumlah kabupaten melampaui ambang batas berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam. Di Kabupaten Muaro Jambi, alat Air Quality Monitoring System (AQMS) milik Dinas Lingkungan Hidup mencatat ISPU menyentuh angka 401, sementara laporan lain menyebut angka 400 dengan parameter partikulat yang sangat pekat. Angka tersebut menempatkan wilayah ini dalam kategori Berbahaya, level tertinggi dalam skala kualitas udara.

Kondisi serupa bahkan lebih ekstrem terjadi di Kabupaten Tebo. Data laman resmi ISPU Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 07.12 WIB menunjukkan angka ISPU Tebo mencapai 815 dengan parameter PM10. Angka itu menempatkan Tebo di posisi kesembilan daftar lokasi dengan nilai ISPU tertinggi nasional, di bawah Palangkaraya Jekan Raya yang menembus 4.154, Kabupaten Murung Raya 2.466, hingga Palembang Bukit Kecil 994. Tingginya ISPU Jambi ini menegaskan bahwa persoalan kabut asap bukan sekadar gangguan jarak pandang, melainkan ancaman kesehatan serius bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan.

Ribuan Warga Muaro Jambi Terserang ISPA

Dinas Kesehatan Muaro Jambi mencatat 4.065 warga terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan kabut asap yang telah mengepung sejumlah wilayah selama lebih dari sebulan. Selain ISPA, tercatat 399 kasus diare dan 99 kasus konjungtivitis atau iritasi mata. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Muaro Jambi, Ariany Widiastuty, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari mitigasi, termasuk menyasar ratusan warga Desa Sembubuk, Kecamatan Jambi Luar Kota.

“Sudah kita lihat dari data, data kasus kita untuk khusus ISPA itu ada 4.065, kemudian ada diarenya 399, dan konjungtivitis atau mata merah atau iritasi mata itu kurang lebih ada 99,” ujar Ariany. Ia mengimbau seluruh masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil.

Langit Memerah di Sekernan dan Kumpeh Ilir

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan DLH Muaro Jambi, Refiandy, menjelaskan bahwa partikel asap pekat terbawa arah angin dari titik-titik karhutla menuju kawasan pemukiman. Kecamatan Sekernan menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah, dengan kabut asap menutup pemukiman warga sepanjang hari. Kualitas udara memburuk secara signifikan pada dua rentang waktu setiap harinya. Fenomena serupa melanda Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh Ilir, hingga membuat langit berubah memerah akibat pekatnya partikel aerosol di udara.

PJJ di Kota Jambi Kembali Diperpanjang

Dampak buruk ISPU Jambi juga memaksa Pemerintah Kota Jambi memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh jenjang TK/PAUD, SD, hingga SMP mulai Kamis, 8 Oktober 2026. Pemantauan kualitas udara pagi itu menunjukkan ISPU Kota Jambi mencapai 406, dengan parameter PM2.5 di angka 406 dan PM10 sebesar 258.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi, Saleh Rido, membenarkan perpanjangan tersebut. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan, serta Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 29 Tahun 2026. “PJJ diperpanjang mulai 8 Oktober 2026 sampai kondisi kualitas udara dinyatakan aman untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka,” kata Saleh Rido.

Warga Keluhkan Sesak Napas hingga Mata Perih

Warga Muaro Jambi, Jumiatun, mengaku mengalami sesak napas, mata merah, pusing, dan pandangan terganggu akibat kabut asap. “Sesak, mata merah, kepala kadang pusing karena pandangan tidak terlalu jauh memandang, kadang-kadang bisa batuk juga,” ujarnya. Ia berharap pemerintah segera melakukan penanggulangan dan pemadaman di lokasi kebakaran yang menjadi sumber kabut asap. Keluhan serupa juga muncul dari warga Tebo yang merasakan mata perih, tenggorokan tidak nyaman, hingga gangguan pernapasan.

Parameter PM10 dan PM2.5 merupakan partikulat berukuran kecil yang dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Paparan partikulat ini menjadi perhatian utama ketika konsentrasinya meningkat drastis, khususnya bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan gangguan pernapasan.

Kesimpulan

Memburuknya ISPU Jambi di Muaro Jambi, Tebo, dan Kota Jambi menjadi alarm serius bahwa krisis kabut asap karhutla belum tertangani. Ribuan warga sudah jatuh sakit, aktivitas pendidikan terganggu, dan langit di sejumlah kecamatan berubah memerah. Tanpa penanggulangan cepat berupa pemadaman titik api dan penegakan hukum terhadap pembukaan lahan ilegal, kualitas udara Jambi berpotensi semakin memburuk. Masyarakat diminta tetap waspada, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan menggunakan masker saat terpaksa beraktivitas di tengah paparan asap.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo

Sumber Berita: Metro TV, iNews.id, Jambiprima.com, Jambi-Independent.co.id, KLH/BPLH